HOME  ⁄  Nasional

Indonesia dan Serbia Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Jajaki Perdagangan Bebas hingga Hilirisasi Nikel

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Indonesia dan Serbia Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Jajaki Perdagangan Bebas hingga Hilirisasi Nikel
Foto: Forum Konsultasi Bilateral (FKB) ke-5 antara Indonesia dan Serbia di Jakarta, Sabtu 10/10/2026 (sumber: Kemlu RI)

Pantau - Pemerintah Indonesia dan Serbia sepakat memperkuat hubungan bilateral melalui perluasan kerja sama strategis di bidang perdagangan, investasi, hilirisasi mineral, kendaraan listrik, teknologi digital, ketahanan pangan, dan ketahanan energi.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam Forum Konsultasi Bilateral (FKB) ke-5 Indonesia-Serbia yang diselenggarakan di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menyampaikan hasil pertemuan tersebut melalui keterangan resmi di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Dalam forum tersebut, kedua negara juga sepakat menjajaki pembentukan Perjanjian Perdagangan Bebas atau Free Trade Agreement (FTA) serta menyelenggarakan komisi ekonomi bersama untuk memperluas hubungan perdagangan dan investasi.

Selain membahas kerja sama ekonomi, Indonesia dan Serbia menegaskan kembali komitmen untuk menjunjung tinggi prinsip kedaulatan negara dan integritas wilayah.

"Dalam forum tersebut, kedua belah pihak menegaskan kembali komitmen sebagai sesama negara pendiri Gerakan Non-Blok (GNB) dalam memegang teguh prinsip kedaulatan dan integritas wilayah," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI.

Indonesia Tawarkan Kerja Sama Hilirisasi Nikel dan Kendaraan Listrik

Delegasi Indonesia dalam Forum Konsultasi Bilateral ke-5 dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Grata Endah Werdaningtyas.

Dalam pertemuan tersebut, Grata memaparkan arah kebijakan pembangunan nasional Indonesia yang berlandaskan delapan misi pembangunan atau Asta Cita.

Pemaparan tersebut menitikberatkan pada sejumlah prioritas pembangunan, termasuk pengembangan infrastruktur, transformasi digital, dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Indonesia memanfaatkan forum bilateral untuk memperkenalkan berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Serbia sesuai kebutuhan pembangunan dan potensi ekonomi kedua negara.

Salah satu sektor yang ditawarkan adalah pengembangan industri mineral, terutama yang berkaitan dengan pengolahan nikel dan produk turunannya.

Indonesia menyampaikan posisinya sebagai produsen nikel terbesar di dunia yang memiliki peluang besar dalam pengembangan industri pengolahan mineral.

Dengan potensi tersebut, Indonesia mengundang Serbia untuk menjalin kolaborasi dalam kegiatan eksplorasi mineral.

Selain eksplorasi, Indonesia juga membuka peluang kerja sama dalam hilirisasi industri dan pengembangan rantai pasok kendaraan listrik.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah mineral sekaligus memperkuat keterlibatan kedua negara dalam industri kendaraan listrik.

Indonesia dan Serbia Bahas Kecerdasan Buatan hingga Semikonduktor

Selain sektor mineral, Indonesia turut menawarkan peluang kerja sama di bidang teknologi digital dan industri bernilai tambah tinggi.

Dalam forum tersebut, Indonesia menyampaikan visi strategis untuk menjadi bagian dari ekosistem kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) global.

Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah pengembangan pusat data sebagai infrastruktur pendukung transformasi digital dan pertumbuhan industri teknologi.

Indonesia juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan rantai pasok cip dan semikonduktor.

Kedua komponen tersebut memiliki peran penting dalam berbagai industri teknologi modern, termasuk pengembangan perangkat elektronik dan infrastruktur digital.

Pembahasan mengenai kecerdasan buatan, pusat data, dan semikonduktor menjadi bagian dari upaya Indonesia memperluas kemitraan internasional di sektor teknologi.

Melalui kerja sama tersebut, Indonesia berupaya memperkuat pengembangan industri bernilai tambah tinggi sekaligus membuka peluang investasi baru.

Perdagangan Indonesia-Serbia Capai 53,6 Juta Dolar AS pada 2025

Dalam sektor perdagangan, Indonesia dan Serbia mencatat perkembangan positif hubungan ekonomi bilateral selama lima tahun terakhir.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam forum tersebut, nilai perdagangan kedua negara mengalami kenaikan rata-rata sebesar 20,62 persen sepanjang periode 2021 hingga 2025.

Nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Serbia tercatat mencapai 53,6 juta dolar Amerika Serikat pada 2025.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu dasar bagi kedua negara untuk mendorong perluasan kerja sama perdagangan pada masa mendatang.

Dari sisi investasi, Indonesia tercatat telah menanamkan modal di Serbia senilai 20,5 juta euro.

Investasi Indonesia di Serbia tersebut terutama berada pada sektor produksi mi instan dan jamur olahan.

