HOME  ⁄  Nasional

Dudung Pastikan Rotasi Personel TNI-Polri Dalam Tugas Pemadaman Karhutla Kalimantan dan Sumatera untuk Cegah Kelelahan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Dudung Pastikan Rotasi Personel TNI-Polri Dalam Tugas Pemadaman Karhutla Kalimantan dan Sumatera untuk Cegah Kelelahan
Foto: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menjawab pertanyaan wartawan setelah mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin 12/10/2026 (sumber: ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman memastikan rotasi atau pergantian personel yang bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera telah dilakukan untuk mencegah kelelahan ekstrem selama operasi penanggulangan kebakaran.

Rotasi tersebut mencakup pergantian pasukan TNI yang bertugas di lokasi kebakaran, termasuk pengerahan personel dari Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Dudung menegaskan bahwa pergantian personel menjadi perhatian pimpinan TNI dan Polri untuk menjaga kondisi fisik petugas yang menghadapi medan sulit serta operasi pemadaman yang membutuhkan tenaga besar.

"Sudah (ada rotasi). Tadi juga disampaikan bahwa dari Kostrad juga diturunkan, dari Panglima TNI ada rotasi, ada pergantian, dan tentunya juga pasti ini sudah dipikirkan oleh para pimpinan-pimpinan baik TNI maupun kepolisian," ujar Dudung saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin malam.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Dudung mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri serta pimpinan lembaga negara untuk membahas perkembangan penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatera.

Prabowo Pimpin Rapat Dua Jam, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan Jadi Prioritas

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas selama sekitar dua jam untuk menerima laporan terkini mengenai kondisi kebakaran hutan dan lahan serta perkembangan operasi pemadaman di wilayah terdampak.

Rapat tersebut dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sejumlah pimpinan TNI turut mengikuti rapat melalui konferensi video, yakni Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, serta Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Rapat juga melibatkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto serta sejumlah panglima daerah militer, kepala kepolisian daerah, dan gubernur dari wilayah terdampak karhutla.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan mengenai perkembangan penanganan kebakaran sekaligus memberikan arahan kepada jajaran pemerintah, TNI, Polri, dan lembaga terkait.

Prabowo juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh personel yang bekerja memadamkan api serta pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penanggulangan karhutla.

Dudung menjelaskan bahwa pemerintah menetapkan sejumlah wilayah sebagai prioritas penanganan, terutama Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Kebakaran di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, menjadi salah satu perhatian Presiden karena wilayah tersebut merupakan habitat berbagai satwa liar, termasuk spesies yang dilindungi dan terancam punah.

Kabut Asap Tebal Hambat Pengeboman Air, Petugas Fokus Pemadaman Darat

Operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan dan Sumatera saat ini lebih difokuskan pada pemadaman melalui jalur darat dengan mengerahkan petugas langsung menuju titik-titik kebakaran.

Langkah tersebut dilakukan karena pemadaman melalui udara menggunakan metode pengeboman air atau water bombing menghadapi kendala akibat kabut asap yang terlalu tebal.

Kondisi kabut asap mengurangi jarak pandang sehingga menyulitkan penerbangan yang diperlukan untuk menjatuhkan air ke lokasi kebakaran.

Meski demikian, pemadaman melalui jalur darat juga menghadapi tantangan karena sejumlah titik api berada di kawasan yang sulit dijangkau.

"Operasi darat itu pemadaman dari darat, banyak daerah-daerah sulit terjangkau," ungkap Dudung.

Medan yang sulit menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam pengerahan personel serta pelaksanaan operasi pemadaman.

Selain kondisi geografis, keselamatan dan ketahanan fisik petugas juga menjadi perhatian pemerintah mengingat operasi penanggulangan kebakaran dilakukan dalam situasi lapangan yang berat.

Karena itu, rotasi personel dilakukan agar operasi dapat terus berjalan tanpa membebani petugas secara berlebihan.

TNI, Polri, BNPB hingga Relawan Dikerahkan Tangani Kebakaran Hutan

Penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatera melibatkan tim gabungan satuan tugas darat dan udara yang terdiri atas berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, petugas pemadam kebakaran, relawan, serta masyarakat.

Personel yang terlibat antara lain petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, polisi hutan Kementerian Kehutanan, dan tim operasi modifikasi cuaca.

Selain itu, operasi penanggulangan juga didukung Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), BNPB, serta dinas kehutanan daerah.

Relawan dan masyarakat turut membantu pelaksanaan penanganan kebakaran di wilayah terdampak.

Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk mengoptimalkan pengerahan personel, pemantauan kondisi lapangan, serta pelaksanaan pemadaman sesuai situasi di masing-masing wilayah.

Pemerintah juga memastikan pergantian petugas tetap berjalan agar personel memiliki kesempatan pemulihan setelah menjalankan operasi di lokasi kebakaran.

Karhutla Tanjung Puting Ancam Habitat Orangutan dan Satwa Dilindungi

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, mendapat perhatian khusus karena kawasan konservasi tersebut menjadi habitat berbagai satwa liar.

Salah satu satwa yang menghuni kawasan tersebut adalah orangutan liar yang keberadaan dan habitatnya perlu diperhatikan selama operasi pemadaman berlangsung.

Selain orangutan, Taman Nasional Tanjung Puting juga menjadi habitat bekantan, owa, kelasi, dan beruang madu.

Kawasan tersebut turut dihuni sejumlah jenis reptil, termasuk buaya muara, buaya senyulong, dan buaya siam.

Taman nasional itu juga memiliki ratusan spesies burung, termasuk burung enggang dan sandang lawe.

Keberadaan satwa liar tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan operasi penanggulangan kebakaran agar upaya pemadaman turut memperhatikan perlindungan habitat satwa.

Pemerintah tidak hanya memprioritaskan pemadaman titik api, tetapi juga mempertimbangkan keselamatan personel dan kondisi lingkungan di kawasan terdampak.

Pemerintah Pastikan Operasi Karhutla Berlanjut dengan Rotasi Personel

Pemerintah terus mengoordinasikan penanganan karhutla melalui keterlibatan kementerian, lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat.

Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan menjadi wilayah prioritas dalam operasi pemadaman yang dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi medan serta keterbatasan jarak pandang akibat kabut asap.

Pengerahan personel melalui jalur darat tetap dioptimalkan untuk menjangkau lokasi kebakaran yang membutuhkan penanganan langsung.

Sementara itu, rotasi petugas menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan operasi sekaligus mencegah kelelahan ekstrem pada personel yang berada di lapangan.

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, pemerintah berupaya memastikan penanggulangan karhutla berlangsung dengan memperhatikan efektivitas pemadaman, keselamatan petugas, serta perlindungan satwa liar dan habitatnya di kawasan terdampak.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026