
Pantau - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menargetkan seluruh desa di wilayahnya mendapatkan akses listrik paling lambat pada 2028 melalui program unggulan Berani Menyala yang difokuskan pada percepatan pemerataan infrastruktur kelistrikan hingga ke wilayah pedesaan.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan target tersebut saat memberikan keterangan di Kabupaten Sigi pada Sabtu.
Anwar menegaskan bahwa penyediaan akses listrik merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah untuk memastikan seluruh masyarakat Sulawesi Tengah dapat menikmati layanan kelistrikan secara merata.
Saat ini, masih terdapat 89 desa di Sulawesi Tengah yang mengalami keterbatasan akses listrik sehingga menjadi perhatian pemerintah dalam mempercepat pembangunan dan perluasan jaringan distribusi.
Melalui program Berani Menyala, pemerintah provinsi berupaya memastikan tidak ada lagi desa yang belum mendapatkan akses listrik pada 2028.
Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat kerja sama dengan PT PLN (Persero) dan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Anwar menyampaikan bahwa pelaksanaan program elektrifikasi desa terus menunjukkan perkembangan positif berkat dukungan berbagai pihak dalam memperluas jaringan kelistrikan.
Sebanyak 89 Desa di Sulawesi Tengah Masih Mengalami Keterbatasan Listrik
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong percepatan pembangunan jaringan distribusi listrik untuk menjangkau 89 desa yang hingga kini masih mengalami keterbatasan layanan kelistrikan.
Perluasan jaringan tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan program Berani Menyala yang diarahkan untuk meningkatkan pemerataan infrastruktur dasar di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
Anwar Hafid menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, PT PLN (Persero), dan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam mempercepat penyediaan listrik bagi masyarakat pedesaan.
Selain mengandalkan pembangunan jaringan oleh PLN, pemerintah provinsi juga memanfaatkan dukungan anggaran daerah untuk memperluas manfaat program elektrifikasi.
Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan jaringan listrik tidak hanya menjangkau wilayah permukiman, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.
Pemerintah provinsi optimistis target pemerataan infrastruktur dasar dan kemandirian energi dapat dicapai sesuai arah pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga 2028.
Pemprov Sulteng Targetkan Bantuan 5.000 Meteran Listrik Gratis pada 2027
Selain memperluas jaringan distribusi listrik, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menyiapkan bantuan pemasangan meteran listrik gratis bagi rumah tangga kurang mampu.
Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah yang telah memiliki jaringan listrik, tetapi belum mampu memasang sambungan listrik di rumah masing-masing karena keterbatasan biaya.
Anwar Hafid menjelaskan bahwa keberadaan jaringan listrik di suatu desa belum tentu membuat seluruh rumah tangga dapat menikmati aliran listrik secara langsung.
Sebagian masyarakat masih menghadapi kendala biaya pemasangan meteran sehingga membutuhkan dukungan pemerintah daerah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah provinsi mengalokasikan dana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna membantu pemasangan sambungan listrik bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pada tahun sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menyalurkan bantuan pemasangan meteran listrik gratis kepada 1.017 rumah tangga.
Namun, kebutuhan masyarakat terhadap bantuan sambungan listrik dinilai masih cukup tinggi sehingga pemerintah berencana meningkatkan jumlah penerima pada tahun berikutnya.
Anwar Hafid mendorong agar cakupan bantuan pemasangan meteran listrik gratis pada 2027 dapat ditingkatkan hingga menjangkau sekitar 5.000 rumah tangga.
Peningkatan jumlah penerima bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat akses kelistrikan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya di desa-desa yang baru mendapatkan jaringan distribusi listrik.
Pemerintah provinsi juga berencana terus meningkatkan cakupan bantuan pemasangan instalasi listrik rumah tangga dari tahun ke tahun sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan jaringan kelistrikan.
PLTD Sidera Mulai Beroperasi dengan Kapasitas 20 Megawatt
Di tengah upaya memperluas akses listrik ke wilayah pedesaan, penguatan pasokan energi juga dilakukan melalui pengembangan kapasitas pembangkit listrik di Sulawesi Tengah.
PT PLN Persero Nusa Daya telah mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sidera tahap pertama dengan kapasitas sebesar 20 megawatt (MW).
Pengoperasian pembangkit tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketersediaan pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat di Sulawesi Tengah.
Pengembangan PLTD Sidera akan dilanjutkan pada tahap berikutnya yang ditargetkan selesai pada akhir November 2026.
Setelah seluruh tahapan pengembangan rampung, PLTD Sidera ditargetkan memiliki kapasitas total mencapai 50 MW.
Penambahan kapasitas pembangkit tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan pasokan energi seiring dengan perluasan jaringan distribusi listrik ke berbagai wilayah.
Penguatan kapasitas pembangkit dan pembangunan jaringan distribusi menjadi dua langkah yang saling mendukung dalam meningkatkan ketersediaan serta pemerataan layanan kelistrikan.
Program Berani Menyala Jadi Prioritas Pemerataan Infrastruktur hingga 2028
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjadikan program Berani Menyala sebagai salah satu langkah untuk mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur dasar di seluruh wilayah.
Program tersebut tidak hanya difokuskan pada pembangunan jaringan listrik di desa-desa yang belum terlayani, tetapi juga mencakup bantuan pemasangan meteran bagi masyarakat kurang mampu.
Anwar Hafid menegaskan bahwa manfaat pembangunan infrastruktur kelistrikan harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk rumah tangga yang selama ini belum memiliki sambungan listrik sendiri.
Melalui dukungan anggaran daerah, kerja sama dengan PLN, serta penguatan koordinasi bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi berupaya mempercepat pencapaian target elektrifikasi desa.
Peningkatan akses listrik juga diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan.
Dengan perluasan jaringan distribusi, peningkatan bantuan meteran gratis, serta penguatan kapasitas pembangkit, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan seluruh desa memperoleh akses listrik paling lambat pada 2028.
- Penulis :
- Arian Mesa




