HOME  ⁄  Nasional

Pemprov DKI Jakarta Teken Kerja Sama Strategis, Pramono Siapkan Rp5,07 Triliun untuk Elektrifikasi 3.782 Armada Transjakarta

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemprov DKI Jakarta Teken Kerja Sama Strategis, Pramono Siapkan Rp5,07 Triliun untuk Elektrifikasi 3.782 Armada Transjakarta
Foto: Penandatanganan 15 dokumen kerja sama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perangkat daerah di Balai Kota, Senin 12/10/2026 (sumber: Pemprov DKI Jakarta)

Pantau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat sinergi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perangkat daerah melalui penandatanganan 15 dokumen kerja sama strategis di Balai Kota DKI Jakarta, Senin.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa kerja sama tersebut harus menghasilkan langkah konkret untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan pelayanan publik, dan mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global pada 2030.

Salah satu kerja sama dengan nilai terbesar adalah pembiayaan elektrifikasi 3.782 unit bus Transjakarta dan Mikrotrans senilai Rp5,07 triliun yang ditargetkan berlangsung dalam tiga tahun mendatang.

"Ini bukan sekadar seremoni, tanda tangannya atau kerja samanya, tetapi realisasinya, karena ini merupakan bagian upaya mempercepat pembangunan dan pelayanan publik.", tegas Pramono.

Elektrifikasi Transjakarta Capai Rp5,07 Triliun, MRT Jakarta Dapat Dukungan Pembiayaan

Program elektrifikasi armada Transjakarta menjadi salah satu prioritas dalam kerja sama strategis tersebut untuk mempercepat penggunaan transportasi publik berbasis energi rendah karbon.

Pengadaan dan elektrifikasi 3.782 unit bus serta Mikrotrans itu juga diarahkan untuk mendukung pengendalian polusi udara sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Jakarta.

Selain sektor transportasi, Bank Jakarta menjalin kerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk membiayai pembangunan pedestrian deck atau fasilitas pejalan kaki di kawasan Dukuh Atas dengan nilai mencapai Rp220 miliar.

Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari penguatan konektivitas antarmoda transportasi publik di Jakarta.

Kerja sama lainnya mencakup pengembangan lahan, properti, dan kawasan berorientasi transit di sekitar jalur MRT Jakarta dengan nilai mencapai Rp396 miliar.

"Ada juga pengembangan lahan, properti dan kawasan berorientasi transit di sekitar jalur MRT dengan nilai Rp396 miliar.", jelas Pramono.

Menurut Pramono, BUMD memiliki peran strategis yang tidak hanya terbatas sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai Special Mission Vehicle (SMV) atau instrumen khusus pemerintah daerah dalam mendukung pelayanan publik dan menggerakkan perekonomian Jakarta.

Karena itu, seluruh kerja sama yang telah ditandatangani harus memiliki target pelaksanaan yang jelas, tata kelola yang baik, serta rencana tindak lanjut dengan indikator keberhasilan yang terukur.

"Yang paling penting, kerja sama ini harus ditindaklanjuti dengan target yang jelas dan terukur. Keberhasilannya bukan dilihat dari banyaknya dokumen yang ditandatangani, tetapi dari manfaat yang dirasakan warga dan kontribusinya terhadap Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan.", tegasnya.

Delapan BUMD Gandeng 31 Rumah Sakit Daerah, Pembiayaan Rumah Pekerja Informal Diperluas

Kerja sama strategis Pemprov DKI Jakarta juga menyasar sektor kesehatan melalui kolaborasi delapan BUMD dengan Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA) yang menaungi 31 rumah sakit daerah.

Kolaborasi tersebut mencakup dukungan rantai pasok pangan, pengelolaan limbah medis dan nonmedis, penyediaan layanan air bersih, serta fasilitas pembiayaan dan penjaminan.

Kerja sama sektor kesehatan juga meliputi integrasi layanan wisata kesehatan dengan sektor perhotelan untuk memperluas dukungan terhadap pelayanan rumah sakit daerah.

