HOME  ⁄  Nasional

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Hanguskan Lebih dari 100 Hektare Lahan, Petugas Waspadai Api Merambat ke Permukiman

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Hanguskan Lebih dari 100 Hektare Lahan, Petugas Waspadai Api Merambat ke Permukiman
Foto: Api membakar badan Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulut. Gunung Lokon Ditetapkan Kementerian Kehutanan sebagai Cagar Alam (sumber: ANTARA/Karel A Polakitan)

Pantau - Kebakaran melanda kawasan Cagar Alam Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, pada Selasa sekitar pukul 10.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita), dengan luas lahan yang terbakar dilaporkan telah mencapai lebih dari 100 hektare hingga pukul 13.00 Wita.

Kobaran api dilaporkan masih bergerak menuju bagian utara kawasan cagar alam, sehingga petugas gabungan terus berupaya melakukan pemadaman untuk mencegah kebakaran meluas hingga menjangkau permukiman warga di sekitar lereng gunung.

Personel Resort Cagar Alam Gunung Lokon, Hairil, mengungkapkan bahwa total luas kawasan konservasi tersebut mencapai sekitar 720 hektare, sementara lahan yang telah terbakar diperkirakan mencapai lebih dari 14 persen dari keseluruhan kawasan.

"Luas kawasan cagar alam ini sekitar 720 hektare, sementara areal yang terbakar hingga pukul 13.00 Wita 100 hektare lebih," kata Hairil di Manado, Selasa.

Menurut Hairil, api masih terus bergerak ke arah utara, khususnya menuju kawasan yang dikenal dengan sebutan Batu Licin.

Pergerakan api tersebut menjadi perhatian petugas karena hembusan angin berpotensi mempercepat penyebaran kebakaran ke bagian kawasan cagar alam yang belum terdampak.

Api Bergerak ke Arah Batu Licin, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Hairil menjelaskan bahwa kebakaran yang mulai terjadi sekitar pukul 10.00 Wita tersebut terus meluas hingga menghanguskan lebih dari 100 hektare lahan dalam waktu sekitar tiga jam.

Berdasarkan pemantauan petugas hingga pukul 13.00 Wita, kobaran api masih aktif dan bergerak menuju bagian utara Cagar Alam Gunung Lokon.

Kondisi angin menjadi salah satu faktor yang diwaspadai karena dapat memengaruhi arah pergerakan api dan memperbesar potensi kebakaran menjangkau kawasan lainnya.

Sementara itu, penyebab kebakaran yang menghanguskan sebagian kawasan konservasi tersebut masih dalam proses penyelidikan petugas.

Hairil mengungkapkan adanya indikasi awal bahwa kebakaran diduga berkaitan dengan tindakan pembakaran, meskipun penyebab pastinya belum dapat dipastikan.

"Kami masih menyelidiki, ada indikasi dibakar," ujar Hairil.

Petugas masih melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber api dan memastikan penyebab kebakaran yang melanda kawasan Cagar Alam Gunung Lokon.

Tim Gabungan Dikerahkan, Dua Mobil Damkar Disiagakan di Sekitar Permukiman

Upaya pemadaman kebakaran melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur, termasuk Kepolisian Resor (Polres) Tomohon, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemerintah Kota Tomohon, pemerintah kecamatan, dan pemerintah kelurahan.

Selain aparat keamanan dan unsur pemerintahan, masyarakat setempat turut membantu penanganan kebakaran agar kobaran api tidak semakin meluas.

Hairil menegaskan bahwa prioritas utama petugas saat ini adalah mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran merambat hingga mencapai kawasan permukiman warga.

"Fokus kami masih memadamkan api agar tidak meluas dan menjangkau areal permukiman," katanya menambahkan.

Kekhawatiran terhadap penyebaran api muncul karena terdapat kawasan permukiman masyarakat di sekitar lereng Gunung Lokon yang berpotensi terdampak apabila kebakaran terus meluas.

Sebagai langkah antisipasi, sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran telah disiagakan untuk membantu melindungi permukiman warga dari kemungkinan perambatan api.

Penyiagaan kendaraan pemadam kebakaran tersebut difokuskan pada upaya pencegahan agar kobaran api dari kawasan cagar alam tidak mencapai rumah-rumah masyarakat.

Sementara itu, personel gabungan masih berupaya melakukan pemadaman di kawasan yang terbakar dengan memperhatikan arah pergerakan api dan kondisi angin.

Warga Diajak Bergotong Royong Cegah Kebakaran Meluas

Di tengah proses pemadaman yang masih berlangsung, Hairil mengajak masyarakat sekitar Cagar Alam Gunung Lokon untuk meningkatkan kewaspadaan dan berpartisipasi dalam penanganan kebakaran.

Ia berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, dan tim gabungan untuk mencegah penyebaran api ke kawasan yang lebih luas.

"Kami berharap warga sekitar bahu-membahu, bergotong-royong agar kebakaran tidak meluas dan menjangkau permukiman," harap Hairil.

Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu bagian dari upaya penanganan kebakaran, terutama untuk membantu mengantisipasi kemungkinan api bergerak mendekati wilayah permukiman.

Hingga laporan tersebut disampaikan, tim gabungan masih melakukan pemadaman, sementara kobaran api dilaporkan terus bergerak menuju arah utara kawasan Cagar Alam Gunung Lokon.

Petugas juga masih menyelidiki penyebab kebakaran setelah menemukan indikasi awal adanya dugaan tindakan pembakaran.

Kebakaran yang telah menghanguskan lebih dari 100 hektare kawasan konservasi tersebut masih menjadi perhatian aparat dan masyarakat karena berpotensi meluas mengikuti arah angin serta mengancam permukiman di sekitar lereng Gunung Lokon.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026