HOME  ⁄  Nasional

Sulawesi Tengah Kekurangan Dokter Spesialis, Komisi IX DPR Dorong Beasiswa Putra Daerah dan Penambahan Tenaga Medis

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sulawesi Tengah Kekurangan Dokter Spesialis, Komisi IX DPR Dorong Beasiswa Putra Daerah dan Penambahan Tenaga Medis
Foto: (Sumber :Wakil Ketua Komisi IX, Putih Sari saat memimpin Tim Kunker Reses Komisi IX meninjau RSUD Madani dan RSUD Undata di Palu, Sulawesi Tengah, (9/10/2026). Foto: Yohanes/jk.)

Pantau - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari meminta Kementerian Kesehatan segera mengatasi kekurangan dokter, khususnya dokter spesialis dasar, di sejumlah rumah sakit di Sulawesi Tengah melalui penambahan tenaga medis dan perluasan program beasiswa bagi putra-putri daerah.

Putih Sari menilai pemanfaatan beasiswa pendidikan dokter spesialis dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan di daerah.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Komisi IX DPR RI saat melakukan kunjungan kerja reses ke Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (9/10/2026).

Dalam kunjungan itu, tim Komisi IX juga meninjau RSUD Madani dan RSUD Undata serta menyerap aspirasi pemerintah daerah mengenai kendala pelayanan kesehatan.

Komisi IX DPR Soroti Kekurangan Dokter Spesialis di Sulawesi Tengah

Putih Sari mengungkapkan bahwa sejumlah rumah sakit di Sulawesi Tengah masih menghadapi keterbatasan tenaga dokter.

Kekurangan tersebut terutama terjadi pada kebutuhan dokter spesialis dasar yang diperlukan untuk menunjang pelayanan medis di rumah sakit.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

Komisi IX DPR RI berencana menyampaikan persoalan itu secara langsung kepada kementerian agar tersedia peluang penempatan tenaga medis tambahan di Sulawesi Tengah.

Putih Sari menilai penambahan tenaga kesehatan diperlukan untuk memperkuat pelayanan rumah sakit dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Beasiswa Dokter Spesialis untuk Putra Daerah Jadi Solusi

Selain mendorong penempatan dokter tambahan, Putih Sari mengusulkan pemanfaatan program beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi putra-putri daerah.

Ia berharap penerima beasiswa yang berasal dari Sulawesi Tengah dapat terdorong kembali mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, program beasiswa yang telah berjalan maupun program baru pemerintah dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan tenaga medis di daerah.

“Komisi IX akan mendorong mendorong pemanfaatan program beasiswa dokter spesialis yang sudah berjalan maupun program baru dari Presiden Prabowo Subianto untuk putra-putra daerah, agar mereka termotivasi mengabdi di daerahnya masing-masing," tegas Putih Sari di Palu, Jumat (9/10/2026).

Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut menilai penguatan sumber daya manusia kesehatan perlu menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan medis.

Ia berharap kebijakan beasiswa dapat mendukung ketersediaan dokter spesialis secara berkelanjutan di Sulawesi Tengah.

DPR Soroti Kendala Anggaran Rehabilitasi Puskesmas

Dalam kunjungan kerja tersebut, Komisi IX DPR RI juga mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah pusat di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan.

Evaluasi mencakup kendala penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang telah dialokasikan untuk Sulawesi Tengah.

Putih Sari menyoroti persoalan alokasi anggaran yang menyebabkan program rehabilitasi dan penguatan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) belum berjalan optimal.

Menurutnya, keterbatasan pembiayaan perlu dicarikan solusi bersama pemerintah pusat agar pembenahan fasilitas kesehatan tidak terus tertunda.

Komisi IX berencana mendorong Kementerian Kesehatan untuk mempertimbangkan skema pembiayaan alternatif bagi revitalisasi fasilitas kesehatan daerah.

"Walaupun mungkin tidak melalui pola transfer daerah, kita akan dorong Kementerian Kesehatan untuk mengusulkan revitalisasi atau pembangunan puskesmas baru di tahun 2027 melalui program-program direktif Presiden," paparnya.

Revitalisasi Fasilitas Kesehatan Diusulkan Masuk Program 2027

Putih Sari menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah membutuhkan dukungan tenaga medis sekaligus perbaikan infrastruktur.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dokter spesialis harus berjalan seiring dengan rehabilitasi dan pembangunan fasilitas kesehatan.

Komisi IX DPR RI akan menggunakan hasil kunjungan kerja reses sebagai bahan penyusunan rekomendasi kepada kementerian terkait.

Rekomendasi tersebut akan mencakup kebutuhan penempatan tenaga medis, pemanfaatan beasiswa dokter spesialis, serta percepatan revitalisasi puskesmas.

Putih Sari berharap koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat mempercepat pemerataan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026