Sementara itu, pada sektor perumahan, Bank Jakarta dan Jamkrida Jakarta menggandeng Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta.

Kolaborasi tersebut bertujuan memperluas akses Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR), khususnya bagi pekerja sektor informal yang membutuhkan dukungan pembiayaan untuk memiliki hunian.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, PT Jakarta Tourisindo (Perseroda) menjalin kerja sama dengan SMK 58 Jakarta melalui fasilitasi penyelenggaraan pameran karya peserta didik.

Program tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan antara dunia pendidikan dan BUMD dalam mendukung pengembangan keterampilan peserta didik.

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Digital dan Kembangkan Energi Rendah Karbon

Pada sektor infrastruktur digital, PT Jakarta Infrastruktur Propertindo menjalin kerja sama dengan PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia dalam pemanfaatan sarana pendukung telekomunikasi serta penyediaan layanan konektivitas.

Kerja sama dengan PT Danareksa (Persero) turut mencakup penyelenggaraan media periklanan, pengembangan sistem kamera pengawas (CCTV), pusat data, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Di sektor energi berkelanjutan, Perumda Paljaya bersama PT Pertamina (Persero) menjajaki pemanfaatan limbah lemak, minyak, dan gemuk atau Fat, Oil, and Grease (FOG) sebagai bahan baku produksi bahan bakar nabati (biofuel).

Pemanfaatan limbah tersebut menjadi salah satu bentuk pengembangan energi alternatif berbasis pengolahan limbah.

PT Transportasi Jakarta juga menggandeng Pertamina untuk mengembangkan ekosistem hidrogen dan mendorong pemanfaatan energi rendah karbon dalam operasional transportasi publik.

Kolaborasi ini sejalan dengan upaya Pemprov DKI Jakarta memperkuat sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan serta mendukung pengendalian emisi.

MRT Jakarta Kembangkan Kawasan Berorientasi Transit, PAM JAYA Perluas Kolaborasi

Sinergi antar-BUMD juga dilakukan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) bersama PT MRT Jakarta (Perseroda) melalui pengembangan kawasan, properti, dan konsep pembangunan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).

Pengembangan tersebut diarahkan pada kawasan di sepanjang jalur MRT Jakarta Timur-Barat (East–West) untuk mendukung integrasi transportasi dengan aktivitas ekonomi dan pengembangan kawasan perkotaan.

Sementara itu, PAM JAYA memperkuat kolaborasi dengan PT Jakarta Infrastruktur Propertindo dan PT Jamkrida Jakarta sebagai bagian dari perluasan kerja sama strategis antar-BUMD.

Sejumlah BUMD lainnya turut menjalin kerja sama dalam pengelolaan air limbah di kawasan pasar, fasilitas MRT, dan kawasan industri.

Ruang lingkup kolaborasi tersebut juga mencakup pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) untuk mendukung penguatan layanan pengelolaan lingkungan.

Pramono Targetkan Jakarta Masuk 50 Kota Global Teratas pada 2030

Pramono menegaskan bahwa transformasi Jakarta menuju jajaran 50 kota global teratas pada 2030 membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan.

Menurutnya, penguatan infrastruktur, peningkatan konektivitas, pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, serta pemanfaatan energi rendah karbon menjadi bagian penting dalam mencapai target tersebut.

Peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi perhatian utama agar pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Pemprov DKI Jakarta menempatkan BUMD sebagai salah satu penggerak utama dalam mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Melalui penandatanganan 15 dokumen kerja sama strategis tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan kolaborasi BUMD, BUMN, dan perangkat daerah dapat diwujudkan melalui program pembangunan yang terukur.

Seluruh kerja sama diharapkan mampu mempercepat penyediaan infrastruktur, memperluas akses layanan publik, meningkatkan penggunaan energi rendah karbon, serta mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan pada 2030.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026