HOME  ⁄  Nasional

Kemenpar Kembangkan Candi Prambanan sebagai Destinasi Wisata Religi Lewat Prambanan Shiva Festival 2027

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemenpar Kembangkan Candi Prambanan sebagai Destinasi Wisata Religi Lewat Prambanan Shiva Festival 2027
Foto: Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan penjelasan mengenai pengembangan layanan pariwisata berbasis budaya dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu 17/10/2026 (sumber: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong pengembangan kompleks Candi Prambanan sebagai destinasi wisata religi dan warisan budaya yang hidup melalui penyelenggaraan Prambanan Shiva Festival 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Januari hingga 7 Maret 2027.

Pengembangan tersebut bertujuan menjadikan Candi Prambanan tidak hanya sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga sebagai ruang spiritual, pendidikan, dan pelestarian kebudayaan yang tetap aktif dimanfaatkan masyarakat.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan rencana tersebut dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu.

Ni Luh Puspa menekankan pentingnya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai nilai sejarah, spiritual, dan budaya Candi Prambanan agar semakin banyak pihak terdorong untuk menjaga kelestariannya.

Menurutnya, pemahaman terhadap nilai penting Candi Prambanan menjadi salah satu faktor dalam membangun kesadaran bersama untuk merawat dan melindungi kawasan cagar budaya tersebut.

Kompleks Candi Prambanan yang berada di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, merupakan kawasan percandian Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi.

Situs bersejarah tersebut telah diakui oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai warisan dunia sejak 1991.

Prambanan Shiva Festival 2027 Digelar Selama Dua Bulan

Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan Prambanan Shiva Festival 2027 sebagai salah satu upaya memperkuat fungsi Candi Prambanan sebagai pusat kegiatan keagamaan, kebudayaan, dan pariwisata berbasis spiritual.

Festival tersebut mengusung tema The Holy Month of Shiva for Spiritual, Peace and Harmony yang bermakna Bulan Suci Siwa untuk Spiritualitas, Perdamaian, dan Harmoni.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai 6 Januari hingga 7 Maret 2027 di kawasan Candi Prambanan.

Penyelenggaraan festival diharapkan dapat memperkuat fungsi kawasan candi sebagai tempat pelaksanaan kegiatan keagamaan sekaligus meningkatkan daya tarik wisata budaya dan religi.

Ni Luh Puspa menjelaskan bahwa Candi Prambanan tidak hanya menawarkan keindahan arsitektur dan peninggalan sejarah, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang dapat menjadi sarana edukasi bagi pengunjung.

Melalui kegiatan tersebut, wisatawan diharapkan memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat nilai sejarah, tradisi, dan kebudayaan yang terkandung dalam kompleks percandian.

Pemerintah juga berharap Prambanan Shiva Festival 2027 dapat memperkuat posisi Candi Prambanan sebagai salah satu destinasi wisata religi unggulan di Yogyakarta dan sekitarnya.

Kemenpar Tekankan Perlindungan Situs Warisan Dunia UNESCO

Ni Luh Puspa menegaskan bahwa seluruh kegiatan pariwisata dan keagamaan yang diselenggarakan di kawasan Candi Prambanan harus tetap memperhatikan perlindungan dan kelestarian situs warisan budaya.

Penyelenggaraan kegiatan juga harus menghormati aktivitas keagamaan serta memastikan kenyamanan umat yang menjalankan ibadah maupun wisatawan yang berkunjung.

Menurutnya, pengembangan pariwisata perlu dilakukan dengan menjaga keseimbangan antara pemanfaatan destinasi dan pelestarian nilai sejarah serta budaya.

Kementerian Pariwisata berharap setiap pengunjung dapat memperoleh pengalaman wisata yang berkesan sekaligus memiliki pemahaman dan penghormatan lebih mendalam terhadap nilai penting Candi Prambanan.

Upaya tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap perlindungan kawasan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah bagi Indonesia.

Kolaborasi antara pengelola destinasi, penyelenggara kegiatan, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat lokal dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan pengembangan wisata berjalan secara berkelanjutan.

Tren Wisata Global Buka Peluang Pengembangan Wisata Religi

Ni Luh Puspa menjelaskan bahwa perkembangan pariwisata global menunjukkan perubahan preferensi wisatawan yang semakin mengutamakan pengalaman perjalanan yang memiliki makna dan kedekatan dengan lingkungan sekitar.

Berdasarkan laporan Global Wellness Economy Monitor 2025, wisatawan dinilai semakin tertarik terhadap pengalaman perjalanan yang mendekatkan mereka dengan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.

Perubahan tersebut dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan wisata religi yang menawarkan pengalaman lebih personal dan bermakna.

Indonesia memiliki kekayaan sejarah, tradisi, budaya, dan nilai spiritual yang dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata di berbagai daerah.

Menurut Ni Luh Puspa, pengembangan wisata religi tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk memahami dan menghargai budaya masyarakat setempat.

Pengembangan pengalaman wisata yang berkualitas membutuhkan kerja sama antara penyelenggara layanan, pengelola destinasi, pelaku industri, serta masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap kegiatan pariwisata dapat memberikan pengalaman yang mengesankan sekaligus menjaga kelestarian budaya dan kepentingan masyarakat lokal.

Kunjungan Wisatawan Mancanegara Capai 10,58 Juta hingga Agustus 2026

Di tengah upaya pengembangan destinasi wisata religi, Kementerian Pariwisata mencatat peningkatan aktivitas perjalanan wisata di Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Berdasarkan data pemerintah, jumlah perjalanan wisatawan nusantara selama periode tersebut mencapai 842,15 juta perjalanan.

Angka tersebut meningkat sebesar 4,29 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2026 tercatat mencapai 10,58 juta kunjungan.

Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 5,38 persen dibandingkan dengan periode Januari hingga Agustus 2025.

Peningkatan perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara menunjukkan pertumbuhan aktivitas pariwisata di berbagai destinasi Indonesia selama periode tersebut.

Pemerintah berharap peningkatan kunjungan wisatawan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama melalui pengembangan usaha pariwisata dan terbukanya peluang ekonomi di sekitar destinasi.

Pengembangan Candi Prambanan sebagai destinasi wisata religi dan budaya diharapkan menjadi salah satu langkah untuk menghubungkan pertumbuhan pariwisata dengan pelestarian warisan budaya.

Melalui Prambanan Shiva Festival 2027, Kementerian Pariwisata berupaya memperkuat posisi Candi Prambanan sebagai situs warisan dunia yang tetap aktif digunakan untuk kegiatan spiritual, kebudayaan, dan pendidikan.

Pemerintah menargetkan pengembangan tersebut dapat meningkatkan daya tarik wisata religi Indonesia sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan perlindungan kawasan bersejarah dan kenyamanan pengunjung.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026