Sementara itu, nilai investasi Serbia di Indonesia hingga semester pertama 2026 tercatat mendekati 1 juta dolar Amerika Serikat.

Kedua negara menilai masih terdapat peluang untuk meningkatkan hubungan investasi dan memperluas jenis industri yang menjadi sasaran kerja sama.

Kedua Negara Jajaki Perjanjian Perdagangan Bebas

Untuk memaksimalkan potensi ekonomi, Indonesia dan Serbia sepakat menjajaki kemungkinan pembentukan Perjanjian Perdagangan Bebas atau Free Trade Agreement (FTA).

Penjajakan tersebut diarahkan untuk memperluas peluang perdagangan dan mendukung akses produk kedua negara ke pasar masing-masing.

Selain membahas kemungkinan pembentukan FTA, kedua delegasi menyepakati penyelenggaraan komisi ekonomi bersama atau joint economic commission.

Komisi tersebut direncanakan menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi ekonomi, mengembangkan peluang kerja sama, serta meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi.

Salah satu tujuan pembentukan mekanisme tersebut adalah mendorong diversifikasi perdagangan agar hubungan ekonomi kedua negara tidak hanya bergantung pada sektor yang sudah berjalan.

Indonesia dan Serbia juga ingin memanfaatkan kerja sama tersebut untuk meningkatkan nilai perdagangan bilateral melalui perluasan akses pasar di kawasan Eropa Tengah dan Eropa Timur.

Melalui mekanisme kerja sama ekonomi yang lebih terstruktur, kedua negara berharap dapat mengidentifikasi peluang bisnis dan investasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Serbia Apresiasi Proyek IKN dan Tanggul Laut Raksasa

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Serbia turut menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah proyek pembangunan strategis yang sedang dikembangkan Indonesia.

Salah satu proyek yang mendapat perhatian adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bagian dari agenda pengembangan infrastruktur nasional.

Serbia juga memberikan tanggapan positif terhadap proyek Giant Sea Wall atau pembangunan tanggul laut raksasa yang menjadi salah satu inisiatif strategis Indonesia.

Selain mengapresiasi proyek pembangunan tersebut, Serbia menawarkan negaranya sebagai pusat penghubung strategis atau hub bagi pelaku usaha Indonesia yang ingin memperluas kegiatan ekonomi ke kawasan Eropa.

Tawaran tersebut mencakup kesempatan bagi perusahaan dan pelaku industri kreatif Indonesia untuk memanfaatkan Serbia sebagai salah satu pintu masuk menuju pasar Eropa.

Posisi Serbia sebagai pusat penghubung perdagangan diharapkan dapat membuka peluang bagi perusahaan Indonesia untuk mengembangkan jaringan bisnis internasional.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pasar bagi produk dan layanan Indonesia di kawasan Eropa Tengah dan Eropa Timur.

Indonesia dan Serbia Jajaki Perlindungan Pekerja Migran

Selain memperkuat kerja sama ekonomi, Forum Konsultasi Bilateral ke-5 turut membahas perluasan hubungan kedua negara di sektor ketenagakerjaan.

Indonesia dan Serbia sepakat menjajaki kerja sama antar-pemerintah yang berkaitan dengan keberadaan pekerja migran Indonesia di Serbia.

Penjajakan tersebut diarahkan untuk memastikan adanya perlindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia yang bekerja di negara tersebut.

Melalui kerja sama antar-pemerintah, kedua negara berupaya memperkuat landasan hubungan ketenagakerjaan agar kepentingan dan hak pekerja migran memperoleh perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa penguatan hubungan Indonesia dan Serbia tidak hanya difokuskan pada perdagangan dan investasi, tetapi juga mencakup aspek perlindungan warga negara.

Forum Konsultasi Bilateral Berikutnya Digelar di Serbia

Sebagai tindak lanjut dari Forum Konsultasi Bilateral ke-5, Indonesia dan Serbia sepakat melanjutkan dialog bilateral secara terstruktur melalui pertemuan berikutnya.

Kedua negara menyepakati bahwa Forum Konsultasi Bilateral ke-6 akan diselenggarakan di Serbia.

Meski lokasi penyelenggaraan telah disepakati, waktu pelaksanaan pertemuan tersebut masih akan ditentukan kemudian oleh kedua negara.

Pertemuan lanjutan tersebut direncanakan menjadi sarana untuk menjaga kesinambungan komunikasi diplomatik sekaligus menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas.

Melalui hasil Forum Konsultasi Bilateral ke-5, Indonesia dan Serbia berupaya mengembangkan hubungan bilateral menjadi kemitraan yang lebih konkret di bidang perdagangan, investasi, hilirisasi mineral, kendaraan listrik, teknologi digital, ketahanan pangan, dan energi.

Kedua negara juga menempatkan perlindungan pekerja migran serta penguatan akses pasar internasional sebagai bagian dari agenda kerja sama yang akan terus dikembangkan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026