HOME  ⁄  Nasional

Kementerian PU Targetkan Enam Sabo Dam di Aceh Rampung pada 2026, Total 42 Unit Dibangun hingga 2028

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kementerian PU Targetkan Enam Sabo Dam di Aceh Rampung pada 2026, Total 42 Unit Dibangun hingga 2028
Foto: Menteri PU Dody Hanggodo saat memberikan keterangan kepada awak media di Aceh Besar, Selasa 20/10/2026 (sumber: ANTARA/Rahmat Fajri)

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menargetkan pembangunan enam sabo dam di wilayah hulu sungai Aceh selesai pada 2026 sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana dan penguatan infrastruktur pengendalian banjir.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan tersebut merupakan tahap awal dari rencana pembangunan 42 sabo dam di sejumlah wilayah rawan bencana di Aceh yang ditargetkan rampung secara bertahap hingga 2028.

"Untuk tahun ini enam rencana kita, semua ini diselesaikan sampai tahun 2028 (sesuai rencana induk rehab-rekon pascabencana sumatera)," kata Dody Hanggodo di Aceh Besar, Selasa (20/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat Dody meninjau lokasi penguatan tebing Sungai Krueng Aceh di Desa Santan serta Bendungan Karet Pagar Air di Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar.

Pembangunan puluhan sabo dam tersebut bertujuan mengendalikan material yang terbawa aliran sungai dari kawasan hulu sekaligus mengurangi risiko banjir di wilayah yang rentan terdampak bencana.

Kementerian PU Percepat Pembangunan Sabo Dam di Gayo Lues

Kementerian PU merencanakan pembangunan 42 sabo dam yang tersebar di sejumlah kawasan sungai di Aceh, termasuk Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan.

Dari seluruh lokasi yang direncanakan, pembangunan sabo dam di kawasan sungai Kabupaten Gayo Lues menjadi salah satu prioritas yang dipercepat pemerintah.

Dody menjelaskan bahwa jumlah sabo dam yang akan dibangun mengalami penambahan dari rencana awal sebanyak 40 unit menjadi 42 unit setelah pemerintah menetapkan dua lokasi tambahan.

"Ada penambahan dua lagi sabo dam yang kita kerjakan, sehingga menjadi 42 (rencana awal 40). Dan di Gayo Lues itu kita percepat pembuatan sabo dam nya," ujar Dody.

Sebanyak enam titik pembangunan ditargetkan selesai pada 2026, sementara pengerjaan infrastruktur lainnya akan dilaksanakan secara bertahap hingga 2028 sesuai rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera.

Sabo dam merupakan bangunan pengendali yang ditempatkan pada alur sungai untuk menahan dan mengontrol pergerakan material seperti pasir, sedimen, lumpur, serta aliran debris atau reruntuhan yang terbawa dari kawasan hulu.

Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan material di sepanjang aliran sungai yang berpotensi menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir.

Pembangunan sabo dam juga menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat sistem pengendalian sedimen dan meningkatkan perlindungan kawasan permukiman serta infrastruktur di sekitar aliran sungai.

Normalisasi Sungai di Aceh Dimulai dari Pengerukan Muara

Selain mempercepat pembangunan sabo dam, Kementerian PU melaksanakan penanganan terhadap sejumlah sungai yang terdampak bencana banjir di Aceh melalui kegiatan pengerukan dan normalisasi aliran sungai.

Dalam pelaksanaan pemulihan tersebut, pemerintah memprioritaskan pengerukan kawasan muara sungai untuk memperlancar aliran air menuju laut.

Pengerukan muara menjadi tahap awal karena kawasan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aliran sungai, terutama ketika terjadi peningkatan debit air akibat hujan deras.

Setelah pengerukan dan penguatan kawasan muara selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan normalisasi sungai serta pengangkatan endapan lumpur yang menghambat aliran air.

Tahapan penanganan dilakukan secara berurutan, dimulai dari kawasan muara, kemudian bergerak menuju bagian tengah sungai, hingga akhirnya mencapai wilayah hulu.

"Jadi pertama kita fokusnya di muara, kita dredging (pengangkutan lumpur), kemudian perkuatan muara, setelah itu selesai baru kita mundur ke sungainya," demikian Dody Hanggodo.

Pendekatan tersebut diterapkan untuk memastikan proses pemulihan fungsi sungai berlangsung secara bertahap dan mendukung efektivitas pengendalian banjir di wilayah terdampak bencana.

Pembangunan 42 Sabo Dam Masuk Rencana Pemulihan Pascabencana hingga 2028

Pembangunan 42 sabo dam dan pelaksanaan normalisasi sungai merupakan bagian dari rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh yang difokuskan pada penguatan infrastruktur pengendalian banjir.

Melalui pembangunan infrastruktur pengendali sedimen, pemerintah berupaya mengurangi potensi penumpukan material dari kawasan hulu yang dapat mengganggu kapasitas aliran sungai.

Sementara itu, pengerukan dan normalisasi sungai diarahkan untuk memulihkan fungsi saluran air sehingga aliran menuju muara dapat berlangsung lebih lancar.

Kementerian PU menargetkan seluruh pembangunan sabo dam dapat diselesaikan hingga 2028 dengan enam unit pertama direncanakan rampung pada 2026.

Pelaksanaan pembangunan tersebut akan mengikuti rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap risiko banjir di Aceh.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026