HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan Hollywood, Buka Peluang Industri Film, Animasi, Musik, dan Gim Tembus Pasar Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan Hollywood, Buka Peluang Industri Film, Animasi, Musik, dan Gim Tembus Pasar Global
Foto: (Sumber :Delegasi Indonesia dan anggota Hollywood Chamber of Commerce (HCC) berfoto bersama pada acara Indonesia-US Digital Technology Forum: Creative Economy di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Selasa (6/10/2026). (ANTARA/HO-KJRI Los Angeles).)

Pantau - Pemerintah Indonesia menjajaki kerja sama industri kreatif dengan Hollywood Chamber of Commerce (HCC), organisasi bisnis yang menaungi lebih dari 600 anggota industri hiburan di Amerika Serikat, untuk membuka peluang pengembangan talenta, produksi bersama, dan perluasan jaringan internasional bagi pelaku ekonomi kreatif nasional.

Pembahasan kerja sama tersebut berlangsung dalam forum The 4th Indonesia-US Digital Technology Forum: Creative Economy yang diselenggarakan di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 5–8 Oktober 2026.

Berdasarkan keterangan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles yang diterima di Jakarta, Sabtu (10/10/2026), delegasi Indonesia dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI Grata Endah Werdaningtyas.

Forum tersebut turut dihadiri Presiden sekaligus CEO Hollywood Chamber of Commerce Ron Frierson untuk membahas peluang kemitraan antara industri kreatif Indonesia dan Hollywood.

Indonesia dan Hollywood Bahas Produksi Bersama hingga Kesepakatan Kerja Sama

Pertemuan antara delegasi Indonesia dan HCC membahas sejumlah peluang kolaborasi strategis dalam pengembangan industri kreatif kedua negara.

Beberapa bidang yang menjadi perhatian meliputi pengembangan talenta kreatif, produksi bersama atau co-production, serta kemungkinan penyusunan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara HCC dan Indonesia.

Grata mengatakan Los Angeles memiliki posisi penting sebagai pusat industri hiburan yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pelaku ekonomi kreatif Indonesia ke pasar internasional.

Menurutnya, hubungan dengan pelaku industri Hollywood berpotensi membuka kesempatan bagi talenta Indonesia untuk mengembangkan jaringan profesional dan memperkenalkan karya mereka secara global.

"Kami berharap hubungan yang lebih erat dengan Los Angeles dapat membuka peluang bagi talenta kreatif, kekayaan intelektual, dan pelaku industri kreatif Indonesia untuk terhubung dengan jaringan global," kata Grata.

Ia menilai Los Angeles sebagai tempat yang memiliki peluang tersendiri untuk memperkuat hubungan ekonomi kreatif antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Hollywood Chamber of Commerce Sambut Peluang Kemitraan dengan Indonesia

Presiden sekaligus CEO HCC Ron Frierson menyambut positif pertemuan dengan delegasi Indonesia yang membahas penguatan hubungan industri kreatif.

Frierson mengatakan Indonesia dan Hollywood memiliki kesamaan semangat dalam mengembangkan kreativitas serta kewirausahaan.

Menurutnya, potensi tersebut dapat menjadi dasar bagi kedua pihak untuk membangun kemitraan dalam berbagai sektor industri hiburan dan bisnis.

"Kami berharap dapat mewujudkan hubungan tersebut menjadi kemitraan yang bermakna di bidang hiburan, pariwisata, dan bisnis, yang memberikan manfaat bagi para anggota kami serta mempererat hubungan antarkomunitas kita," kata Frierson.

Hollywood Chamber of Commerce merupakan organisasi bisnis yang didirikan pada 1921 dan dikenal sebagai salah satu kamar dagang berpengaruh di California.

Organisasi tersebut juga mengelola hak kekayaan intelektual atas dua ikon terkenal Los Angeles, yakni Hollywood Sign dan Hollywood Walk of Fame.

Dengan jaringan lebih dari 600 anggota industri hiburan, HCC menjadi salah satu mitra yang dijajaki Indonesia untuk memperluas hubungan dengan pelaku industri kreatif Amerika Serikat.

Indonesia Bahas Pengembangan Talenta Film, Animasi, Musik, dan Gim

Selain bertemu jajaran HCC, delegasi Indonesia juga melakukan pembicaraan dengan Wakil Wali Kota Los Angeles Dilpreet Sidhu.

Pertemuan yang difasilitasi KJRI Los Angeles tersebut membahas peluang pengembangan talenta Indonesia dalam bidang perfilman, animasi, musik, dan gim.

Keempat bidang tersebut menjadi bagian dari sektor ekonomi kreatif yang dibahas dalam rangkaian forum teknologi digital Indonesia-Amerika Serikat.

Hubungan antara Jakarta dan Los Angeles juga memiliki landasan kerja sama antarkota melalui kemitraan kota kembar atau sister city yang telah terjalin sejak 1991.

Kerja sama tersebut menjadi salah satu bagian dari hubungan kedua kota yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade.

Delegasi Indonesia Temui Warner Bros. Discovery hingga WME

Dalam rangkaian kunjungan ke Los Angeles, delegasi Indonesia turut mengadakan pertemuan dengan sejumlah perusahaan dan institusi yang bergerak di industri hiburan, teknologi, dan pendidikan.

Beberapa pihak yang ditemui antara lain Warner Bros. Discovery dan William Morris Endeavor (WME), yang memiliki jaringan dalam industri hiburan internasional.

Delegasi juga bertemu dengan komunitas kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Los Angeles serta University of Southern California.

Selain itu, pertemuan dilakukan bersama komunitas diaspora kreatif Indonesia yang berada di Los Angeles dan wilayah sekitarnya.

Rangkaian pertemuan tersebut menjadi bagian dari penjajakan peluang kerja sama untuk memperluas hubungan antara pelaku industri kreatif Indonesia dan mitra internasional.

Melalui forum ini, pemerintah Indonesia berupaya membuka akses yang lebih luas bagi pengembangan talenta, kekayaan intelektual, dan produksi kreatif nasional melalui jaringan industri hiburan Hollywood.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026