
Pantau - Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar Bengkulu Regional Investment and Economic Forum (BRIEF) 2026 untuk memperluas promosi potensi investasi daerah, menarik investor asing, serta mendorong pengembangan sektor pariwisata dan perdagangan internasional.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan kerja sama bisnis dan realisasi investasi yang memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
"Harapan kita bersama adalah promosi yang dilakukan tidak hanya berhenti pada eksposur semata, namun benar-benar menghasilkan kemitraan, perluasan pasar, dan akhirnya realisasi investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang inklusif dan berkelanjutan," kata Wahyu di Bengkulu, Senin.
Dalam penyelenggaraan BRIEF 2026, BI memperluas cakupan promosi investasi dengan memasukkan sektor pariwisata dan perdagangan sebagai bagian dari strategi memperkenalkan berbagai potensi ekonomi Bengkulu kepada calon investor.
Forum tersebut juga menghadirkan sejumlah investor asing dan perwakilan kedutaan besar negara-negara sahabat untuk membuka peluang kerja sama ekonomi dan investasi di Provinsi Bengkulu.
BI Perluas Promosi Pariwisata Bengkulu, Libatkan Lebih dari 110 Kreator Konten
Penguatan promosi pariwisata menjadi salah satu fokus BRIEF 2026 melalui penyusunan Bengkulu Tourism Roadmap atau peta jalan pariwisata Bengkulu.
Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan destinasi wisata sekaligus mengidentifikasi peluang investasi yang dapat ditawarkan kepada calon investor.
BI juga meluncurkan Tourism Package Handbook atau buku panduan paket wisata untuk memperkenalkan berbagai destinasi unggulan Bengkulu serta membuka peluang kemitraan bagi pelaku industri pariwisata.
Selain melalui forum investasi, promosi wisata daerah diperluas dengan memanfaatkan platform digital melalui kegiatan Explore Bengkulu Video Challenge.
Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 110 kreator konten untuk memperkenalkan potensi destinasi wisata Bengkulu kepada masyarakat, wisatawan, dan calon mitra usaha.
Keterlibatan para kreator konten diharapkan mampu meningkatkan jangkauan promosi sekaligus memperkuat daya tarik Bengkulu sebagai tujuan wisata dan investasi.
BI Dorong Proyek Investasi Siap Tawar dan Perkuat Kepastian Perizinan
Wahyu menekankan bahwa peningkatan investasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu, terutama melalui peningkatan nilai tambah komoditas unggulan dan penciptaan lapangan pekerjaan.
Upaya tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menekankan percepatan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas daerah.
Menurut Wahyu, keberhasilan menarik investor tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan promosi, tetapi juga membutuhkan kesiapan proyek investasi yang memiliki prospek pengembangan.
Karena itu, identifikasi dan penyiapan proyek potensial yang siap ditawarkan kepada investor menjadi langkah penting agar peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti secara konkret.
Selain kesiapan proyek, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait perlu memperkuat kepastian perizinan serta menyediakan insentif untuk menciptakan iklim investasi yang lebih menarik.
Dalam pelaksanaannya, BI memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu, pemerintah kabupaten dan kota, sektor perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan melalui Regional Investment Relations Unit (RIRU).
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas jejaring promosi investasi dan perdagangan secara lebih terarah, terkoordinasi, serta berorientasi pada hasil nyata.
Koordinasi lintas sektor juga diperlukan untuk memastikan proses identifikasi, penyiapan, hingga penawaran proyek investasi kepada calon investor dapat berjalan secara optimal.
Kopi Robusta Bengkulu Tembus Italia, Ekspor Perdana Capai Rp1,24 Miliar
Selain menarik investasi, BRIEF 2026 menjadi sarana untuk memperluas akses perdagangan internasional bagi berbagai komoditas unggulan Bengkulu.
Sejumlah komoditas yang memiliki potensi pengembangan pasar ekspor meliputi kopi robusta, kelapa sawit, karet, batu bara, dan gaharu.
Wahyu mengungkapkan salah satu capaian perdagangan internasional Bengkulu adalah keberhasilan ekspor perdana kopi robusta ke Italia dengan volume mencapai 19,2 ton.
Ekspor tersebut mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp1,24 miliar dan menjadi salah satu langkah dalam memperkenalkan komoditas unggulan Bengkulu ke pasar internasional.
Keberhasilan pengiriman kopi robusta ke Italia diharapkan dapat berlanjut melalui transaksi ekspor berikutnya sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha daerah.
Selain mempertahankan peluang perdagangan dengan Italia, Bengkulu juga menjajaki perluasan pasar ekspor ke sejumlah negara dan kawasan, termasuk ASEAN, India, dan Pakistan.
Perluasan pasar internasional tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing komoditas daerah sekaligus membuka peluang perdagangan baru bagi pelaku usaha Bengkulu.
Melalui BRIEF 2026, BI dan Pemerintah Provinsi Bengkulu berupaya mengintegrasikan promosi investasi, pengembangan pariwisata, peningkatan nilai tambah komoditas, dan perluasan perdagangan internasional.
Wahyu berharap sinergi pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan calon investor dapat menghasilkan kemitraan bisnis serta realisasi investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi Bengkulu secara inklusif dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Shila Glorya




