HOME  ⁄  Ekonomi

Kementan Salurkan 249.917 Dosis Obat Hewan ke 27 Daerah di Sumatera untuk Pulihkan Ternak Terdampak Bencana

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kementan Salurkan 249.917 Dosis Obat Hewan ke 27 Daerah di Sumatera untuk Pulihkan Ternak Terdampak Bencana
Foto: Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan 249.917 dosis obat hewan untuk ternak terdampak bencana di wilayah Pulau Sumatera (sumber: Kementan)

Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan bantuan sebanyak 249.917 dosis obat hewan ke 27 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk mendukung pemulihan kesehatan ternak serta keberlangsungan usaha peternakan masyarakat terdampak bencana.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan dengan melibatkan pemerintah daerah, dinas peternakan, serta kelompok peternak penerima manfaat.

Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementan, Hendra Wibawa, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat memulihkan kegiatan peternakan setelah bencana melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.

Hendra menyampaikan perkembangan penyaluran bantuan tersebut saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

"Bantuan tersebut mencapai 249.917 dosis dan dialokasikan untuk 27 kabupaten/kota. Rinciannya, 128.552 dosis untuk Aceh, 77.024 dosis untuk Sumatera Utara, dan 44.341 dosis untuk Sumatera Barat," kata Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementan Hendra Wibawa dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Aceh Terima Bantuan Terbesar, Capai 128.552 Dosis Obat Hewan

Berdasarkan alokasi yang ditetapkan Kementan, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah bantuan obat hewan terbesar, yakni sebanyak 128.552 dosis.

Sementara itu, Provinsi Sumatera Utara memperoleh alokasi sebanyak 77.024 dosis untuk mendukung pemulihan kesehatan ternak di sejumlah wilayah terdampak bencana.

Adapun Provinsi Sumatera Barat mendapatkan bantuan sebanyak 44.341 dosis obat hewan.

Secara keseluruhan, bantuan sebanyak 249.917 dosis tersebut dialokasikan untuk menjangkau peternak di 27 kabupaten/kota pada ketiga provinsi.

Hendra menjelaskan bahwa bencana yang melanda sejumlah wilayah Sumatera tidak hanya berdampak terhadap rumah dan lahan masyarakat, tetapi juga memengaruhi kondisi ternak yang dipelihara warga.

Menurutnya, ternak memiliki peran penting dalam perekonomian keluarga karena menjadi salah satu sumber penghidupan bagi masyarakat yang menjalankan usaha peternakan.

Oleh karena itu, pemulihan pascabencana perlu memperhatikan kesehatan ternak selain kondisi tempat tinggal dan lahan masyarakat.

"Bagi peternak, ternak bukan sekadar hewan peliharaan, tetapi juga sumber penghidupan keluarga. Karena itu, kesehatan ternak perlu diperhatikan dalam proses pemulihan pascabencana," ujarnya.

Kementan memandang bantuan kesehatan hewan sebagai salah satu langkah untuk mendukung pemulihan kegiatan usaha peternakan masyarakat setelah terjadinya bencana.

Bantuan Kementan Meliputi Vitamin, Obat Cacing, hingga Disinfektan

Bantuan yang disalurkan Kementan terdiri atas sejumlah jenis obat hewan dan perlengkapan pendukung kesehatan ternak yang memiliki fungsi berbeda.

Salah satu jenis bantuan tersebut adalah vitamin yang digunakan untuk mendukung pemeliharaan kondisi kesehatan ternak selama proses pemulihan.

Kementan juga menyediakan obat cacing untuk membantu penanganan masalah cacingan pada hewan ternak sesuai kebutuhan.

Selain itu, bantuan mencakup disinfektan yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kebersihan kandang dan lingkungan pemeliharaan ternak.

Obat penurun demam turut disediakan sebagai bagian dari dukungan penanganan kondisi kesehatan hewan yang membutuhkan pengobatan tersebut.

Kementan juga menyalurkan premiks atau campuran tambahan pakan untuk mendukung kebutuhan pemeliharaan ternak.

Seluruh bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan peternak sesuai kondisi kesehatan hewan dan petunjuk penggunaan masing-masing produk.

Untuk memastikan pemanfaatannya tepat, penyaluran bantuan dilakukan melalui dinas yang menangani urusan peternakan di daerah masing-masing.

Dinas terkait kemudian meneruskan bantuan kepada kelompok-kelompok peternak yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.

Bantuan Obat Hewan Diserahkan kepada Peternak di Aceh Tamiang

Di Provinsi Aceh, salah satu kegiatan penyerahan bantuan dilaksanakan di Kabupaten Aceh Tamiang pada 15 Oktober 2026.

Penyerahan secara simbolis berlangsung di Desa Lueng Manyo, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail menyerahkan bantuan kepada Ketua Kelompok Tani Muda Sedang, Julfa.

Penyerahan tersebut menjadi bagian dari proses distribusi bantuan sebelum diteruskan kepada kelompok-kelompok peternak penerima manfaat melalui dinas setempat.

"Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, menyerahkan bantuan kepada Ketua Kelompok Tani Muda Sedang, Julfa. Selanjutnya, dinas setempat akan meneruskan bantuan kepada kelompok-kelompok penerima manfaat," jelas Hendra.

Melalui mekanisme tersebut, pemerintah daerah berperan dalam memastikan bantuan yang disiapkan pemerintah pusat dapat diteruskan kepada peternak terdampak bencana.

Penyaluran Bantuan di Langkat Dimulai pada 19 Oktober 2026

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, penyerahan bantuan obat hewan untuk Kabupaten Langkat dilaksanakan pada 15 Oktober 2026.

Bantuan tersebut diserahterimakan kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat di Kecamatan Stabat.

Setelah diterima dinas terkait, bantuan dipersiapkan untuk disalurkan kepada kelompok-kelompok peternak yang menjadi penerima manfaat.

Berdasarkan laporan pendampingan yang diterima Kementan, proses penyaluran bantuan kepada kelompok penerima manfaat di Kabupaten Langkat mulai dilakukan pada 19 Oktober 2026.

Dengan demikian, distribusi bantuan di wilayah tersebut berlangsung secara bertahap setelah proses serah terima kepada pemerintah daerah.

Kementan menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh peternakan, dan petugas kesehatan hewan agar bantuan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Sumatera Barat Terima 44.341 Dosis, Distribusi Libatkan Penyuluh

Di Provinsi Sumatera Barat, bantuan obat hewan disalurkan dengan alokasi sebanyak 44.341 dosis untuk mendukung pemulihan kesehatan ternak terdampak bencana.

Penyerahan bantuan dilakukan di dua kabupaten, yakni Pasaman Barat dan Agam.

Untuk Kabupaten Pasaman Barat, penyerahan bantuan berlangsung pada 15 Oktober 2026.

Sementara itu, penyerahan bantuan di Kabupaten Agam dilaksanakan sehari kemudian, yakni pada 16 Oktober 2026.

Hendra menjelaskan bahwa proses distribusi bantuan di kedua kabupaten tersebut mulai dilakukan dengan melibatkan tenaga penyuluh.

Keterlibatan penyuluh bertujuan mendukung kelancaran penyaluran sekaligus membantu peternak memahami penggunaan obat hewan yang diterima.

Selain obat hewan, bantuan yang disalurkan di Sumatera Barat juga dilengkapi dengan leaflet atau lembar panduan penggunaan obat.

Lembar panduan tersebut disertakan agar kelompok penerima manfaat dapat memahami cara penggunaan bantuan sesuai petunjuk yang berlaku.

"Distribusi di kedua kabupaten tersebut mulai dilakukan dengan melibatkan penyuluh. Bantuan di Sumatera Barat juga disertai leaflet panduan penggunaan obat untuk membantu penerima memahami pemanfaatannya," bebernya.

Kementan Dorong Gotong Royong untuk Pemulihan Peternakan Pascabencana

Hendra menegaskan bahwa pemulihan usaha peternakan setelah bencana membutuhkan kerja sama dan gotong royong dari berbagai pihak.

Pemerintah pusat berperan dalam menyiapkan serta mengalokasikan bantuan, sedangkan pemerintah daerah mendukung proses distribusi kepada kelompok peternak penerima manfaat.

Selain itu, penyuluh peternakan dan petugas kesehatan hewan memiliki peran penting dalam mendampingi pemanfaatan bantuan di lapangan.

Pendampingan tersebut diperlukan untuk membantu memastikan obat hewan digunakan sesuai kebutuhan ternak dan petunjuk penggunaan yang berlaku.

Koordinasi antara berbagai pihak juga menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Kementan berharap penyaluran 249.917 dosis obat hewan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat membantu peternak menjaga kesehatan ternaknya selama proses pemulihan pascabencana.

Melalui distribusi yang melibatkan dinas daerah, kelompok peternak, serta pendampingan penyuluh, pemerintah berupaya mendukung pemulihan kesehatan ternak sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternakan masyarakat terdampak bencana.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026