
Pantau - PT PLN (Persero) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menerapkan sistem penyalaan listrik bergilir setiap enam jam di Pulau Bintan menyusul pemadaman listrik total atau blackout yang melanda Kota Batam sejak Senin (12/10/2026).
Gangguan sistem kelistrikan di Batam tersebut berdampak langsung terhadap pasokan listrik di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan karena sebagian besar kebutuhan listrik kedua wilayah itu bergantung pada suplai dari Batam.
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto, menjelaskan bahwa pihaknya sementara hanya mengandalkan dua pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kedua pembangkit tersebut adalah PLTD Suka Berenang dan PLTD yang berada di Kelurahan Air Raja, Kota Tanjungpinang, dengan total kapasitas daya maksimal mencapai 32 megawatt (MW).
Sementara itu, kebutuhan listrik masyarakat di Pulau Bintan mencapai sekitar 80 hingga 100 MW sehingga kapasitas pembangkit lokal belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan secara bersamaan.
"Sedangkan beban rata-rata pemakaian listrik di Pulau Bintan per hari mencapai 80-100 MegaWatt, makanya kita coba maksimalkan daya yang ada untuk melayani warga secara bergantian per enam jam," kata Rully di Tanjungpinang, Selasa (13/10/2026).
Pasokan Listrik Hanya 32 MW, PLN Prioritaskan Rumah Sakit
Rully menjelaskan bahwa keterbatasan kapasitas pembangkit lokal menjadi alasan utama PLN Tanjungpinang menerapkan penyalaan listrik secara bergantian.
Dengan kapasitas maksimal 32 MW, dua PLTD yang masih beroperasi hanya mampu menyediakan sekitar 32 hingga 40 persen dari total kebutuhan daya listrik di Pulau Bintan.
Kondisi tersebut membuat PLN harus mengatur pembagian pasokan listrik agar masyarakat tetap mendapatkan layanan meskipun belum dapat menikmati listrik secara bersamaan.
Melalui sistem penyalaan bergilir setiap enam jam, PLN berupaya mengoptimalkan daya yang tersedia sambil menunggu pemulihan pasokan dari Batam.
Rully menegaskan bahwa dalam pembagian pasokan listrik yang terbatas, PLN memprioritaskan kawasan yang memiliki objek vital dan membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan.
Salah satu fasilitas yang menjadi prioritas utama adalah rumah sakit karena membutuhkan listrik untuk menunjang aktivitas medis dan pelayanan kepada pasien.
PLN berupaya menjaga pasokan listrik ke fasilitas kesehatan agar gangguan kelistrikan tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Blackout Batam Dipicu Sejumlah Pembangkit Keluar dari Sistem
Rully menjelaskan bahwa gangguan kelistrikan bermula ketika sejumlah pembangkit listrik di Batam keluar dari sistem secara bersamaan pada Senin pagi, 12 Oktober 2026.
Kondisi tersebut menyebabkan pembangkit lain yang masih beroperasi harus menanggung beban daya lebih tinggi.
Namun, pembangkit yang tersisa tidak mampu menanggung peningkatan beban tersebut sehingga terjadi gangguan sistem yang mengakibatkan pemadaman listrik secara luas.
Gangguan di Batam kemudian berdampak terhadap sistem kelistrikan Pulau Bintan yang bergantung pada pasokan listrik dari wilayah tersebut.
Menurut Rully, sejumlah pembangkit di Batam mulai berangsur pulih hingga Senin malam setelah mengalami gangguan.
Meski demikian, pemulihan tersebut belum memungkinkan penyaluran kembali listrik dari Batam menuju Pulau Bintan karena frekuensi sistem kelistrikan secara teknis belum stabil.
Rully mengungkapkan bahwa kondisi kelistrikan di Batam hingga Senin malam juga belum sepenuhnya pulih dan masih mengalami pemadaman secara bergantian.
"Sampai tadi malam, listrik di Batam juga belum pulih total. Kondisinya padam nyala hingga pagi," ujar Rully.
Akibat gangguan tersebut, sejumlah masyarakat di Pulau Bintan mengalami pemadaman listrik dalam waktu cukup panjang sejak Senin pagi hingga Selasa.
Kijang dan Tanjung Uban Terdampak Parah, PLN Ungkap Kendala Teknis
Rully menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang masih terdampak pemadaman listrik akibat gangguan sistem kelistrikan Batam.
Beberapa wilayah yang mengalami dampak cukup berat antara lain Kijang dan Tanjung Uban di Kabupaten Bintan.
Menurut Rully, PLN Tanjungpinang belum dapat menyalurkan pasokan listrik dari PLTD lokal menuju sejumlah wilayah tersebut karena adanya kendala teknis.
Kendala itu berkaitan dengan jarak penyaluran listrik yang relatif jauh dari pembangkit di Tanjungpinang menuju wilayah Kabupaten Bintan.
Jarak penyaluran yang jauh berpotensi menyebabkan penurunan tegangan listrik sehingga pasokan yang diterima masyarakat menjadi rendah atau tidak stabil.
Rully menjelaskan bahwa memaksakan penyaluran listrik dalam kondisi tegangan tidak stabil justru berisiko menimbulkan kerusakan pada peralatan elektronik masyarakat.
"Kalau kita paksakan, masyarakat tetap tak bisa maksimal menikmati listrik. Justru dapat merusak peralatan listrik," ucapnya.
Oleh karena itu, PLN tidak memaksakan penyaluran listrik dari pembangkit lokal menuju wilayah yang secara teknis belum memungkinkan menerima pasokan dengan tegangan stabil.
PLN Targetkan Listrik Bintan Pulih 100 Persen Selasa Malam
Di tengah keterbatasan pasokan, PLN Tanjungpinang terus mengupayakan pemulihan sistem kelistrikan agar suplai listrik dari Batam dapat kembali disalurkan menuju Pulau Bintan.
Rully menyampaikan bahwa PLN menargetkan pasokan listrik dari Batam mulai dapat dikirim kembali ke Pulau Bintan pada Selasa sore, 13 Oktober 2026.
Namun, realisasi target tersebut masih bergantung pada proses pemulihan sejumlah pembangkit listrik di Batam, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam.
PLN masih menunggu pemulihan PLTU Tanjung Kasam agar pembangkit tersebut dapat kembali beroperasi dan mendukung kestabilan sistem kelistrikan.
Beroperasinya kembali PLTU Tanjung Kasam diharapkan memungkinkan penyaluran pasokan listrik dari Batam menuju Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Rully berharap proses pemulihan pembangkit berjalan sesuai rencana sehingga pasokan listrik di Pulau Bintan dapat kembali normal pada Selasa malam.
"Mudah-mudahan malam ini, pasokan listrik di Pulau Bintan sudah pulih 100 persen," demikian Rully.
Sambil menunggu pemulihan pasokan dari Batam, PLN Tanjungpinang tetap mengoptimalkan dua PLTD lokal dan menerapkan penyalaan listrik bergilir dengan memprioritaskan fasilitas vital, terutama rumah sakit.
Target pemulihan penuh pada Selasa malam tersebut masih bergantung pada keberhasilan pemulihan pembangkit dan kestabilan sistem kelistrikan di Batam.
- Penulis :
- Shila Glorya




