
Pantau - Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo menyelidiki dua kasus penyerangan terhadap warga sipil yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan seorang aparatur sipil negara (ASN) mengalami luka-luka.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Pol Faizal Ramadhani, pada Senin (12/10), menjelaskan bahwa kedua penyerangan tersebut terjadi dalam waktu berdekatan, yakni pada Minggu (11/10) malam dan Senin (12/10) pagi.
Penyerangan pertama terjadi pada Minggu malam dengan korban seorang warga sipil berinisial A (46) yang meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Sementara itu, penyerangan kedua terjadi pada Senin pagi dengan korban seorang ASN Pemerintah Kabupaten Yahukimo berinisial ET (51) yang mengalami luka-luka.
Polisi Duga KKB Kodap XVI Yahukimo Terlibat Penyerangan
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga penyerangan terhadap ASN berinisial ET dilakukan oleh anggota KKB Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Kopi Tua Heluka.
Untuk mengungkap kedua kasus tersebut, personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan barang bukti dan informasi terkait penyerangan.
Aparat kepolisian juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui kronologi kejadian sekaligus mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas kedua serangan.
Faizal menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan pihak-pihak yang terlibat dalam penyerangan tersebut.
Hingga kini, aparat keamanan masih mendalami dugaan keterlibatan kelompok bersenjata dalam kedua peristiwa yang terjadi di wilayah Dekai tersebut.
Jenazah Korban Dievakuasi ke Makassar, ASN Dirawat di Jayapura
Sementara penyelidikan berlangsung, aparat telah mengevakuasi kedua korban melalui jalur berbeda untuk penanganan lebih lanjut.
Jenazah warga sipil berinisial A dievakuasi melalui Timika untuk selanjutnya diterbangkan menuju Makassar, Sulawesi Selatan, sebelum dimakamkan di kampung halamannya.
Adapun ASN berinisial ET yang mengalami luka-luka telah dievakuasi menuju Jayapura untuk mendapatkan penanganan medis dan perawatan intensif.
Evakuasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan terhadap korban setelah dua penyerangan yang terjadi dalam waktu berdekatan di Kabupaten Yahukimo.
Aparat Perketat Pengawasan Keamanan dan Imbau Warga Tetap Tenang
Selain menyelidiki kasus penyerangan, aparat keamanan terus berupaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Yahukimo agar tetap kondusif.
Faizal mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh berbagai informasi yang beredar, terutama kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan keresahan dan mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Faizal juga meminta masyarakat berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing selama aparat melakukan penyelidikan.
"Masyarakat diharapkan tetap tenang dan bersama-sama menjaga keamanan agar tetap kondusif," kata Faizal.
Aparat gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku kedua penyerangan sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Yahukimo.
- Penulis :
- Leon Weldrick




