HOME  ⁄  Nasional

Bobby Nasution Usulkan Jalur Laut Khusus Ekspor UMKM Sumut ke Malaysia, Siapkan Subsidi Logistik untuk Tekan Biaya Pengiriman

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bobby Nasution Usulkan Jalur Laut Khusus Ekspor UMKM Sumut ke Malaysia, Siapkan Subsidi Logistik untuk Tekan Biaya Pengiriman
Foto: Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menerima Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato' Muzafar Shah Mustafa, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut di Medan, Sabtu 10/10/2026 (sumber: Diskominfo Sumut)

Pantau - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendorong pembukaan jalur transportasi laut dengan sistem pengiriman barang berskala kecil dan frekuensi tinggi serta menyiapkan dukungan subsidi logistik untuk meningkatkan ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke Malaysia.

Usulan tersebut disampaikan Bobby di Medan, Sumatera Utara, Senin (12/10), terkait pertemuannya dengan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato' Muzafar Shah Mustafa, yang membahas penguatan kerja sama perdagangan kedua wilayah.

Bobby menilai skema pengiriman barang dalam volume kecil secara rutin dapat menjadi solusi atas kendala logistik yang selama ini menghambat pelaku UMKM Sumatera Utara memasuki pasar internasional.

"Usulan ini diharapkan bisa menekan biaya pengiriman, mempercepat perputaran modal, dan memperluas akses pasar pelaku UMKM Sumut," kata Bobby.

Menurutnya, Sumatera Utara memiliki potensi produk UMKM yang besar untuk dipasarkan ke Malaysia, tetapi sistem pengiriman ekspor yang mengharuskan barang dikirim dalam jumlah besar masih menjadi kendala bagi pelaku usaha.

Bobby Dorong Pengiriman Ekspor UMKM Setiap Lima Hari atau Seminggu Sekali

Bobby menjelaskan bahwa salah satu hambatan utama ekspor produk UMKM adalah persyaratan pengiriman barang dalam kuantitas besar sekaligus.

Ketentuan tersebut menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang memiliki keterbatasan kapasitas produksi, persediaan barang, serta modal usaha.

Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Utara pada 2025, jumlah UMKM di wilayah tersebut mencapai sekitar 1,4 juta unit usaha.

Dari jumlah tersebut, sekitar 98,9 persen merupakan usaha mikro dan kecil yang membutuhkan dukungan akses logistik agar dapat memperluas pemasaran produknya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengusulkan sistem pengiriman melalui jalur laut dengan volume barang lebih kecil, tetapi dilakukan secara rutin.

"Sebagai solusi, kita mendorong pembukaan jalur laut dengan pola pengiriman volume lebih kecil, tetapi dilakukan secara rutin," kata Bobby.

Melalui skema tersebut, pengiriman produk UMKM ke Malaysia dapat dilakukan setiap lima hari atau satu minggu sekali sesuai kebutuhan perdagangan dan kemampuan produksi.

"Volume pengiriman tidak terlalu besar, tetapi lebih sering. Misalnya, lima hari sekali atau seminggu sekali. Dengan begitu pelaku UMKM tidak perlu menumpuk stok terlalu lama, dan perputaran modal bisa lebih cepat dan dinamis," jelas Bobby.

Pola pengiriman tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengurangi kebutuhan penyimpanan stok dalam jumlah besar sebelum melakukan ekspor.

Selain itu, pengiriman secara berkala dinilai dapat mempercepat perputaran modal karena produk dapat dipasarkan tanpa harus menunggu terkumpulnya barang dalam volume besar.

Pemprov Sumut Siapkan Subsidi Transportasi Laut untuk Tekan Biaya Ekspor

Selain mengusulkan pembukaan jalur laut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan kesiapan memberikan subsidi pada sektor transportasi laut lintas negara.

Dukungan tersebut ditujukan untuk menekan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam kegiatan ekspor produk UMKM.

