
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengingatkan para murid untuk mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan memperhatikan tiga aspek utama, yakni penguasaan materi pelajaran, strategi pengerjaan soal, dan kesiapan mental.
Pesan tersebut disampaikan Abdul Mu'ti kepada para murid SMA Negeri 1 Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sebagaimana disampaikan melalui pernyataan tertulis di Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, keberhasilan menghadapi TKA tidak hanya bergantung pada kemampuan akademik, tetapi juga ditentukan oleh ketepatan strategi dan kondisi mental murid ketika mengerjakan soal ujian.
“Pertama, kuasai materi. Kedua, siapkan strategi. Ketiga, persiapkan mental. Ketiga itu adalah kuncinya,” ujar Mendikdasmen Mu'ti.
Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa ketiga aspek tersebut harus dipersiapkan secara seimbang agar murid dapat mengerjakan soal secara optimal dan menunjukkan kemampuan akademik yang dimiliki.
Ia juga mengingatkan agar para murid tidak mudah merasa tertekan ketika menghadapi pertanyaan yang sulit, termasuk soal dengan teks bacaan panjang yang membutuhkan pemahaman dan penalaran.
Mendikdasmen Tekankan Penguasaan Materi, Strategi, dan Mental
Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa penguasaan materi menjadi fondasi utama dalam menghadapi TKA karena murid harus memahami konsep dan pengetahuan yang digunakan untuk menjawab pertanyaan.
Namun, menurutnya, penguasaan materi saja tidak cukup apabila tidak disertai strategi yang tepat dalam memahami dan menyelesaikan soal.
Strategi pengerjaan diperlukan agar murid dapat memanfaatkan pengetahuan yang telah dipelajari secara efektif, terutama ketika menghadapi pertanyaan yang membutuhkan kemampuan membaca dan bernalar.
Selain penguasaan materi dan strategi, kesiapan mental menjadi faktor penting yang harus diperhatikan selama pelaksanaan ujian.
Abdul Mu'ti mengingatkan bahwa murid yang telah memahami materi dan memiliki strategi pengerjaan tetap dapat mengalami kesulitan apabila tidak mampu mengendalikan stres.
Karena itu, ia meminta murid untuk menjaga ketenangan, membangun rasa percaya diri, dan tidak langsung merasa takut ketika menemukan soal yang dianggap sulit.
“Materi dikuasai, tetapi jika strateginya salah, kalian tidak bisa menguasai materinya dengan baik. Tapi strateginya oke, mentalnya down, lihat soal sudah stres dulu, tidak ada hasilnya. Makanya kita membuat moto jujur dan gembira,” kata Mendikdasmen.
Melalui moto jujur dan gembira, Abdul Mu'ti mendorong para murid untuk mengikuti TKA dengan menjunjung tinggi kejujuran sekaligus menjaga kondisi psikologis yang positif.
Ia berharap murid dapat menghadapi ujian tanpa tekanan berlebihan sehingga mampu berkonsentrasi dan mengerjakan soal sesuai kemampuan masing-masing.
Soal TKA Mengacu Standar PISA, Murid Diminta Tidak Takut Bacaan Panjang
Abdul Mu'ti juga memberikan perhatian terhadap karakteristik soal TKA yang dapat memuat teks bacaan panjang dan membutuhkan kemampuan memahami informasi secara cermat.
Menurutnya, murid tidak perlu langsung berkecil hati ketika menemukan pertanyaan dengan bacaan panjang karena hal tersebut merupakan bagian dari pengukuran kemampuan memahami dan menggunakan pengetahuan.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan soal TKA mengacu pada standar Programme for International Student Assessment (PISA) yang menekankan kemampuan peserta didik dalam memahami, mengolah, dan menerapkan pengetahuan.
Dengan karakteristik tersebut, murid perlu membiasakan diri membaca secara teliti, memahami isi bacaan, serta menemukan informasi penting yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan.
Kemampuan memahami bacaan juga perlu didukung strategi pengerjaan agar murid tidak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menyelesaikan satu soal.
Abdul Mu'ti menekankan bahwa persiapan menghadapi TKA tidak cukup hanya dilakukan dengan mempelajari atau menghafalkan materi pelajaran.
Murid juga perlu berlatih memahami berbagai bentuk pertanyaan, menentukan cara penyelesaian yang tepat, serta mengelola waktu secara efektif selama ujian berlangsung.
Pengelolaan waktu menjadi salah satu keterampilan penting agar murid mampu menyelesaikan berbagai jenis soal tanpa kehilangan kesempatan mengerjakan pertanyaan lainnya.
Selain itu, kondisi mental yang tenang diperlukan agar murid tetap dapat berpikir jernih ketika menghadapi soal yang membutuhkan penalaran lebih mendalam.
Dengan persiapan yang mencakup penguasaan materi, strategi pengerjaan, dan kesiapan mental, murid diharapkan dapat mengikuti TKA secara lebih percaya diri.
Abdul Mu'ti Ingatkan Pentingnya Sekolah untuk Masa Depan Murid
Selain memberikan arahan mengenai persiapan TKA, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan masa depan murid.
Ia mengingatkan para murid agar tidak mudah percaya terhadap pandangan yang meremehkan pentingnya sekolah dan pendidikan formal.
Menurutnya, sekolah merupakan sarana untuk mengembangkan potensi diri, memperoleh pengetahuan, dan membangun kemampuan yang dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Abdul Mu'ti juga menekankan bahwa manfaat pendidikan tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan bangsa.
“Jangan percaya kalau ada orang bilang tidak usah sekolah penting-penting, yang penting pintar. Tidak ada orang pintar tanpa sekolah. Sekolah itu intinya membuat kita sukses. Pendidikan juga bisa membuat kita melakukan lebih baik dan lebih banyak bagi orang lain dan bangsa,” ucap Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
Melalui pesan tersebut, Abdul Mu'ti mengajak murid untuk menjadikan pendidikan sebagai bekal penting dalam membangun masa depan dan meningkatkan kemampuan memberikan kontribusi kepada orang lain.
Ia berharap seluruh murid dapat menjalani proses pendidikan dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan kesempatan belajar untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun keterampilan pribadi.
Murid Didorong Hadapi TKA dengan Jujur dan Percaya Diri
Abdul Mu'ti kembali menekankan pentingnya menjaga kejujuran dan rasa percaya diri dalam menghadapi setiap bentuk evaluasi akademik, termasuk TKA.
Menurutnya, persiapan yang matang dapat membantu murid mengurangi kecemasan sehingga lebih mampu berkonsentrasi ketika memahami pertanyaan dan menentukan jawaban.
Penguasaan materi yang baik perlu diimbangi dengan latihan strategi pengerjaan serta kemampuan mengendalikan kondisi mental selama ujian.
Ia juga mendorong murid untuk tidak menjadikan soal yang sulit sebagai sumber tekanan, melainkan tetap berusaha menyelesaikannya dengan kemampuan yang telah dipersiapkan.
Melalui penerapan tiga kunci utama, yakni penguasaan materi, strategi yang tepat, dan kesiapan mental, Mendikdasmen berharap murid mampu mengikuti TKA secara optimal sekaligus menjadikan pendidikan sebagai landasan untuk meraih masa depan dan berkontribusi bagi masyarakat serta bangsa.
- Penulis :
- Leon Weldrick




