
Pantau - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengusut tuntas dugaan kejahatan pasar modal serta menindak tegas seluruh pihak yang terbukti terlibat untuk menjaga integritas dan kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia.
Sahroni menilai dugaan pelanggaran hukum di pasar modal merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan menyeluruh oleh aparat penegak hukum.
Ia juga meminta Polri segera berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) guna memastikan transparansi serta menjaga stabilitas kepercayaan pelaku pasar.
Sahroni Minta Polri Tindak Tegas Pelaku Kejahatan Pasar Modal
Sahroni menegaskan bahwa dugaan kejahatan pasar modal tidak boleh dibiarkan karena berpotensi merugikan investor dan merusak kredibilitas pasar keuangan nasional.
“Ini kejahatan ekonomi yang serius. Komisi III mendukung penuh langkah Polri untuk mengusut seluruh dugaan kejahatan pasar modal. Kalau memang ditemukan unsur pidana, jangan ragu untuk ditindak tegas seluruh pihak yang terlibat, baik perorangan, kelompok, maupun korporasi,” ujar Sahroni dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, proses penyelidikan harus dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap dugaan pelanggaran hukum yang berkaitan dengan gejolak pasar saham.
Politikus Fraksi Partai NasDem tersebut meminta aparat penegak hukum tidak membedakan perlakuan terhadap pihak yang terlibat berdasarkan kedudukan maupun bentuk usahanya.
Ia menekankan bahwa penegakan hukum harus menjangkau individu, kelompok, maupun korporasi apabila ditemukan bukti keterlibatan dalam tindak pidana.
DPR Dorong Koordinasi Polri, OJK, dan BEI
Sahroni meminta Polri memperkuat koordinasi dengan OJK dan BEI dalam menelusuri dugaan pelanggaran di pasar modal.
Menurutnya, kerja sama antarlembaga diperlukan untuk memastikan proses pengusutan berjalan menyeluruh sekaligus menjaga transparansi perdagangan saham.
Ia mengingatkan bahwa praktik manipulasi yang melanggar hukum dapat mengganggu kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
“Pasar saham kita harus sehat dan transparan, jangan sampai ada segelintir orang yang mengambil keuntungan pribadi dengan cara melanggar hukum, memanipulasi, lalu merusak kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” ungkap Sahroni.
Sahroni menilai integritas pasar modal perlu dijaga agar kegiatan investasi berlangsung dalam sistem yang transparan dan sesuai ketentuan hukum.
Ia juga menegaskan pentingnya tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti memanfaatkan pasar saham untuk memperoleh keuntungan melalui cara-cara melawan hukum.
Sahroni Minta Investor Tetap Optimistis terhadap Ekonomi Indonesia
Di tengah sorotan terhadap dugaan kejahatan pasar modal, Sahroni mengimbau investor untuk tetap optimistis terhadap prospek perekonomian Indonesia.
Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi nasional masih memiliki kekuatan untuk mendukung pertumbuhan investasi dan kegiatan usaha.
Ia juga menilai kepastian hukum merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga iklim investasi.
“Karena jika dilihat secara makro, ekonomi Indonesia sehat dan memiliki masa depan yang cerah. Banyak peluang terbuka. Apalagi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, salah satu aspek yang penting dalam dunia usaha yaitu kepastian dan penegakan hukum, telah berjalan tegas tanpa pandang bulu. Jadi para investor tidak perlu ragu,” pungkasnya.
Sahroni berharap pengusutan dugaan kejahatan pasar modal dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap pasar saham nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




