HOME  ⁄  Nasional

Raffi Ahmad Bantu Kodam XXII/Tambun Bungai Lima Kendaraan Operasional untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Raffi Ahmad Bantu Kodam XXII/Tambun Bungai Lima Kendaraan Operasional untuk Perkuat Penanganan Karhutla
Foto: Kodam XXII/Tambun Bungai menerima bantuan sarana prasarana pemadaman karhutla dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad di Palangka Raya, Selasa 20/10/2026 (sumbe: Kodam XXII/TB)

Pantau - Komando Daerah Militer (Kodam) XXII/Tambun Bungai (TB) menerima bantuan lima kendaraan operasional, perlengkapan pemadaman kebakaran, dan alat pelindung diri dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bantuan tersebut diserahkan melalui Deputi Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Prio Bagja, saat mengunjungi ruang kerja Pangdam XXII/Tambun Bungai pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menyampaikan bahwa dukungan kendaraan dan perlengkapan pemadaman sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas operasi penanganan karhutla, khususnya di kawasan yang sulit dijangkau.

"Bantuan kendaraan dan peralatan ini diharapkan dapat mendukung upaya penanganan karhutla, terutama dalam menjangkau lokasi kebakaran dan mempercepat pemadaman," kata Zainul Arifin di Palangka Raya, Rabu.

Menurutnya, ketersediaan sarana operasional yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan, terutama ketika titik api berada jauh dari akses jalan utama.

Raffi Ahmad Serahkan Lima Kendaraan dan Peralatan Pemadaman Karhutla

Bantuan yang diterima Kodam XXII/Tambun Bungai terdiri atas lima kendaraan operasional yang dirancang untuk mendukung kegiatan penanganan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Dari jumlah tersebut, satu unit merupakan truk tangki air dengan kapasitas penampungan mencapai 5.000 liter untuk menunjang kebutuhan pasokan air selama proses pemadaman.

Sementara itu, empat kendaraan lainnya merupakan mobil kabin ganda atau double cabin yang telah dimodifikasi untuk mendukung operasi penanganan karhutla di lapangan.

Setiap mobil kabin ganda dilengkapi tandon air berkapasitas 1.200 liter sehingga dapat digunakan untuk membawa persediaan air menuju lokasi kebakaran.

Selain tandon air, kendaraan tersebut dilengkapi selang dan pompa air yang berfungsi menyedot serta menyalurkan air ke titik kebakaran.

"Empat mobil double cabin tersebut dilengkapi tandon air berkapasitas 1.200 liter, selang, serta alat pompa air untuk menyedot air," ucapnya.

Keberadaan kendaraan yang telah dimodifikasi tersebut diharapkan dapat membantu personel menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses menggunakan kendaraan pemadam kebakaran pada umumnya.

Selain kendaraan operasional dan perlengkapan pemadaman, bantuan tersebut juga mencakup alat pelindung diri berupa sepatu untuk digunakan personel saat bertugas.

Perlengkapan pelindung diri tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan anggota yang terlibat langsung dalam operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Melalui dukungan sarana tersebut, Kodam XXII/Tambun Bungai diharapkan memiliki kesiapan operasional yang lebih baik dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayah tugasnya.

Pangdam Soroti Kemunculan Titik Api di Taman Nasional Sebangau

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin turut menyoroti kemunculan titik api di kawasan Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah.

Zainul menjelaskan bahwa titik api terdeteksi di bagian tengah kawasan taman nasional sehingga membutuhkan perhatian serius dalam upaya penanganan dan pencegahan kebakaran.

Ia juga mengungkapkan adanya dugaan unsur kesengajaan dalam kemunculan titik api tersebut yang kemungkinan melibatkan pihak tidak bertanggung jawab.

"Kemunculan titik api di kawasan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena diduga ada unsur kesengajaan dari pihak yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Menurut Zainul, kemunculan titik api di kawasan hutan harus menjadi perhatian bersama karena berpotensi berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas apabila tidak segera ditangani.

Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan pemadaman setelah kebakaran terjadi.

Langkah pencegahan juga harus diperkuat untuk mengurangi risiko kebakaran berulang, terutama di kawasan hutan dan lahan yang rawan terbakar.

Kodam XXII/Tambun Bungai Ingatkan Bahaya Pembukaan Lahan dengan Membakar

Pangdam XXII/Tambun Bungai menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, karhutla tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kabut asap pekat yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan, serta menghambat berbagai aktivitas sehari-hari.

Karena itu, Zainul mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar karena tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan," kata Zainul.

Ia menilai kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pencegahan karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.

Upaya pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama diharapkan mampu menekan risiko munculnya titik api baru sekaligus mengurangi potensi kebakaran yang meluas.

Sementara itu, bantuan kendaraan dan perlengkapan pemadaman dari Raffi Ahmad diharapkan dapat memperkuat kemampuan personel Kodam XXII/Tambun Bungai dalam menjalankan operasi penanganan karhutla.

Dukungan tersebut juga diharapkan mempercepat mobilisasi personel dan distribusi air ke lokasi kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki keterbatasan akses.

Dengan penguatan sarana operasional, langkah pencegahan, dan keterlibatan aktif masyarakat, penanganan karhutla diharapkan semakin efektif dalam melindungi kesehatan warga serta menjaga kelestarian lingkungan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026