
Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan komitmennya untuk mendorong penyelesaian politik atas konflik bersenjata di Yaman yang kembali memanas setelah bentrokan antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah dukungan Arab Saudi.
Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq, menyampaikan bahwa penghentian pertempuran menjadi prioritas utama organisasi internasional tersebut dalam upaya menciptakan perdamaian di Yaman.
"Fokus kami tetap pada memastikan tercapainya penyelesaian politik. Kami ingin pertempuran ini dihentikan," kata Haq dalam konferensi pers pada Rabu (14/10/2026).
PBB terus mengupayakan jalur diplomasi untuk mengakhiri konflik berkepanjangan yang melibatkan kelompok Ansar Allah atau Houthi dengan pasukan Pemerintah Yaman.
Konflik Yaman Kembali Memanas Setelah Empat Tahun Mereda
Bentrokan militer antara kelompok Houthi dan pasukan Pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Arab Saudi kembali pecah pada pertengahan Juli 2026.
Pertempuran tersebut terjadi setelah kedua pihak mengalami jeda bentrokan selama sekitar empat tahun.
Ketegangan semakin meningkat setelah kelompok Houthi menuduh Arab Saudi melancarkan serangan terhadap bandara di Sanaa, ibu kota Yaman.
Menurut tuduhan Houthi, serangan tersebut terjadi ketika sebuah pesawat asal Iran yang membawa delegasi pemimpin kelompok itu sedang melakukan pendaratan.
Tuduhan tersebut menjadi salah satu perkembangan yang mewarnai kembali meningkatnya ketegangan antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik Yaman.
Hingga kini, PBB tetap menempatkan penyelesaian melalui perundingan politik sebagai fokus utama dalam meredakan konflik bersenjata tersebut.
Utusan Khusus PBB Temui Sejumlah Negara untuk Bahas Perdamaian Yaman
Sebagai bagian dari upaya diplomasi, Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, melakukan kunjungan ke sejumlah negara yang memiliki kepentingan dalam penyelesaian konflik.
Kunjungan diplomatik tersebut mencakup Arab Saudi, Oman, Mesir, dan Amerika Serikat.
Pertemuan dengan sejumlah pihak itu dilakukan untuk membahas langkah-langkah yang dapat ditempuh guna mengakhiri konflik dan membuka peluang tercapainya kesepakatan politik.
Grundberg dijadwalkan menyampaikan laporan mengenai perkembangan situasi Yaman kepada Dewan Keamanan PBB pada Jumat (16/10/2026).
Laporan tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan Dewan Keamanan terkait perkembangan konflik dan upaya diplomatik yang sedang berlangsung.
PBB Prioritaskan Penghentian Pertempuran dan Solusi Politik
PBB menilai penyelesaian politik tetap menjadi jalur utama yang perlu ditempuh untuk mengakhiri konflik antara kelompok Houthi dan pasukan Pemerintah Yaman.
Melalui upaya diplomasi yang dipimpin utusan khususnya, PBB berusaha mendorong keterlibatan negara-negara terkait dalam proses penyelesaian konflik.
Seruan penghentian pertempuran yang disampaikan Farhan Haq juga menegaskan posisi PBB dalam mengutamakan dialog dibandingkan kelanjutan konfrontasi militer.
Perkembangan upaya perdamaian Yaman selanjutnya akan menjadi perhatian dalam laporan Hans Grundberg kepada Dewan Keamanan PBB pada 16 Oktober 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




