HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jakarta Selatan Tata Setu Babakan, 216 Pedagang Direlokasi untuk Kembalikan Fungsi Pusat Budaya Betawi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkot Jakarta Selatan Tata Setu Babakan, 216 Pedagang Direlokasi untuk Kembalikan Fungsi Pusat Budaya Betawi
Foto: (Sumber :Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan penataan kawasan Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi (UPK PBB) Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.)

Pantau - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan melakukan penataan kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan di Jagakarsa, Jakarta Selatan, dengan merelokasi 216 pedagang guna mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai pusat wisata budaya dan kuliner khas Betawi.

Penataan yang berlangsung pada Kamis (15/10/2026) tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat identitas Setu Babakan sebagai destinasi wisata sekaligus pusat pelestarian kebudayaan Betawi.

Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim, mengatakan langkah penataan dilakukan agar aktivitas perdagangan dan pemanfaatan kawasan sesuai dengan fungsi utamanya.

"Upaya ini sebagai rangkaian kegiatan program dari Provinsi DKI Jakarta untuk penataan Setu Babakan. Kita tahu bahwa ini tempat destinasi wisata dan kelestarian kebetawian di sini," kata Firmanuddin di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Pemerintah menyiapkan sejumlah lokasi penampungan bagi pedagang yang memenuhi persyaratan untuk tetap menjalankan usaha di kawasan wisata budaya tersebut.

Sebanyak 216 Pedagang Setu Babakan Direlokasi, 57 Lolos Kurasi

Firmanuddin menjelaskan bahwa penataan kawasan Setu Babakan mencakup relokasi terhadap 216 pedagang yang selama ini menjalankan aktivitas usaha di lokasi tersebut.

Sebagai bagian dari proses relokasi, pemerintah telah menyiapkan 63 lokasi penampungan untuk mendukung penataan aktivitas perdagangan.

Dari proses kurasi yang dilakukan, sebanyak 57 pedagang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk berjualan makanan khas Betawi.

Proses kurasi tersebut bertujuan memastikan jenis usaha yang beroperasi di kawasan Setu Babakan sesuai dengan identitasnya sebagai pusat kebudayaan dan kuliner tradisional Betawi.

Sementara itu, pedagang yang tidak lolos kurasi diarahkan untuk melakukan pendaftaran agar dapat dipindahkan ke lokasi binaan atau lokbin lain yang disediakan pemerintah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menata aktivitas ekonomi tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha para pedagang.

Menurut Firmanuddin, penataan perdagangan diperlukan agar kawasan Setu Babakan tidak kehilangan karakter sebagai destinasi wisata budaya Betawi.

Pedagang Bongkar Lapak Secara Mandiri Setelah Sosialisasi

Dalam pelaksanaan penataan, pemerintah telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang mengenai rencana relokasi dan pembenahan kawasan.

Selain sosialisasi, pemerintah juga memberikan surat peringatan (SP) sesuai prosedur yang berlaku sebelum proses pembongkaran lapak dilakukan.

Firmanuddin menyampaikan bahwa para pedagang membongkar lapak mereka secara mandiri setelah menerima pemberitahuan dan mengikuti tahapan yang telah ditetapkan.

Proses tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan untuk mengembalikan fungsi ruang publik dan mendukung pengembangan wisata budaya.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan juga melibatkan berbagai unsur dalam pelaksanaan kegiatan agar proses penataan dapat berjalan sesuai rencana.

Sebanyak 400 Personel Dikerahkan untuk Benahi Kawasan Setu Babakan

Selain menata aktivitas perdagangan, Pemkot Jakarta Selatan turut melakukan pembenahan sejumlah fasilitas dan infrastruktur di kawasan Setu Babakan.

Perbaikan tersebut mencakup saluran air, jalan, serta jalur pedestrian yang digunakan masyarakat dan wisatawan.

Pemerintah juga melakukan penataan sempadan danau sebagai langkah menjaga sekaligus menyelamatkan aset milik pemerintah daerah.

Sebanyak 400 personel dari berbagai unsur pemerintah kota, perangkat kewilayahan, dan masyarakat setempat dilibatkan dalam kegiatan penataan tersebut.

Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat proses pembenahan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan kawasan wisata.

Penataan infrastruktur dan fasilitas publik juga diarahkan untuk menciptakan kawasan yang lebih tertib dan nyaman bagi pengunjung.

Setu Babakan Didorong Kembali Jadi Pusat Wisata dan Pelestarian Budaya Betawi

Firmanuddin menegaskan bahwa penataan Setu Babakan tidak hanya berfokus pada penertiban pedagang, tetapi juga bertujuan memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat pelestarian budaya Betawi.

Pemerintah berupaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan tersebut sebagai destinasi wisata, sarana edukasi, dan ruang pengembangan kebudayaan lokal.

Keberadaan pedagang kuliner khas Betawi juga diharapkan dapat mendukung daya tarik kawasan sebagai tujuan wisata budaya di Jakarta Selatan.

Melalui pembenahan fasilitas, penataan perdagangan, dan pelestarian lingkungan, pemerintah menargetkan Setu Babakan menjadi kawasan wisata yang lebih tertata.

Firmanuddin berharap seluruh rangkaian penataan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperkuat identitas Setu Babakan sebagai salah satu pusat kebudayaan Betawi di Jakarta.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026