
Pantau - Islamic Dakwah Fund (IsDF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong penguatan kemitraan antarlembaga untuk membangun gerakan solidaritas kemanusiaan yang berkelanjutan bagi masyarakat Palestina.
Ketua IsDF-MUI Trisna Ningsih Yuliati mengatakan kerja sama berbagai pihak diperlukan agar bantuan dan program kemanusiaan dapat dilaksanakan secara efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Forum Perempuan Iman dan Kebebasan bertema “Perempuan, Kemanusiaan dan Solidaritas Global untuk Palestina” di Gedung MUI, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
“Kita tidak dapat bekerja sendiri. Kita membutuhkan kemitraan, kepercayaan dan komitmen bersama. Sebab, gerakan yang kuat bukanlah gerakan yang dikerjakan oleh satu lembaga, melainkan gerakan yang mampu menyatukan banyak pihak dalam satu tujuan,” ujar Trisna.
Forum tersebut diselenggarakan IsDF-MUI bekerja sama dengan Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI.
IsDF MUI Ajak Lembaga Kemanusiaan Perkuat Kerja Sama
Trisna menjelaskan bahwa gerakan solidaritas untuk Palestina membutuhkan dukungan dari berbagai organisasi dan jaringan kemanusiaan.
Menurutnya, organisasi perempuan, lembaga filantropi, badan zakat, dan jaringan internasional memiliki potensi untuk memperluas jangkauan bantuan.
Kerja sama tersebut dapat menghubungkan kegiatan dakwah, penggalangan dana, dan pelaksanaan program kemanusiaan.
Ia menekankan bahwa pengelolaan program harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan penerima.
Trisna juga berharap forum tersebut menghasilkan kerja sama yang tetap berjalan setelah kegiatan selesai.
“Jangan sampai setelah forum ini selesai, yang tertinggal hanya dokumentasi kegiatan. Biarlah yang tertinggal adalah jejaring yang semakin kuat, komitmen yang semakin nyata, dan aksi kemanusiaan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” kata Trisna.
Forum itu menghadirkan pimpinan MUI, aktivis kemanusiaan, dan penggerak solidaritas internasional untuk membahas dukungan terhadap Palestina dari perspektif Islam dan keadilan kemanusiaan.
MUI Tegaskan Perempuan Memiliki Peran Strategis dalam Perdamaian
Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga, Siti Ma’rifah, menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam membangun solidaritas dan perdamaian global.
Menurutnya, perempuan tidak hanya berperan sebagai pendukung, tetapi juga dapat menjadi penggerak utama dalam berbagai upaya penyelesaian konflik.
“Peran strategis perempuan dalam membangun solidaritas kemanusiaan dan perdamaian global bukan hanya pelengkap, tetapi merupakan kekuatan utama perdamaian. Karena ibu adalah sebagai pendidik, mediator, penggerak, sekaligus pemimpin,” ujarnya.
Siti menjelaskan bahwa peran perempuan dalam membangun perdamaian dapat dimulai dari lingkungan keluarga.
Penanaman nilai toleransi, empati, dan antikekerasan sejak dini dinilai penting untuk membentuk generasi yang menghargai perdamaian.
Selain di lingkungan keluarga, perempuan juga memiliki peran dalam pendidikan, kegiatan masyarakat, dan pengambilan keputusan.
MUI Usulkan Keterlibatan Perempuan Minimal 30 Persen dalam Proses Perdamaian
Siti Ma’rifah menilai keterlibatan perempuan dalam proses negosiasi dan pengambilan keputusan terkait perdamaian masih perlu diperkuat.
Ia mendorong peningkatan partisipasi perempuan agar mereka tidak hanya menjadi kelompok yang terdampak konflik, tetapi juga terlibat dalam penyusunan solusi.
Menurutnya, keterwakilan perempuan dalam proses perdamaian dapat diperkuat melalui kebijakan yang memberikan ruang partisipasi lebih besar.
“Perdamaian global tidak akan pernah tercapai jika perempuan hanya dijadikan penonton. Kita perlu mendorong penguatan keterlibatan perempuan, termasuk dalam penetapan kuota kebijakan minimal 30 persen keterlibatan perempuan dalam proses-proses perdamaian dunia,” katanya.
Usulan tersebut disampaikan sebagai bagian dari dorongan MUI untuk meningkatkan peran perempuan dalam upaya mewujudkan perdamaian.
Perempuan Indonesia Diajak Tingkatkan Kepedulian terhadap Palestina
Dalam konteks Palestina, Siti Ma’rifah mengajak perempuan Indonesia memperluas dukungan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak konflik.
Ia secara khusus menyoroti kondisi perempuan dan anak-anak yang membutuhkan perhatian dalam situasi konflik.
Menurutnya, solidaritas kemanusiaan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan organisasi perempuan dan lembaga sosial.
Forum Perempuan Iman dan Kebebasan menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap persoalan kemanusiaan di Palestina.
Melalui kegiatan tersebut, IsDF-MUI dan KPRK MUI berharap terbentuk jejaring kerja sama yang dapat mendorong pelaksanaan program kemanusiaan secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




