
Pantau - PT Jasa Raharja (Persero) menerbitkan jaminan biaya perawatan bagi 11 korban kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terjadi di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10) sore.
Penerbitan jaminan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh korban yang membutuhkan penanganan medis memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa penjaminan biaya perawatan menjadi salah satu prioritas utama perusahaan dalam menangani dampak kebakaran kapal tersebut.
"Prioritas kami adalah memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan dan proses penjaminan biaya perawatan berjalan dengan baik," kata Awaluddin dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.
Kebakaran KMP Batumandi terjadi ketika kapal yang mengangkut 460 orang tersebut hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak.
Jasa Raharja Terbitkan Jaminan Perawatan Berdasarkan UU Nomor 33 Tahun 1964
Awaluddin menjelaskan bahwa penerbitan jaminan biaya perawatan bagi 11 korban merupakan bentuk pelaksanaan perlindungan dasar kepada penumpang angkutan umum yang mengalami kecelakaan.
Penjaminan tersebut dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang.
Melalui ketentuan tersebut, Jasa Raharja memberikan perlindungan kepada korban kecelakaan angkutan umum sesuai dengan hak dan ketentuan yang berlaku.
Awaluddin menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan serta sejumlah instansi terkait untuk memastikan proses administrasi penjaminan berjalan lancar.
Koordinasi tersebut dilakukan agar proses administrasi tidak menghambat tenaga medis dalam memberikan penanganan kepada para korban.
Dengan adanya jaminan biaya perawatan, korban diharapkan dapat lebih berfokus pada proses pengobatan dan pemulihan kesehatan.
"Jasa Raharja terus berkoordinasi dengan rumah sakit serta seluruh pihak terkait agar korban dapat berfokus pada pemulihan," ujarnya.
Jasa Raharja juga memastikan bahwa proses penjaminan terhadap korban yang berhak mendapatkan perlindungan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dirut Jasa Raharja dan Menhub Kunjungi Korban di RS Krakatau Medika
Sebagai bagian dari penanganan pascakejadian, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin bersama Direktur Operasional Jasa Raharja Ariyandi mengunjungi korban kebakaran KMP Batumandi.
Kunjungan tersebut berlangsung di Rumah Sakit Krakatau Medika, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10) malam atau beberapa jam setelah kebakaran terjadi.
Peninjauan itu turut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur Banten Andra Soni, Kepala Kepolisian Daerah Banten Hendra Kurniawan, serta jajaran pimpinan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau secara langsung kondisi korban yang sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan serta mengetahui perkembangan penanganan medis setelah insiden kebakaran.
Selain memastikan proses perawatan berjalan dengan baik, kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian dan empati kepada para korban yang terdampak musibah.
Awaluddin juga menyampaikan harapan agar seluruh korban yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih.
"Kami menyampaikan doa dan empati atas terjadinya musibah ini. Semoga seluruh korban yang tengah menjalani perawatan segera dipulihkan seperti sedia kala," kata Awaluddin.
Kronologi Kebakaran KMP Batumandi Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak
Berdasarkan informasi kejadian, KMP Batumandi mengalami kebakaran pada Selasa (20/10) sore ketika hendak melakukan proses sandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten.
Insiden tersebut terjadi saat kapal membawa ratusan penumpang, puluhan awak kapal, serta sejumlah kendaraan.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melaporkan bahwa terdapat 460 orang di atas KMP Batumandi ketika kebakaran terjadi.
Jumlah tersebut terdiri atas 420 penumpang dan 40 awak kapal yang bertugas dalam pelayaran.
Selain mengangkut penumpang dan awak kapal, KMP Batumandi juga membawa sebanyak 89 kendaraan.
Setelah kebakaran terjadi, proses evakuasi dilakukan terhadap seluruh orang yang berada di atas kapal.
Berdasarkan laporan PT ASDP Indonesia Ferry, seluruh 460 penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat.
Meskipun seluruh orang di atas kapal berhasil dievakuasi, sebanyak 11 korban membutuhkan penanganan medis dan mendapatkan jaminan biaya perawatan dari Jasa Raharja.
Hingga informasi tersebut disampaikan, penyebab kebakaran KMP Batumandi masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Seluruh Penumpang Selamat, Jasa Raharja Fokus pada Pemulihan 11 Korban
Keberhasilan evakuasi seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi menjadi bagian penting dalam penanganan insiden kebakaran yang terjadi di sekitar Pelabuhan Merak.
Berdasarkan data yang disampaikan PT ASDP Indonesia Ferry, tidak ada penumpang maupun awak kapal yang tertinggal dalam proses evakuasi.
Sementara itu, penanganan terhadap 11 korban yang membutuhkan pelayanan medis terus menjadi perhatian Jasa Raharja bersama fasilitas kesehatan dan instansi terkait.
Penjaminan biaya perawatan diberikan sebagai bagian dari pemenuhan hak korban kecelakaan angkutan umum berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Jasa Raharja menyatakan akan terus menjalin koordinasi dengan rumah sakit, instansi pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan proses penanganan korban berjalan dengan baik.
Koordinasi lanjutan tersebut juga dilakukan untuk memastikan seluruh korban yang berhak memperoleh perlindungan mendapatkan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Perusahaan menegaskan komitmennya dalam mendukung penanganan dampak kebakaran KMP Batumandi, khususnya melalui penjaminan biaya perawatan bagi 11 korban.
Dengan adanya jaminan tersebut, penanganan medis dan pemulihan kesehatan korban diharapkan dapat berlangsung tanpa terkendala proses administrasi penjaminan.
Sementara itu, penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran KMP Batumandi masih dilakukan oleh pihak berwenang.
- Penulis :
- Shila Glorya




