HOME  ⁄  Nasional

KMP Batumandi Terbalik Usai Kebakaran di Merak, Polda Banten dan ASDP Siapkan Evakuasi Kapal

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

KMP Batumandi Terbalik Usai Kebakaran di Merak, Polda Banten dan ASDP Siapkan Evakuasi Kapal
Foto: (Sumber :Petugas dari Polda Banten memantau kondisi tetakhir posisi Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang tefbalik di perairan Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten pada Rabu (21/10/2026). (ANTARA/HO-Polda Banten).)

Pantau - Kepolisian Daerah (Polda) Banten berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk mengevakuasi Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbalik di jalur pelayaran Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, pada Rabu (21/10/2026) malam setelah mengalami kebakaran hebat sehari sebelumnya.

Kapal tersebut dilaporkan terbalik sekitar pukul 21.00 WIB setelah bagian buritannya semakin tenggelam dan badan kapal miring ke arah kiri.

Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan kapal diduga kehilangan kestabilan setelah proses pemadaman kebakaran yang terjadi pada Selasa (20/10/2026).

" Sekitar pukul 21.00 WIB, posisi buritan kapal terlihat semakin tenggelam hingga kapal miring ke arah kiri dan akhirnya terbalik. Lokasi kejadian berada pada koordinat 5° 56' 620" LS – 105° 59' 548" BT," jelasnya.

KMP Batumandi Terbalik Setelah Buritan Semakin Tenggelam

Maruli menjelaskan bahwa perubahan posisi KMP Batumandi terpantau pada Rabu malam ketika kapal masih berada di perairan sekitar Pelabuhan Merak.

Bagian belakang kapal atau buritan dilaporkan semakin tenggelam sebelum badan kapal kehilangan keseimbangan.

Kapal kemudian miring ke sisi kiri hingga akhirnya terbalik di perairan tersebut.

Menurut kepolisian, kondisi itu diduga berkaitan dengan ketidakstabilan badan kapal setelah kebakaran berhasil dipadamkan.

Saat insiden terjadi, kapal patroli polisi KP XXIII-2013 sedang melaksanakan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

Keberadaan kapal yang terbalik di sekitar jalur pelayaran menjadi perhatian petugas karena berpotensi mengganggu pergerakan kapal lain di Pelabuhan Merak.

Polisi Belum Bisa Olah TKP karena Badan Kapal Masih Panas

Polda Banten menyatakan penyidik belum sempat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum KMP Batumandi terbalik.

Kondisi badan kapal yang masih panas setelah kebakaran menjadi alasan utama petugas belum dapat memasuki area kejadian untuk melakukan pemeriksaan.

Maruli mengatakan suhu badan kapal dan material di dalamnya masih berpotensi membahayakan keselamatan petugas.

"Suhu badan kapal serta partikel di dalamnya masih cukup panas. Jika olah TKP dipaksakan, tentu berpotensi membahayakan keselamatan para petugas," paparnya.

Kondisi tersebut membuat pemeriksaan langsung terhadap bagian dalam kapal belum dapat dilaksanakan sebelum insiden kapal terbalik.

Penyidik masih perlu memastikan keamanan lokasi untuk mendukung proses pengungkapan penyebab kebakaran dan terbaliknya kapal.

Polda Banten Koordinasi dengan ASDP dan KSOP untuk Pengapungan Kapal

Untuk mengantisipasi gangguan terhadap lalu lintas laut, Polda Banten melakukan koordinasi dengan layanan pengaturan lalu lintas kapal atau Vessel Traffic Service (VTS) Merak.

Koordinasi tersebut dilakukan guna memitigasi potensi gangguan terhadap alur pelayaran di sekitar Pelabuhan Merak akibat keberadaan KMP Batumandi yang terbalik.

Selain itu, kepolisian bekerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat.

Kerja sama tersebut difokuskan pada perencanaan proses pengapungan kembali atau refloating KMP Batumandi.

Pengapungan kembali kapal diperlukan untuk mendukung kelancaran penyelidikan serta penanganan kondisi kapal di perairan Merak.

Hingga keterangan disampaikan, proses pengapungan kembali masih berada dalam tahap perencanaan dan koordinasi antarpihak terkait.

Polisi Periksa Penumpang dan Sopir untuk Selidiki Penyebab Kebakaran

Polda Banten juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan KMP Batumandi terbakar hingga akhirnya terbalik.

Saksi yang dimintai keterangan meliputi penumpang kapal dan para pengemudi kendaraan yang berada di atas KMP Batumandi.

Keterangan para saksi diperlukan untuk membantu penyidik mengetahui kondisi kapal sebelum dan ketika kebakaran terjadi.

"Polda Banten telah meminta keterangan dari sejumlah penumpang kapal serta para sopir yang berada di KMP Batu Mandi guna kepentingan penyelidikan," pungkas Maruli.

Kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab awal kebakaran maupun faktor pasti yang mengakibatkan kapal terbalik.

Polda Banten bersama ASDP, KSOP, dan VTS Merak masih berkoordinasi untuk menangani posisi kapal serta menjaga keselamatan dan kelancaran pelayaran di sekitar Pelabuhan Merak.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026