
Pantau - Lembaga pemikir internasional World Resources Institute (WRI) menetapkan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan rapat tahunan Dewan Pengurus Global pada Juli 2027 karena provinsi tersebut dinilai memiliki komitmen kuat dalam menurunkan emisi karbon dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Keputusan tersebut disampaikan Anggota Dewan Pembina WRI Indonesia sekaligus Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu, di Denpasar, Minggu (11/10/2026) malam.
Pertemuan internasional itu direncanakan menghadirkan sekitar 15 hingga 20 anggota Dewan Global WRI yang berkedudukan di Washington DC, Amerika Serikat.
Selain jajaran pengurus global, kegiatan tersebut juga akan dihadiri para direktur negara dari 12 wilayah operasional WRI di berbagai belahan dunia.
Pemilihan Bali sebagai tuan rumah didasarkan pada upaya pemerintah daerah dalam mendorong pencapaian target emisi nol bersih pada 2045 melalui berbagai program transisi energi dan pembangunan rendah karbon.
"Tahun depan dewan pembina dari seluruh global board World Resources Institute yang merupakan LSM internasional yang sangat ternama untuk bidang iklim dan bidang keberlanjutan, akan melakukan rapat di Bali tahun depan di bulan Juli," kata Mari Elka Pangestu di Denpasar, Minggu (11/10/2026) malam.
WRI Pilih Bali karena Komitmen Mewujudkan Emisi Nol Bersih pada 2045
Mari Elka Pangestu menjelaskan bahwa Bali dipilih sebagai lokasi pertemuan karena memiliki sejumlah program nyata dalam mendukung pengurangan emisi karbon.
Menurutnya, Bali dinilai dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan kebijakan pembangunan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan WRI adalah komitmen Bali untuk mencapai target emisi nol bersih pada 2045.
Target tersebut didukung oleh rencana aksi daerah yang dirancang untuk mempercepat transisi menuju pembangunan rendah emisi.
WRI Indonesia mencatat sejumlah inisiatif pengurangan emisi telah dijalankan di Pulau Dewata, termasuk pengembangan kawasan rendah emisi.
Program tersebut mulai dirintis di kawasan Sanur dan lima lokasi lainnya di Bali.
Keberadaan program tersebut menjadi salah satu alasan pengurus global WRI tertarik melihat secara langsung pelaksanaan kebijakan lingkungan di Bali.
"Mereka memilih Bali dan mereka juga setuju memilih Bali karena Bali adalah etalase untuk suatu daerah yang sangat komit untuk emisi nol bersih dan ada rencana-rencana aksi yang mereka bisa lihat secara langsung," ujar Mari Elka.
Melalui pertemuan tersebut, para peserta internasional diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai penerapan kebijakan pengurangan emisi di tingkat daerah.
Rapat Global WRI di Bali Akan Dihadiri Tokoh Internasional dari Berbagai Negara
Pertemuan tahunan Dewan Pengurus Global WRI pada Juli 2027 direncanakan melibatkan sejumlah tokoh internasional yang bergerak dalam bidang iklim, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
Mari Elka menyebutkan sekitar 15 hingga 20 anggota Dewan Global WRI akan hadir dalam agenda tersebut.
Para anggota dewan tersebut memiliki latar belakang profesional yang beragam, termasuk dari sektor bisnis dan kalangan pembuat kebijakan publik.
Selain itu, WRI juga berencana menghadirkan para direktur negara dari 12 wilayah tempat lembaga tersebut menjalankan program operasional.
Sejumlah negara yang disebutkan dalam rencana kehadiran tersebut antara lain Tiongkok, Brasil, dan India.
Kehadiran perwakilan internasional diharapkan dapat memperluas pengenalan terhadap berbagai praktik pembangunan berkelanjutan yang diterapkan Pemerintah Provinsi Bali.
Pertemuan itu juga akan memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melihat secara langsung program lingkungan yang telah dikembangkan di Pulau Dewata.
Mari Elka berharap pengalaman Bali dalam menjalankan kebijakan pengurangan emisi dapat menjadi perhatian para pengurus dan perwakilan WRI dari berbagai negara.
Gubernur Wayan Koster Pastikan Pemprov Bali Dukung Penuh Pertemuan WRI
Gubernur Bali Wayan Koster menyambut positif keputusan WRI menjadikan Bali sebagai tuan rumah rapat tahunan Dewan Pengurus Global pada Juli 2027.
Koster menegaskan Pemerintah Provinsi Bali siap memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan internasional tersebut.
Menurutnya, agenda WRI memiliki kesesuaian dengan arah kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian alam dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
"Karena ini sangat nyambung dengan kebijakan Pemprov Bali untuk menjaga alam yang bersih yang berkelanjutan itu, saya tentu dengan sangat senang dan bahagia menerima informasi ini dan kami akan dukung penuh," ujar Gubernur Bali.
Koster menilai pertemuan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai kebijakan lingkungan yang telah dijalankan pemerintah daerah kepada masyarakat internasional.
Pemerintah Provinsi Bali juga berencana memanfaatkan kehadiran para pakar dan tokoh lingkungan dunia untuk memperkuat kampanye pembangunan ramah lingkungan.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mempertahankan kualitas lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata.
Bali Akan Perluas Energi Bersih, Transportasi Hijau, dan Pengendalian Sampah Plastik
Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan sejumlah agenda lanjutan untuk memperkuat pembangunan berkelanjutan menjelang pertemuan global WRI pada 2027.
Salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah memperluas penggunaan energi bersih sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon.
Selain itu, pemerintah juga akan mendorong transisi menuju sistem transportasi hijau yang lebih ramah lingkungan.
Pengembangan sektor pertanian organik turut menjadi bagian dari kebijakan yang akan terus diperkuat untuk mendukung kelestarian lingkungan.
Di bidang pengelolaan sampah, Pemerintah Provinsi Bali berencana memperketat pengendalian penggunaan sampah plastik.
Berbagai langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian target emisi nol bersih Bali pada 2045.
Koster juga meyakini bahwa kehadiran tokoh-tokoh lingkungan internasional dapat membantu memperkenalkan komitmen Bali dalam menjaga kelestarian alam kepada masyarakat dunia.
Selain mendukung upaya pengurangan emisi, pertemuan WRI diharapkan memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional yang mengutamakan keberlanjutan lingkungan.
Pemerintah Provinsi Bali menyatakan akan mendukung penyelenggaraan rapat global tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama dan memperkuat kebijakan pembangunan ramah lingkungan di daerah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf




