
Pantau - Delegasi Women20 (W20) Indonesia menegaskan pentingnya kolaborasi konkret dan implementasi kebijakan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan dalam W20 Summit USA 2026 yang berlangsung pada 12–14 Oktober 2026 di Haskell Free Opera House, Vermont, Amerika Serikat.
Kepala Delegasi W20 Indonesia, Hadriani Uli Tiur Ida Silalahi, menekankan bahwa pemberdayaan perempuan harus menghasilkan manfaat langsung, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perempuan pedesaan, serta kelompok yang menghadapi keterbatasan akses ekonomi dan digital.
“Pemberdayaan perempuan tidak cukup berhenti pada rekomendasi kebijakan. Kita harus memastikan implementasinya memberi manfaat nyata bagi pelaku UMKM, perempuan pedesaan, dan kelompok yang masih menghadapi keterbatasan akses ekonomi maupun digital,” ujar Uli Silalahi dalam keterangan di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Pertemuan internasional tersebut diikuti perwakilan dari 15 negara di bawah kepemimpinan Ketua W20 USA 2026, Anne Simmons-Benton, untuk membahas berbagai langkah strategis dalam memperkuat kesetaraan gender dan memperluas kesempatan ekonomi perempuan.
W20 Summit USA 2026 Sahkan Rekomendasi Kebijakan dalam Delapan Pilar Strategis
Dalam pertemuan tersebut, para kepala delegasi membahas dan mengesahkan Policy Recommendations atau rekomendasi kebijakan yang mencakup delapan pilar isu strategis terkait kesetaraan gender dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Sejumlah isu utama yang menjadi perhatian meliputi pengembangan kewirausahaan perempuan, peningkatan inklusi keuangan, perluasan akses digital, ekonomi perawatan, kesehatan, serta penciptaan kesempatan ekonomi yang lebih luas.
Delegasi negara peserta juga membahas pentingnya kesinambungan agenda pemberdayaan perempuan agar berbagai rekomendasi dan komitmen internasional dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Salah satu fokus pembahasan adalah keberlanjutan agenda W20 menuju Presidensi W20 Inggris pada 2027 sehingga berbagai program pemberdayaan ekonomi perempuan tidak terhenti setelah penyelenggaraan W20 Summit USA 2026.
Indonesia menilai kesinambungan tersebut penting untuk memastikan kebijakan yang telah disepakati dapat diterjemahkan menjadi program nyata melalui kerja sama antarpemerintah, dunia usaha, dan organisasi perempuan.
Indonesia Perkenalkan SisterNet yang Telah Menjangkau Lebih dari 1,6 Juta Perempuan
Dalam forum tersebut, delegasi W20 Indonesia membagikan pengalaman pelaksanaan program SisterNet sebagai salah satu contoh inisiatif pemberdayaan perempuan melalui peningkatan literasi digital dan penguatan kapasitas ekonomi.
Program SisterNet dilaporkan telah menjangkau lebih dari 1,6 juta perempuan sejak Presidensi G20 Indonesia dan menjadi salah satu upaya memperluas kemampuan perempuan dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan kegiatan ekonomi.
Melalui program tersebut, Indonesia menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital sebagai bagian dari strategi meningkatkan kapasitas perempuan dalam menghadapi perkembangan ekonomi berbasis teknologi.
Pengalaman pelaksanaan SisterNet juga menjadi contoh bagaimana komitmen pemberdayaan perempuan dapat diwujudkan melalui program yang menjangkau masyarakat secara langsung.
Perluasan akses digital menjadi salah satu perhatian utama karena masih terdapat perempuan pelaku usaha, khususnya di wilayah pedesaan, yang menghadapi keterbatasan dalam memanfaatkan teknologi dan mengakses peluang ekonomi.
Delegasi Indonesia Dorong W20 Expo untuk Perluas Pasar Produk UMKM Perempuan
Selain memperkenalkan SisterNet, delegasi Indonesia mendorong gagasan penyelenggaraan W20 Expo sebagai wadah untuk mempromosikan produk yang dihasilkan perempuan pelaku UMKM.
Gagasan tersebut diarahkan untuk membuka peluang penguatan jaringan kerja sama antara perempuan pelaku UMKM, dunia usaha, dan berbagai organisasi perempuan di tingkat internasional.
Melalui W20 Expo, perempuan pelaku usaha diharapkan memperoleh kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan produk, membangun kemitraan bisnis, serta menjangkau pasar baru.
Indonesia juga mendorong agar kerja sama internasional dalam pemberdayaan perempuan tidak hanya berfokus pada penyusunan kebijakan, tetapi mencakup perluasan akses pendidikan, teknologi, pembiayaan, dan pasar.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi hambatan ekonomi yang masih dihadapi perempuan, terutama pelaku usaha berskala kecil dan perempuan yang tinggal di wilayah pedesaan.
Penguatan jejaring usaha juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem ekonomi yang memberikan kesempatan lebih besar bagi perempuan untuk mengembangkan kegiatan usaha secara berkelanjutan.
W20 Indonesia Tekankan Kesetaraan Akses Ekonomi bagi Perempuan
Uli Silalahi menegaskan bahwa peningkatan kesempatan ekonomi bagi perempuan tidak hanya berdampak terhadap individu, tetapi juga memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan perekonomian secara keseluruhan.
“Ketika perempuan memiliki akses dan kesempatan yang setara, manfaatnya dirasakan keluarga, komunitas, dan perekonomian secara keseluruhan,” kata Uli Silalahi.
Menurut delegasi Indonesia, komitmen global mengenai pemberdayaan perempuan perlu diwujudkan melalui kemitraan dan langkah konkret yang mampu memperluas akses terhadap berbagai sumber daya ekonomi.
Women20 atau W20 merupakan kelompok keterlibatan resmi dalam forum G20 yang bertugas menyusun rekomendasi kebijakan untuk mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Melalui W20 Summit USA 2026, Indonesia kembali menegaskan pentingnya memastikan rekomendasi kebijakan internasional dapat diwujudkan melalui program dan kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi perempuan.
Seluruh agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut diarahkan untuk terus dilanjutkan dan dikawal hingga Presidensi G20 Inggris pada 2027 guna menjaga kesinambungan pemberdayaan ekonomi perempuan di tingkat global.
- Penulis :
- Leon Weldrick




