HOME  ⁄  Nasional

Kemenag Luncurkan 5 Pelatihan Hari Santri 2026, Kelas AI Diserbu 30 Ribu Pendaftar

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemenag Luncurkan 5 Pelatihan Hari Santri 2026, Kelas AI Diserbu 30 Ribu Pendaftar
Foto: Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama M. Ali Ramdhani (sumber: Kemenag)

Pantau - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pesantren meluncurkan lima pelatihan khusus menyambut Hari Santri 2026, dengan pelatihan kecerdasan buatan (AI) menjadi program paling diminati setelah mencatat sekitar 30.000 pendaftar.

Kelima pelatihan tersebut diselenggarakan secara daring melalui platform Massive Open Online Course (MOOC) Pintar untuk meningkatkan keterampilan digital santri sekaligus memperkuat pengelolaan pendidikan dan administrasi pesantren.

Kepala BMBPSDM Kemenag, M. Ali Ramdhani, mengatakan santri saat ini menghadapi tanggung jawab yang semakin besar karena harus memiliki karakter keagamaan yang kuat sekaligus mampu menerapkan ilmu pengetahuan untuk kepentingan masyarakat.

“Hari ini mandat yang diberikan negara kepada santri semakin berat karena pada satu dimensi harus memperkokoh fondasinya sebagai orang yang berkarakter memiliki keagamaan yang baik, tetapi pada dimensi lain harus mengaktualisasikan ilmunya pada masyarakat,” ujar Ali Ramdhani dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Lima Pelatihan Kemenag Fokus pada Teknologi dan Tata Kelola Pesantren

Ali Ramdhani yang akrab disapa Dhani menjelaskan bahwa lima program pelatihan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan santri dan lembaga pesantren dalam menghadapi perkembangan teknologi serta meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan.

Pelatihan yang diluncurkan meliputi Santri Mahir Artificial Intelligence (AI), Santri Menjadi Content Creator, Manajemen Data E-Ijazah Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), Sosialisasi Penyelenggaraan UAN PKPPS, serta Pengelolaan Akuntabilitas Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pesantren.

Program Santri Mahir AI diarahkan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan memanfaatkan kecerdasan buatan dalam kegiatan pembelajaran serta pengembangan kemampuan digital.

Sementara itu, pelatihan Santri Menjadi Content Creator bertujuan meningkatkan kemampuan pembuatan konten dan komunikasi digital agar santri dapat menyampaikan informasi sekaligus memperkenalkan kegiatan pesantren kepada masyarakat.

Adapun tiga pelatihan lainnya difokuskan pada peningkatan kemampuan administrasi pendidikan, pengelolaan data ijazah elektronik, penyelenggaraan ujian, serta pertanggungjawaban penggunaan dana BOS Pesantren.

Dhani menegaskan bahwa penguasaan teknologi menjadi kebutuhan penting bagi santri, tetapi pemanfaatannya harus tetap berlandaskan nilai-nilai agama.

“Santri harus menguasai teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan,” kata dia.

Kemenag Ingatkan Santri agar Tidak Mengandalkan AI untuk Belajar Fikih

Dhani juga mengingatkan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran agama harus dilakukan secara bijak dan tidak menggantikan peran guru.

Menurutnya, AI dapat membantu santri mencari informasi dan memahami materi yang bersifat umum atau normatif, tetapi memiliki keterbatasan ketika digunakan untuk mempelajari persoalan keagamaan yang membutuhkan pemahaman mendalam.

Ia menekankan bahwa pembelajaran mengenai hukum Islam dan fikih tetap membutuhkan pendampingan kiai atau ustaz yang memiliki kompetensi keagamaan.

“Oleh karenanya, saya berharap AI kita warnai. Dan hari ini saya ingin mengingatkan, AI bisa membantu pada ruang-ruang normatif, tetapi untuk belajar hal-hal yang sensitif seperti hukum, fikih, wajib hukumnya memiliki guru,” katanya.

Dengan demikian, penggunaan teknologi kecerdasan buatan di lingkungan pesantren diharapkan dapat mendukung proses pendidikan tanpa menghilangkan peran guru sebagai pembimbing utama dalam memahami ajaran agama.

Pelatihan AI Paling Diminati dengan 30 Ribu Pendaftar

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said, mengungkapkan bahwa peluncuran lima pelatihan melalui MOOC Pintar mendapatkan sambutan besar dari kalangan santri dan pesantren.

Berdasarkan data pendaftaran yang disampaikannya, program Santri Mahir AI mencatat jumlah peserta tertinggi dengan sekitar 30.000 pendaftar.

Jumlah tersebut jauh melampaui pelatihan Santri Menjadi Content Creator yang mencatat sekitar 3.200 pendaftar.

Sementara itu, pelatihan Manajemen Data E-Ijazah PKPPS diikuti sekitar 1.400 pendaftar, disusul Pengelolaan Akuntabilitas BOS Pesantren dengan sekitar 1.300 pendaftar.

Adapun program Sosialisasi Penyelenggaraan UAN PKPPS mencatat hampir 1.000 pendaftar.

Besarnya jumlah pendaftar pada pelatihan AI memperlihatkan tingginya minat santri terhadap penguasaan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan yang semakin banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang.

Kemenag Dorong Santri Menjadi Juru Bicara Pesantren

Basnang berharap kerja sama antara BMBPSDM dan Direktorat Jenderal Pesantren dalam pengembangan MOOC Pintar dapat terus dilanjutkan untuk menghadirkan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan santri.

Ia juga menilai peningkatan kemampuan komunikasi digital menjadi bagian penting dalam mempersiapkan santri agar mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara efektif.

“Pelatihan media, misalnya, diharapkan dapat membekali santri dengan kemampuan komunikasi dan keterampilan menjadi juru bicara pesantren,” kata dia.

Menurut Basnang, keterampilan di bidang media dapat membantu santri memperkenalkan kegiatan dan program pesantren sekaligus membangun komunikasi yang lebih luas dengan masyarakat.

Melalui lima pelatihan khusus Hari Santri 2026 tersebut, Kemenag berupaya meningkatkan kompetensi santri di bidang teknologi, komunikasi, dan administrasi pendidikan sekaligus memperkuat tata kelola keuangan pesantren.

Program ini juga diarahkan untuk memastikan perkembangan kemampuan digital santri tetap berjalan seiring dengan penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026