
Pantau - Komando Distrik Militer (Kodim) 1710/Mimika berhasil merampungkan pembangunan 10 Jembatan Garuda Merah Putih yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dengan capaian pekerjaan 100 persen dan seluruhnya kini telah digunakan masyarakat.
Komandan Kodim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, mengatakan pembangunan jembatan tersebut bertujuan meningkatkan konektivitas wilayah, mempermudah akses transportasi, serta mendukung mobilitas masyarakat di Kota Timika dan daerah pinggiran Kabupaten Mimika.
"Pembangunannya sudah tuntas 100 persen. Sepuluh unit jembatan ini sudah dibangun dan sudah digunakan oleh masyarakat," ujar Jozanda di Timika, Senin (12/10).
Sebanyak 10 jembatan tersebut dibangun di sejumlah lokasi, yakni SP 1 dan SP 4 Distrik Wania, SP 3 Distrik Kuala Kencana, serta Kelurahan Pasar Sentral di Distrik Mimika Baru.
Dari keseluruhan jembatan yang telah diselesaikan, dua jembatan berukuran paling besar berada di Kelurahan Pasar Sentral, sedangkan delapan jembatan lainnya memiliki panjang bentang antara delapan hingga 12 meter.
Jembatan Jalan Nangka Sepanjang 50 Meter Jadi yang Terbesar di Mimika
Jozanda menjelaskan bahwa jembatan terbesar dalam program pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih berada di Jalan Nangka, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru.
Jembatan tersebut memiliki panjang bentang mencapai 50 meter dengan lebar lima meter.
Sementara itu, jembatan terbesar kedua adalah Jembatan Pisang yang juga berlokasi di Kelurahan Pasar Sentral dengan panjang bentang 30 meter dan lebar lima meter.
Adapun delapan jembatan lainnya memiliki ukuran lebih kecil dengan panjang bentang bervariasi, yakni delapan meter, 10 meter, dan 12 meter.
Seluruh jembatan dibangun di kawasan Kota Timika dan wilayah pinggiran Mimika untuk memperkuat akses penghubung antarkawasan yang dibutuhkan masyarakat.
"Sisanya itu ada yang delapan meter, 10 meter, dan 12 meter. Semua lokasinya di dalam Kota Timika dan pinggiran Mimika. Pembangunan jembatan itu untuk kepentingan rakyat sehingga fasilitas yang dibangun dapat dirasakan oleh masyarakat," jelas Jozanda.
Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menjangkau berbagai wilayah dengan lebih mudah, terutama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain mendukung transportasi warga, pembangunan infrastruktur penghubung tersebut juga diarahkan untuk memperlancar pergerakan orang dan barang di Kabupaten Mimika.
Pembangunan Dimulai Juni 2026, Material Jembatan Didatangkan dari Surabaya
Program pembangunan 10 Jembatan Garuda Merah Putih di Kabupaten Mimika diluncurkan pada Juni 2026.
Peluncuran program ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Jalan Nangka, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru.
Peletakan batu pertama tersebut dilakukan oleh Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang.
Pembangunan jembatan berlangsung sekitar dua bulan, dengan waktu pengerjaan yang berbeda sesuai ukuran dan kebutuhan konstruksi masing-masing lokasi.
Menurut Jozanda, pembangunan jembatan sepanjang 50 meter di Jalan Nangka membutuhkan waktu paling lama dibandingkan sembilan jembatan lainnya.
Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan ketersediaan material konstruksi di wilayah Timika.
Sejumlah bahan yang diperlukan tidak tersedia di Kabupaten Mimika sehingga harus didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur.
Proses pengiriman material tersebut menyebabkan pengerjaan jembatan Jalan Nangka membutuhkan waktu lebih panjang.
"Yang paling lama itu 50 meter di Jalan Nangka, Kelurahan Pasar Sentral, sekitar dua bulan lebih karena kami menunggu material dari Surabaya waktu itu karena di Timika tidak ada," ungkap Jozanda.
Meski menghadapi kendala pengadaan material, seluruh pembangunan jembatan pada tahap pertama akhirnya dapat diselesaikan dan fasilitas tersebut telah dimanfaatkan masyarakat.
Mimika Direncanakan Dapat Tambahan Sembilan Jembatan pada November 2026
Setelah menyelesaikan pembangunan 10 Jembatan Garuda Merah Putih, Kabupaten Mimika berpeluang mendapatkan tambahan sembilan jembatan pada tahap berikutnya.
Berdasarkan informasi sementara yang diterima Kodim 1710/Mimika, pembangunan sembilan jembatan tambahan tersebut direncanakan dimulai pada November 2026.
Namun, Jozanda menegaskan bahwa jadwal pelaksanaan pembangunan tahap kedua belum dapat dipastikan.
Kodim 1710/Mimika masih menunggu keputusan dan arahan resmi dari Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD) terkait kelanjutan program tersebut.
"Informasi November ini, namun kami belum tahu pasti apakah ada perubahan dari Mabes AD. Kalau ada perubahannya nanti saya sampaikan lagi," kata Jozanda.
Dengan demikian, rencana pembangunan sembilan jembatan tambahan masih bersifat sementara dan dapat mengalami perubahan sesuai keputusan Mabes TNI AD.
Apabila rencana tersebut terealisasi, jumlah Jembatan Garuda Merah Putih yang dibangun di Kabupaten Mimika akan bertambah menjadi 19 unit.
Jembatan Garuda Merah Putih Diharapkan Perkuat Ekonomi dan Mobilitas Warga
Jozanda berharap keberadaan 10 jembatan yang telah selesai dibangun dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Mimika.
Pembangunan infrastruktur tersebut diarahkan untuk mempermudah akses transportasi antarkampung dan kelurahan, khususnya di kawasan Kota Timika dan wilayah pinggiran.
Jembatan-jembatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antardistrik sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih baik menuju berbagai wilayah.
Dari sisi ekonomi, keberadaan sarana penghubung tersebut diharapkan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, termasuk pergerakan orang dan barang yang berkaitan dengan kegiatan usaha setempat.
Akses transportasi yang lebih baik juga diharapkan dapat membantu masyarakat menjalankan kegiatan sehari-hari dengan lebih lancar.
Kodim 1710/Mimika menempatkan pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih sebagai bagian dari upaya penyediaan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Dengan selesainya pembangunan 10 jembatan pada tahap pertama, masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Mimika kini telah menggunakan fasilitas penghubung tersebut.
Sementara itu, rencana pembangunan sembilan jembatan tambahan masih menunggu kepastian dari Mabes TNI AD sebelum dapat dilaksanakan.
Melalui program tersebut, Kodim 1710/Mimika berharap konektivitas wilayah, mobilitas penduduk, akses transportasi antarkampung, serta aktivitas perekonomian masyarakat di Kabupaten Mimika dapat terus meningkat.
- Penulis :
- Arian Mesa




