
Pantau - Bupati Probolinggo Muhammad Haris mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) mendoakan empat relawan yang meninggal dunia dan dua korban luka bakar berat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026).
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Dzikir dan Sholawat ASN Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama Majelis Sholawat Muhammad di Auditorium Madakaripura, Kantor Bupati Probolinggo, Jumat (16/10/2026).
Empat relawan dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak dalam kebakaran hutan yang semakin meluas saat menjalankan tugas pemadaman pada Kamis sore.
“Saya menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya empat relawan dalam peristiwa tersebut. Selain itu, terdapat dua korban yang mengalami luka bakar berat dan semoga segera mendapatkan kesembuhan," kata Muhammad Haris.
Bupati Probolinggo Sebut Relawan Karhutla Bromo sebagai Pahlawan
Muhammad Haris menyampaikan penghargaan atas pengorbanan para relawan yang berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Gunung Bromo.
Menurutnya, para relawan menjalankan tugas kemanusiaan untuk mencegah api meluas hingga mengancam permukiman masyarakat.
Ia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk perjuangan demi keselamatan warga dan kepentingan negara.
“Saya menganggap para almarhum itu adalah pahlawan. Mereka berkorban agar kebakaran di Gunung Bromo tidak sampai meluas ke rumah warga dan sebagainya,” tutur Muhammad Haris.
Bupati juga mengajak seluruh peserta kegiatan keagamaan untuk mendoakan para korban yang meninggal dunia serta kesembuhan dua relawan yang masih menjalani perawatan.
“Semoga arwah para relawan yang wafat diberikan kelapangan kuburnya dan menjadi ahlul jannah. Aamiin,” katanya.
Empat Relawan Meninggal setelah Terjebak Kebakaran Gunung Bromo
Peristiwa yang menewaskan empat relawan tersebut terjadi pada Kamis (15/10/2026) sore ketika kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo semakin meluas.
Para korban sedang menjalankan tugas pemadaman sebelum akhirnya terjebak dalam kebakaran.
Dua korban meninggal dunia merupakan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), yakni Sukaris (55) dan Hendra Rony Wigayanta (25).
Sementara itu, dua korban lainnya adalah Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), yang merupakan relawan dari kalangan karyawan hotel setempat.
Keempat korban meninggal dunia saat berupaya menangani kebakaran yang berpotensi meluas ke wilayah sekitar.
Dua Korban Luka Bakar Berat Dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya
Selain menewaskan empat relawan, kebakaran tersebut menyebabkan dua orang mengalami luka bakar serius.
Kedua korban bernama Munawi dan Suraji.
Mereka sebelumnya mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Karena mengalami luka bakar berat, keduanya kemudian dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya, untuk memperoleh perawatan dan penanganan intensif.
Muhammad Haris berharap kedua korban dapat segera pulih dari luka yang dialami akibat peristiwa tersebut.
ASN Pemkab Probolinggo Gelar Dzikir dan Sholawat Bersama
Kegiatan doa bersama tersebut diikuti ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto turut menghadiri kegiatan bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Selain dzikir dan sholawat, para peserta mengikuti ceramah agama yang disampaikan KH Imam Fathur Rozi.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga empat relawan yang meninggal dunia sekaligus mendoakan kesembuhan dua korban yang masih menjalani perawatan intensif.
- Penulis :
- Aditya Yohan




