
Pantau - Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan pasokan listrik di Kota Batam, Kepulauan Riau, telah pulih 100 persen setelah mengalami gangguan sejak Senin (12/10/2026) yang berdampak pada aktivitas masyarakat dan pelayanan publik.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa kondisi kelistrikan telah kembali normal berdasarkan laporan terbaru yang diterima dari pihak terkait.
“Berdasarkan informasi terbaru yang kami terima, kondisi kelistrikan Batam sudah pulih 100 persen,” kata Amsakar dalam keterangan resmi di Batam, Kamis (15/10/2026).
Meski pasokan listrik telah pulih sepenuhnya, BP Batam masih melakukan pemantauan terhadap proses normalisasi distribusi air bersih yang turut terdampak gangguan kelistrikan.
Berdasarkan data BP Batam per Rabu (14/10/2026) pukul 06.00 WIB, sekitar 80 hingga 85 persen area pelanggan telah kembali menerima aliran air pada elevasi normal.
Untuk membantu masyarakat yang masih mengalami gangguan pasokan air, BP Batam menyiapkan 319 trip mobil tangki sebagai dukungan distribusi sementara.
BP Batam Pastikan Listrik Pulih dan Pelayanan Publik Kembali Berjalan
Amsakar menegaskan bahwa pemulihan gangguan kelistrikan tidak hanya berfokus pada pengaktifan kembali jaringan listrik, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas masyarakat dapat berlangsung normal.
“Yang terpenting adalah memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas, kebutuhan dasar terpenuhi dan pelayanan publik berangsur normal,” kata dia.
Menurutnya, pemerintah terus mengawal perkembangan penanganan gangguan untuk memastikan seluruh layanan dasar masyarakat dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
Sejak gangguan listrik terjadi pada Senin (12/10/2026), BP Batam telah berkoordinasi dengan jajaran Direksi PLN Batam untuk memantau proses perbaikan dan mempercepat pemulihan pasokan.
Amsakar juga menyampaikan apresiasi kepada tim teknis PLN Batam dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan gangguan kelistrikan tersebut.
“Kami memahami seluruh lapisan masyarakat merasakan langsung dampak gangguan ini. Karena itu, sejak awal kami terus berkoordinasi dengan PLN Batam dan seluruh pihak terkait agar penanganan berjalan cepat dan langkah-langkah yang diperlukan segera dilakukan. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat,” ujarnya.
BP Batam memastikan koordinasi dengan pihak terkait tetap dilakukan meskipun kondisi kelistrikan telah dinyatakan pulih sepenuhnya.
Distribusi Air Bersih Belum Sepenuhnya Normal, Pemulihan Dilakukan Bertahap
Berbeda dengan kondisi kelistrikan, distribusi air bersih di sejumlah wilayah Batam masih membutuhkan waktu untuk kembali normal.
Anggota sekaligus Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa pulihnya operasional instalasi pengolahan air tidak secara otomatis membuat seluruh pelanggan langsung mendapatkan pasokan air dengan tekanan normal.
Menurutnya, jaringan perpipaan harus kembali terisi secara bertahap sebelum tekanan dan volume air mencapai kondisi stabil.
“Jaringan perpipaan membutuhkan waktu untuk kembali terisi hingga tekanan dan volume air stabil. Wilayah yang berada di ujung jaringan maupun kawasan dengan elevasi lebih tinggi berpotensi membutuhkan waktu lebih lama,” kata Denny.
Kondisi tersebut menyebabkan proses pemulihan distribusi air berbeda-beda di setiap wilayah pelanggan.
Kawasan yang berada jauh dari instalasi pengolahan maupun memiliki posisi geografis lebih tinggi berpotensi mengalami keterlambatan pemulihan aliran air.
BP Batam memperkirakan proses normalisasi jaringan perpipaan secara keseluruhan masih membutuhkan waktu hingga seluruh sistem distribusi kembali stabil.
BP Batam Siapkan 319 Trip Mobil Tangki untuk Warga Terdampak
Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih selama proses pemulihan, BP Batam menyiapkan 319 trip mobil tangki guna membantu masyarakat di wilayah yang belum mendapatkan aliran air secara normal.
Distribusi bantuan air bersih tersebut diprioritaskan bagi fasilitas kesehatan, rumah sakit, rumah ibadah, serta kawasan permukiman yang masih mengalami gangguan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama proses normalisasi jaringan perpipaan berlangsung.
BP Batam menilai ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan penting yang harus tetap dijaga, terutama bagi fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat terdampak.
Pengiriman air menggunakan mobil tangki menjadi solusi sementara hingga distribusi melalui jaringan perpipaan kembali stabil.
Masyarakat Diminta Pantau Informasi Resmi Pemulihan Air Bersih
BP Batam mengimbau masyarakat yang masih mengalami gangguan pasokan air untuk mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai proses pemulihan di wilayah masing-masing.
Informasi tersebut juga mencakup penyaluran bantuan air bersih menggunakan mobil tangki bagi kawasan yang belum menerima aliran secara normal.
Pemerintah terus memantau perkembangan distribusi air untuk memastikan proses pemulihan dapat berjalan secara bertahap dan menjangkau seluruh pelanggan terdampak.
Dengan pasokan listrik yang telah pulih 100 persen, perhatian BP Batam kini juga diarahkan pada percepatan normalisasi layanan air bersih dan pemulihan aktivitas masyarakat.
BP Batam menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan PLN Batam dan seluruh pihak terkait agar pelayanan dasar masyarakat kembali berjalan normal setelah gangguan yang terjadi sejak awal pekan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




