HOME  ⁄  Nasional

Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan, Pemerintah Indonesia Masih Bahas Kerja Sama

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan, Pemerintah Indonesia Masih Bahas Kerja Sama
Foto: Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat (sumber: ANTARA/M Fikri Setiawan)

Pantau - Pemerintah Indonesia masih membahas tawaran bantuan dari Malaysia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan, sementara operasi pemadaman terus dilakukan di kawasan terdampak.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, mengatakan pembahasan tersebut berkaitan dengan kemungkinan kolaborasi kedua negara dalam mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

"Nah ini lagi didiskusikan. Bagaimana kita berkolaborasi soal bantuan itu ya," ujar Jumhur saat ditemui di Jakarta, Senin (12/10).

Menurut Jumhur, pemerintah masih melakukan koordinasi secara intensif untuk membahas tawaran bantuan tersebut sehingga belum ada kepastian mengenai bentuk maupun waktu pelaksanaan kerja sama.

"Bukan kapan, lagi dikerjain. Nanti dikabarin, saya kabarin. Ongoing ya, ongoing," tegasnya.

Pembahasan bantuan dari Malaysia berlangsung ketika pemerintah Indonesia sedang meningkatkan operasi pemadaman karhutla, terutama di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Malaysia Tunggu Respons Indonesia Terkait Tawaran Bantuan Karhutla

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyampaikan bahwa pemerintah Malaysia masih menunggu respons Indonesia mengenai tawaran bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Tawaran tersebut ditujukan untuk mendukung penanganan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup saat ini masih mendiskusikan kemungkinan kerja sama tersebut.

Jumhur menjelaskan bahwa pembahasan masih berlangsung dan pemerintah belum menetapkan jadwal pelaksanaan kolaborasi dengan Malaysia.

Belum ada pula pengumuman resmi mengenai bentuk bantuan yang akan diterima Indonesia apabila kerja sama tersebut disepakati.

Koordinasi kedua negara menjadi bagian dari pembahasan mengenai dukungan penanganan kebakaran yang saat ini masih berlangsung di lapangan.

Sementara proses pembahasan berjalan, pemerintah Indonesia tetap mengerahkan personel dan sumber daya untuk menangani titik-titik kebakaran di wilayah terdampak.

Prabowo Beri Perhatian Khusus pada Kebakaran Taman Nasional Tanjung Puting

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama pemerintah dalam penanganan karhutla adalah Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah.

Kawasan tersebut merupakan pusat konservasi dan rehabilitasi orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) yang memiliki peran penting dalam perlindungan satwa liar dan habitatnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap kebakaran yang terjadi di kawasan konservasi tersebut.

Hal itu disampaikan Dudung setelah mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo dan sejumlah pejabat pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin malam.

Perhatian pemerintah terhadap Taman Nasional Tanjung Puting berkaitan dengan upaya melindungi habitat orangutan Kalimantan serta menjaga keberlangsungan fungsi kawasan konservasi.

Selain Tanjung Puting, pemerintah juga terus mengintensifkan pemadaman di sejumlah lokasi kebakaran lainnya di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Operasi penanggulangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, akses menuju lokasi kebakaran, serta keselamatan personel yang bertugas.

Kabut Asap Tebal Hambat Helikopter, Pemadaman Karhutla Didominasi Operasi Darat

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan masih menghadapi kendala akibat kabut asap tebal yang membatasi jarak pandang.

Kondisi tersebut menyulitkan operasi pemadaman melalui udara karena sejumlah lokasi kebakaran tidak dapat dijangkau secara optimal menggunakan helikopter.

Pemerintah akhirnya lebih banyak mengandalkan operasi darat dengan mengerahkan petugas langsung menuju titik-titik kebakaran.

Dudung menjelaskan bahwa berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), operasi helikopter sebenarnya telah dilaksanakan untuk membantu penanganan karhutla.

Namun, kondisi kabut asap menyebabkan pelaksanaan pemadaman melalui jalur darat menjadi lebih dominan.

"Laporan dari Kepala BNPB bahwa heli, operasional helikopter ini sudah dilaksanakan dan banyak lebih dominan kepada operasi darat, karena memang sulit untuk dijangkau dari udara, karena memang asapnya terlalu tebal," ungkap Dudung.

Keterbatasan jarak pandang menjadi salah satu hambatan utama dalam pelaksanaan operasi udara di kawasan terdampak kebakaran.

Selain menghadapi kendala asap, petugas pemadam juga harus menjangkau sejumlah lokasi kebakaran yang berada di kawasan dengan akses sulit.

Kondisi tersebut membuat pelaksanaan operasi darat menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah Intensifkan Pemadaman Sambil Bahas Bantuan Malaysia

Pemerintah Indonesia terus menjalankan operasi penanggulangan karhutla di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan dengan memprioritaskan kawasan yang terdampak kebakaran.

Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan menjadi wilayah yang mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan operasi pemadaman.

Khusus di Taman Nasional Tanjung Puting, penanganan kebakaran juga mempertimbangkan perlindungan habitat orangutan Kalimantan dan fungsi kawasan konservasi.

Sementara itu, pemerintah masih membahas kemungkinan pemanfaatan bantuan dari Malaysia untuk mendukung operasi penanggulangan karhutla.

Hingga keterangan Jumhur disampaikan pada Senin (12/10), belum ada keputusan akhir mengenai bentuk bantuan maupun jadwal pelaksanaan kerja sama kedua negara.

Pemerintah Indonesia tetap melanjutkan operasi pemadaman melalui jalur darat dan udara sesuai kondisi lapangan, meskipun kabut asap tebal masih membatasi penggunaan helikopter di sejumlah lokasi.

Koordinasi penanganan karhutla dan pembahasan tawaran bantuan Malaysia terus berlangsung sebagai bagian dari upaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026