
Pantau - Jakarta, 15-10-2026 – Penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp240,1 triliun atau sebesar 71,5 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir September 2026. Penerimaan ini tumbuh 8,5 persen (yoy) yang dipengaruhi oleh penerimaan bea masuk, bea keluar, dan cukai.
Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia (RI), Suahasil Nazara, dalam Konferensi Pers APBN KiTa pada Jumat (09/10) di Jakarta, menyebutkan bahwa seluruh komponen penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai tumbuh positif.
Menkeu Suahasil merinci penerimaan cukai sebesar 167,7 triliun atau tumbuh 2,7 persen (yoy) yang didorong oleh konsistensi enforcement dan kenaikan produksi rokok. Sementara itu, penerimaan bea masuk sebesar Rp41,6 triliun atau tumbuh 13,6 persen (yoy) yang dipengaruhi peningkatan volume dan nilai impor, sedangkan penerimaan bea keluar sebesar Rp30,9 triliun atau tumbuh 44,5 persen yang didorong oleh penguatan harga dan kenaikan volume ekspor crude palm oil (CPO).
Menkeu menegaskan bahwa poin penting yang telah dilaksanakan oleh Bea Cukai adalah penguatan pengawasan. Hingga September 2026, Bea Cukai telah melakukan 14.621 kali penindakan rokok ilegal dan 1.249 kali penindakan narkotika. Hasil penindakan rokok ilegal telah mencapai 1,3 miliar batang atau naik 44,4 persen (yoy), sedangkan hasil penindakan narkotika mencapai 11,22 ton barang bukti.
Selain penindakan rokok dan narkotika, Bea Cukai juga telah menindak tegas upaya penyelundupan emas untuk memastikan seluruh ketentuan kepabeanan telah terpenuhi. Hingga September 2026, Bea Cukai telah melakukan 94 kali penindakan emas dengan hasil penindakan mencapai 353 kg.
Dalam paparannya, Menkeu Suahasil menyampaikan pesan kepada seluruh pegawai Bea Cukai yang baru saja memperingati Hari Bea Cukai ke-80 pada tanggal 1 Oktober 2026 agar terus menjaga kinerja baiknya.
“Ini kita pastikan bahwa teman-teman di Kepabeanan dan Cukai yang memperingati 80 tahun ulang tahunnya itu memiliki kemampuan untuk melakukan introspeksi dan melihat tanggung jawab ke depan menjaga Republik Indonesia,” pungkas Menkeu.
Di tengah dinamika perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tantangan, APBN terus berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pelaksanaan agenda pembangunan nasional. Karena itu, pemerintah akan terus menjaga kinerja APBN sehingga pertumbuhan dapat terus terjaga, kesejahteraan meningkat, dan stabilitas ekonomi menguat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