Dengan biaya pengiriman yang lebih terjangkau, produk UMKM Sumatera Utara diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar Malaysia.

Bobby juga menyoroti keunggulan geografis Sumatera Utara yang memiliki jarak relatif dekat dengan Malaysia, khususnya Kuala Lumpur dan Penang.

Menurutnya, kedekatan lokasi dan waktu tempuh yang relatif singkat dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan perdagangan serta membuka peluang kerja sama ekonomi.

"Bahkan beberapa daerah di Sumut lebih cepat dijangkau dari Kuala Lumpur dibanding Jakarta. Keunggulan geografis ini harus kita konversikan menjadi peluang ekonomi nyata masyarakat di kedua wilayah," tutur Bobby.

Bobby menilai potensi tersebut tidak hanya dapat dikembangkan melalui perdagangan barang, tetapi juga kerja sama di bidang sumber daya manusia dan penguatan kawasan industri.

Pemanfaatan keunggulan geografis diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Sumatera Utara maupun Malaysia.

Malaysia Sambut Usulan Bobby, Perdagangan Bilateral Capai Hampir 26 Miliar Dolar AS

Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato' Muzafar Shah Mustafa, menyambut baik usulan pembukaan jalur transportasi laut dan dukungan subsidi logistik yang disampaikan Gubernur Sumatera Utara.

Pihak Malaysia menyatakan komitmen untuk membahas lebih lanjut mekanisme teknis pelaksanaan usulan tersebut, termasuk aspek regulasi dan peluang keterlibatan sektor swasta.

Pembahasan lanjutan diperlukan untuk memastikan skema pengiriman barang lintas negara dapat dilaksanakan sesuai ketentuan perdagangan internasional yang berlaku.

Dato' Muzafar menilai Sumatera Utara merupakan salah satu pintu masuk strategis bagi Malaysia dalam memperkuat hubungan perdagangan dan kerja sama ekonomi dengan Indonesia.

Menurutnya, nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Malaysia saat ini mencapai hampir 26 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per tahun.

Dari total tersebut, kontribusi perdagangan Sumatera Utara dengan Malaysia diperkirakan mencapai sekitar satu hingga dua miliar dolar AS setiap tahun.

Nilai perdagangan tersebut menunjukkan peran Sumatera Utara dalam hubungan ekonomi kedua negara, terutama karena kedekatan geografis dan potensi pengembangan berbagai sektor usaha.

Selain perdagangan barang, Malaysia juga memandang Sumatera Utara sebagai wilayah strategis untuk pengembangan kerja sama di bidang perkapalan, pariwisata medis, dan pendidikan.

"Sumatera Utara memiliki kepentingan sangat besar bagi Malaysia, baik aspek perdagangan, perkapalan hingga pariwisata medis, dan pendidikan. Kami menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin sangat baik selama ini," ucap Dato' Muzafar.

Jalur Laut Ekspor UMKM Masih Menunggu Pembahasan Teknis

Usulan pembukaan jalur laut dengan sistem pengiriman barang berskala kecil dan frekuensi tinggi masih memerlukan pembahasan lebih lanjut antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pihak Malaysia.

Pembahasan tersebut mencakup mekanisme operasional pengiriman, ketentuan regulasi perdagangan lintas negara, serta kemungkinan kerja sama dengan perusahaan swasta di Malaysia.

Dukungan subsidi logistik yang direncanakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menjadi bagian dari upaya memperkuat akses pasar internasional bagi pelaku usaha lokal.

Melalui skema tersebut, Bobby berharap pelaku UMKM dapat mengirimkan produk secara lebih fleksibel tanpa harus menanggung beban pengiriman dalam jumlah besar sekaligus.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan penguatan konektivitas perdagangan dengan Malaysia dapat meningkatkan ekspor produk UMKM, menekan biaya pengiriman, mempercepat perputaran modal, serta memperluas peluang usaha bagi masyarakat.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026