
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menekankan penerapan tiga prinsip utama Pembelajaran Mendalam di Papua, yakni berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta membangun pemahaman dan motivasi belajar siswa.
Penegasan tersebut disampaikan Abdul Mu'ti saat melakukan kunjungan kerja di Kota Jayapura, Papua, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, pendekatan Pembelajaran Mendalam bertujuan memastikan peserta didik tidak hanya menghafal materi pelajaran, tetapi juga memahami manfaat pengetahuan dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Prinsip Berkesadaran Dorong Siswa Aktif Berpikir
Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa prinsip berkesadaran mengajak peserta didik memahami apa yang mereka pelajari, alasan mempelajarinya, serta tujuan yang ingin dicapai.
"Prinsip berkesadaran mengarahkan peserta didik untuk memahami materi yang dipelajari, alasan mempelajarinya, serta tujuan yang ingin dicapai melalui proses pembelajaran," katanya.
Melalui pendekatan tersebut, siswa didorong terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Peserta didik diharapkan tidak hanya menerima penjelasan guru, tetapi juga mampu mengajukan pertanyaan, berpikir kritis, dan memahami materi secara menyeluruh.
Abdul Mu'ti menilai keterlibatan aktif siswa menjadi bagian penting dalam membangun proses pembelajaran yang berkualitas.
Pembelajaran Bermakna Hubungkan Materi dengan Kehidupan Sehari-hari
Prinsip kedua yang ditekankan Mendikdasmen adalah pembelajaran bermakna.
Pendekatan ini menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman sehari-hari, lingkungan sosial, dan kondisi alam di sekitar peserta didik.
"Selanjutnya, prinsip bermakna menekankan pentingnya menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, lingkungan sosial, serta kondisi alam di sekitar peserta didik," ujarnya.
Menurut Abdul Mu'ti, keterkaitan tersebut membantu siswa memahami kegunaan pengetahuan yang diperoleh di sekolah.
Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan akademik atau kemampuan menghafal materi.
Siswa juga diharapkan mampu menggunakan pengetahuan yang dipelajari untuk memahami berbagai persoalan dalam kehidupan.
Prinsip Menggembirakan Bangun Suasana Belajar yang Nyaman
Prinsip ketiga adalah pembelajaran menggembirakan yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, menarik, dan menyenangkan.
Abdul Mu'ti menilai suasana belajar yang positif dapat meningkatkan motivasi peserta didik untuk terus mengembangkan kemampuan.
"Sementara itu, prinsip menggembirakan bertujuan menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman, menarik, dan mampu meningkatkan motivasi peserta didik untuk terus belajar," katanya lagi.
Menurutnya, suasana belajar yang menyenangkan perlu dibangun dengan memperhatikan karakteristik, potensi, serta kebutuhan setiap anak.
Pendekatan tersebut diharapkan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik untuk berkembang secara optimal.
Guru Diminta Kenali Potensi Siswa dan Terapkan Pembelajaran Inklusif
Selain menekankan tiga prinsip Pembelajaran Mendalam, Abdul Mu'ti mengingatkan pentingnya peran guru dalam mengenali kemampuan setiap peserta didik.
Guru diharapkan memberikan perhatian kepada seluruh siswa, termasuk mereka yang kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran.
"Saya juga menekankan pentingnya peran guru dalam mengenali kemampuan peserta didik, termasuk mereka yang kurang aktif dalam kegiatan belajar, sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara inklusif," ujarnya.
Menurutnya, pemahaman guru terhadap karakteristik siswa menjadi faktor penting dalam menciptakan proses pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Melalui penerapan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berharap Pembelajaran Mendalam dapat memperkuat pemahaman, karakter, serta motivasi belajar peserta didik secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




