
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi di Pulau Kalimantan telah mencapai 11.202 hektare, sehingga puluhan ribu personel dan puluhan armada udara dikerahkan untuk mempercepat pemadaman.
Tiga provinsi yang menjadi fokus penanganan karhutla tersebut meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan rincian luas lahan terbakar tersebut saat ditemui di Jakarta pada Kamis.
Berdasarkan data BNPB, Kalimantan Tengah mencatat luas lahan terbakar terbesar, yakni 7.938 hektare, disusul Kalimantan Selatan seluas 1.974 hektare dan Kalimantan Barat seluas 1.290 hektare.
Untuk menangani kebakaran di ketiga provinsi tersebut, BNPB mengerahkan sebanyak 38.772 personel satuan tugas (satgas) darat serta mengoptimalkan dukungan 34 unit armada udara.
BNPB Kerahkan 38.772 Personel, Jumlah Satgas Darat Naik Empat Kali Lipat
BNPB meningkatkan jumlah personel satgas darat secara signifikan untuk memperkuat operasi pemadaman dan mempercepat penanganan titik-titik kebakaran di wilayah terdampak.
Dari total 38.772 personel yang dikerahkan, sebanyak 16.387 personel ditempatkan di Kalimantan Tengah yang menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar.
Sementara itu, Kalimantan Barat mendapat dukungan 14.458 personel satgas darat untuk melaksanakan penanggulangan dan pemadaman karhutla.
Adapun sebanyak 7.927 personel lainnya disiagakan di Kalimantan Selatan guna memperkuat upaya penanganan kebakaran di wilayah tersebut.
"Pengerahan personel darat tersebut mengalami peningkatan signifikan hingga empat kali lipat dari jumlah biasanya guna mempercepat proses pemadaman di lapangan," jelas Berton.
Peningkatan jumlah personel tersebut menjadi bagian dari langkah BNPB untuk mempercepat operasi pemadaman melalui pengerahan sumber daya di masing-masing provinsi.
Sebanyak 34 Armada Udara Dikerahkan untuk Pemadaman Karhutla
Selain mengandalkan operasi darat, BNPB juga mengerahkan 34 unit armada udara utama untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan.
Armada tersebut terdiri atas helikopter pengeboman air atau water bombing, pesawat patroli, serta pesawat yang digunakan dalam operasi modifikasi cuaca (OMC).
Dari keseluruhan armada yang disiapkan, Kalimantan Selatan memperoleh alokasi terbanyak dengan 14 unit armada udara.
Sementara itu, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat masing-masing mendapatkan dukungan sebanyak 10 unit armada udara.
BNPB menerapkan mekanisme penugasan armada secara fleksibel agar pesawat maupun helikopter dapat dipindahkan dari satu provinsi ke provinsi lainnya sesuai kebutuhan penanganan darurat.
Dengan mekanisme tersebut, armada udara yang berada di suatu wilayah dapat membantu operasi pemadaman di provinsi lain apabila terjadi peningkatan kebutuhan penanganan kebakaran.
BNPB Laksanakan 13 Sorti Modifikasi Cuaca dalam Sehari
Selain pemadaman langsung melalui darat dan udara, BNPB mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca sebanyak 13 sorti dalam sehari untuk mendukung penanggulangan karhutla.
Operasi tersebut menggunakan bahan semai berupa es kering atau dry ice dan natrium klorida (NaCl) atau garam.
Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan jumlah operasi modifikasi cuaca terbanyak, yakni sembilan sorti.
Dalam pelaksanaan sembilan sorti tersebut, petugas menyebarkan sebanyak 4.400 kilogram es kering dan 3.800 kilogram garam.
"Di Kalimantan Tengah, petugas melaksanakan sembilan sorti dengan menyebarkan 4.400 kilogram dry ice dan 3.800 kilogram garam," ungkap Berton.
Sementara itu, operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Selatan dilakukan sebanyak dua sorti dengan menggunakan bahan semai berupa 2.000 kilogram garam.
Pelaksanaan operasi tersebut difokuskan pada sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Tapin, Banjar, Barito Kuala, dan Kotabaru.
Di Kalimantan Barat, BNPB juga melaksanakan dua sorti operasi modifikasi cuaca dengan menyebarkan sebanyak 1.800 kilogram garam.
Operasi modifikasi cuaca di provinsi tersebut terutama difokuskan pada wilayah Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.
Berdasarkan rincian pelaksanaan di ketiga provinsi, total bahan semai yang digunakan mencapai 12.000 kilogram, terdiri atas 4.400 kilogram es kering dan 7.600 kilogram garam.
Kebakaran di Kalimantan Barat Mulai Mengecil, Penanganan Tetap Dilanjutkan
BNPB melaporkan bahwa cakupan lahan terbakar di Kalimantan Barat menunjukkan kondisi yang semakin mengecil dibandingkan sebelumnya.
Meski demikian, upaya pemadaman dan penanggulangan karhutla di wilayah tersebut tetap dilanjutkan untuk menangani kebakaran yang masih terjadi.
Optimalisasi operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Barat dilakukan karena sejumlah wilayah, khususnya Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, masih mengalami minimnya curah hujan secara alami.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan BNPB dalam melanjutkan dukungan operasi modifikasi cuaca di wilayah yang membutuhkan penanganan.
BNPB terus mengombinasikan pengerahan puluhan ribu personel satgas darat, penggunaan armada udara, serta operasi modifikasi cuaca untuk mempercepat pemadaman karhutla di Kalimantan.
Penanganan secara terpadu tersebut difokuskan pada tiga provinsi terdampak, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat, dengan menyesuaikan kebutuhan operasi di masing-masing wilayah.
- Penulis :
- Leon Weldrick




