
Pantau - Pasar Modal Indonesia bersama Yayasan Sahabat Pedalaman meresmikan Jembatan Cikotak di Desa Cibojong, Kabupaten Serang, Banten, pada Rabu (7/10/2026), untuk meningkatkan akses pendidikan, distribusi hasil pertanian, dan kegiatan ekonomi sekitar 1.500 warga.
Jembatan beton tersebut dibangun untuk menggantikan jembatan kayu yang telah digunakan sejak 1940 dan mengalami kerusakan berulang akibat banjir.
Pembangunan dilakukan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Pasar Modal Indonesia.
Program tersebut diinisiasi oleh organisasi pengatur mandiri atau Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri atas Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Jembatan Cikotak Gantikan Infrastruktur Lama Sejak 1940
Pembangunan Jembatan Cikotak dilaksanakan karena kondisi jembatan kayu sebelumnya sudah tidak layak digunakan masyarakat.
Jembatan lama yang telah berdiri selama puluhan tahun kerap mengalami kerusakan akibat banjir sehingga mengganggu mobilitas warga.
Melalui pembangunan jembatan beton, masyarakat kini memiliki akses penghubung yang lebih kokoh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Keberadaan jembatan baru tersebut diharapkan mempermudah perjalanan anak-anak menuju sekolah serta membantu petani mengangkut hasil pertanian.
Perwakilan Panitia HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia, Farhan Fawwaz, mengatakan pembaruan jembatan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Kampung Cikotak.
“Jembatan Cikotak sebelumnya sudah tidak layak dan memang perlu diperbarui. Sekarang jembatan sudah terbangun dengan kokoh dan digunakan oleh warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari bersekolah hingga mendistribusikan hasil pertanian dan menjalankan kegiatan ekonomi,” ujar Fawwaz.
Pembangunan Jembatan Libatkan Gotong Royong Masyarakat
Fawwaz mengapresiasi keterlibatan warga dalam proses pembangunan Jembatan Cikotak.
Menurutnya, semangat gotong royong masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang mendukung penyelesaian pembangunan fasilitas tersebut.
Warga turut berpartisipasi dalam proses pembangunan sejak pagi hingga sore hari untuk mempercepat penyelesaian jembatan.
“Jembatan ini lahir dari gotong royong masyarakat. Senang sekali melihat dokumentasi warga yang bersemangat membangun jembatan sejak pagi hingga sore hari sehingga prosesnya bisa cepat selesai. Harapannya, jembatan ini dapat dijaga dan dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Ia berharap masyarakat dapat menjaga kondisi jembatan agar tetap dapat digunakan dalam jangka panjang.
Jembatan Diserahkan kepada Pemerintah Desa Cibojong
Peresmian Jembatan Cikotak dihadiri Kepala Desa Cibojong, perangkat Desa Kadubeureum, perwakilan kecamatan, serta masyarakat setempat.
Dalam kegiatan tersebut, Farhan Fawwaz didampingi Kepala Kantor Perwakilan BEI Provinsi Banten, Fadly Fatah, menyerahkan jembatan secara simbolis kepada Kepala Desa Cibojong, Nopallailudin.
Prosesi penyerahan turut disaksikan Direktur Yayasan Sahabat Pedalaman, Wafiq Zuhair Muhammad.
Nopallailudin menyampaikan apresiasi kepada Pasar Modal Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan.
“Terima kasih kepada Pasar Modal Indonesia dan seluruh pihak yang telah ikut membantu mewujudkan jembatan yang kokoh. Kami sangat senang. Semoga jembatan ini bermanfaat dan membawa berkah bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kampung Cikotak,” ujar Nopallailudin.
Jembatan Baru Diharapkan Dukung Ekonomi dan Pendidikan
Jembatan Cikotak diproyeksikan menunjang mobilitas sekitar 1.500 warga yang memanfaatkan jalur tersebut untuk berbagai kebutuhan.
Akses yang lebih baik diharapkan dapat mendukung kegiatan pendidikan, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mempermudah aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Pembangunan jembatan juga menjadi bagian dari kontribusi sosial Pasar Modal Indonesia dalam mendukung penyediaan infrastruktur masyarakat.
Program tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengembangan infrastruktur yang tangguh.
Melalui kerja sama dengan Yayasan Sahabat Pedalaman dan masyarakat setempat, Pasar Modal Indonesia berharap fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Kampung Cikotak dan sekitarnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




