
Pantau - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam, Kepulauan Riau, memanfaatkan ikan, telur, lele, buah-buahan, dan jagung hasil produksi lokal sebagai bahan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendukung perekonomian petani, nelayan, dan pelaku usaha setempat.
Koordinator Wilayah SPPG Batam Defri Frenaldi mengatakan pemanfaatan bahan pangan lokal merupakan bagian dari kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar dapur MBG.
Menurutnya, meskipun Batam bukan daerah penghasil pangan utama, sejumlah kelompok masyarakat telah mengembangkan produksi pertanian, peternakan, dan perikanan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG.
“Untuk Kota Batam, kita tahu sendiri kalau kita bukan daerah penghasil, tapi tetap ada beberapa produksi pangan dari beberapa komunitas, terutama untuk ikan dan hasil laut, itu pastinya kita harus manfaatkan dengan baik untuk pasokan dapur SPPG,” kata Defri saat dikonfirmasi di Batam, Kamis (15/10/2026).
Ikan dan Telur Lokal Jadi Pasokan Dapur MBG Batam
Defri menjelaskan ikan dan hasil laut menjadi salah satu komoditas yang berpotensi mendukung kebutuhan pangan SPPG karena Batam merupakan wilayah kepulauan.
Selain hasil perikanan, dapur MBG juga memanfaatkan telur dari kelompok peternak di kawasan Barelang dan Kabupaten Bintan.
Namun, jumlah telur yang diproduksi peternak lokal saat ini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan SPPG.
"Meskipun volumenya belum mencukupi seluruh kebutuhan SPPG, tetap kami serap dari kawasan Barelang dan Bintan, itu telur lokal,” kata dia.
Menurut Defri, keterbatasan produksi tidak menjadi alasan untuk menghentikan penyerapan bahan pangan dari pelaku usaha setempat.
SPPG tetap didorong membeli hasil produksi lokal sebagai bagian dari upaya memperluas pasar bagi peternak dan nelayan.
Budi Daya Lele Polda Kepri dan Pertanian Piayu Ikut Dukung MBG
Selain membeli hasil produksi masyarakat, sejumlah SPPG juga mengembangkan sumber pangan melalui kegiatan budi daya.
Salah satunya adalah SPPG yang dikelola Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) dengan fasilitas kolam budi daya ikan lele.
Hasil budi daya tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bahan pangan program MBG.
Defri juga menyebut terdapat kegiatan pertanian melalui konsep green farming di kawasan Piayu, Kecamatan Sei Beduk.
Sementara itu, sejumlah komunitas di kawasan Barelang menghasilkan buah-buahan dan jagung yang berpotensi diserap dapur MBG saat memasuki masa panen.
“Di kawasan Sei Beduk, tepatnya di Piayu, juga ada kegiatan pertanian melalui green farming. Lalu, ada beberapa komunitas di kawasan Barelang yang menghasilkan buah-buahan, serta jagung yang dapat diserap ketika memasuki masa panen,” katanya.
SPPG Didorong Jadi Pembeli Hasil Produksi Petani dan Nelayan
Defri mengatakan pihaknya terus mendorong SPPG memanfaatkan hasil produksi kelompok masyarakat agar penyerapan bahan pangan lokal dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Langkah tersebut dilakukan meskipun volume produksi lokal belum mencukupi seluruh kebutuhan dapur MBG di Batam.
Menurutnya, keberadaan SPPG sebagai pembeli atau off-taker dapat membuka peluang pemasaran bagi hasil pertanian, peternakan, dan perikanan masyarakat.
“Walaupun jumlahnya belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan dapur, setidaknya ekonomi rakyat, ekonomi lokal, ekonomi daerah dapat naik dengan adanya penyerapan off-taker dari SPPG,” ujarnya.
Penyerapan bahan pangan lokal juga menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat ekonomi program MBG di wilayah operasional SPPG.
Koperasi Merah Putih dan UMKM Diharapkan Perkuat Rantai Pasok
Selain kelompok petani dan nelayan, Defri berharap koperasi lokal serta UMKM dapat berperan dalam penyediaan kebutuhan pangan dapur MBG.
Koperasi Merah Putih juga diharapkan terlibat dalam mendukung rantai pasok bahan pangan bagi SPPG.
Keterlibatan berbagai pelaku usaha tersebut diarahkan untuk memperluas penyerapan hasil produksi masyarakat di Batam dan wilayah sekitarnya.
Defri menilai pelaksanaan program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga dapat memberikan akses pasar bagi pelaku ekonomi lokal.
SPPG Batam akan terus didorong memanfaatkan hasil produksi masyarakat sesuai ketersediaan komoditas dan kebutuhan masing-masing dapur.
- Penulis :
- Aditya Yohan




