HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia dan Australia Luncurkan PROSPERA Fase II Senilai Rp5,28 Triliun untuk Perkuat Ekonomi hingga 2035

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia dan Australia Luncurkan PROSPERA Fase II Senilai Rp5,28 Triliun untuk Perkuat Ekonomi hingga 2035
Foto: Menteri Keuangan Republik Indonesia Suahasil Nazara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, serta Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid menghadiri peluncuran PROSPERA Fase II di Jakarta, Kamis 22/10/2026 (sumber: ANTARA/Uyu Septiyati Liman)

Pantau - Pemerintah Indonesia dan Australia resmi melanjutkan kerja sama kemitraan pembangunan ekonomi melalui program Australia–Indonesia Partnership for Economic Development (PROSPERA) Fase II dengan nilai dukungan sebesar 420 juta dolar Australia atau sekitar Rp5,28 triliun untuk periode 2026–2035.

Peluncuran PROSPERA Fase II berlangsung di Jakarta, Kamis (22/10/2026), sebagai bagian dari komitmen kedua negara dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berketahanan.

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyampaikan bahwa kelanjutan kemitraan tersebut menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Australia, khususnya di bidang pembangunan ekonomi.

Menurut Wong, peningkatan kerja sama kedua negara semakin diperlukan di tengah ketidakpastian global dan berbagai konflik yang berpotensi memengaruhi stabilitas perekonomian.

"Kita perlu bekerja sama lebih erat lagi untuk memperkuat ketahanan dan kemakmuran (bersama). Itulah yang dicerminkan oleh fase baru PROSPERA ini, sebuah semangat kerja sama yang abadi," ujar Penny Wong dalam acara peluncuran PROSPERA Fase II di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Australia Tingkatkan Dukungan PROSPERA Menjadi Rp5,28 Triliun

PROSPERA merupakan program kemitraan pembangunan ekonomi antara Indonesia dan Australia yang telah berjalan sejak 2018.

Program tersebut pertama kali dilaksanakan melalui PROSPERA Fase I sepanjang periode 2018 hingga 2026 dengan dukungan Australia sebesar 277 juta dolar Australia atau sekitar Rp3,48 triliun.

Memasuki fase kedua, Pemerintah Australia meningkatkan nilai dukungan menjadi 420 juta dolar Australia atau setara sekitar Rp5,28 triliun untuk pelaksanaan program selama 10 tahun.

Dengan demikian, nilai dukungan PROSPERA Fase II meningkat sebesar 143 juta dolar Australia dibandingkan fase pertama.

Secara persentase, peningkatan tersebut mencapai sekitar 51,6 persen dari nilai dukungan pada periode sebelumnya.

Penambahan dukungan ini menjadi bagian dari kelanjutan kemitraan pembangunan ekonomi kedua negara untuk memperkuat kebijakan dan reformasi ekonomi Indonesia.

PROSPERA Dukung Presidensi G20 hingga Proses Aksesi OECD

Penny Wong menjelaskan bahwa sepanjang pelaksanaan fase pertama, PROSPERA telah mendukung sejumlah agenda strategis Pemerintah Indonesia, termasuk dalam menjalankan peran kepemimpinan di tingkat internasional.

Salah satu agenda yang mendapatkan dukungan adalah Presidensi Indonesia dalam kelompok negara G20 pada 2022.

Selain itu, PROSPERA turut mendukung pelaksanaan Keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023.

Program kemitraan tersebut juga memberikan dukungan terhadap proses aksesi Indonesia untuk menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) atau Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi.

Dukungan terhadap proses aksesi OECD menjadi bagian dari kerja sama yang berkaitan dengan penguatan kebijakan dan reformasi ekonomi nasional.

Di dalam negeri, PROSPERA Fase I turut berkontribusi terhadap berbagai program reformasi ekonomi yang dijalankan Pemerintah Indonesia.

Bidang kerja sama tersebut mencakup penguatan pengelolaan keuangan publik, peningkatan kinerja pemerintah, serta pengembangan kebijakan dan tata kelola ekonomi.

PROSPERA juga mendukung upaya menjaga stabilitas makroekonomi sebagai bagian dari penguatan fondasi perekonomian Indonesia.

Dalam sektor usaha, program tersebut memberikan dukungan terhadap pengembangan sektor swasta agar mampu meningkatkan kontribusinya terhadap kegiatan ekonomi nasional.

Selain itu, pembukaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas industri menjadi bagian dari agenda yang mendapatkan perhatian selama pelaksanaan fase pertama.

PROSPERA Fase II Fokus pada Pertumbuhan Ekonomi dan Ketahanan Iklim

Memasuki periode 2026–2035, PROSPERA Fase II diarahkan untuk mendukung pengembangan dan penerapan kebijakan makroekonomi serta kebijakan finansial yang dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Salah satu sasaran utama program tersebut adalah membantu Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Selain itu, kerja sama ini menekankan pentingnya pembangunan ekonomi yang memiliki ketahanan terhadap dampak perubahan iklim atau climate-resilient.

Aspek ketahanan iklim menjadi bagian dari arah kerja sama agar kebijakan ekonomi Indonesia mampu menghadapi berbagai risiko yang berkaitan dengan perubahan iklim.

PROSPERA Fase II juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif sehingga manfaat pembangunan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Dalam pelaksanaannya, program tersebut diharapkan mendukung reformasi kebijakan ekonomi yang dapat memperluas pasar dan menciptakan peluang kegiatan usaha.

Perluasan pasar menjadi salah satu sasaran kerja sama untuk meningkatkan kesempatan ekonomi bagi pelaku usaha nasional.

Selain itu, PROSPERA Fase II diharapkan mampu mendukung peningkatan investasi sebagai bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Penciptaan lapangan kerja berkualitas juga menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan kemitraan pembangunan ekonomi tersebut.

Penny Wong menyampaikan bahwa Australia menghargai prioritas pembangunan ekonomi Indonesia yang menekankan pertumbuhan berkelanjutan, inklusivitas, dan ketahanan.

"Kami sangat menghargai sekaligus ingin berkontribusi terhadap fokus Indonesia terkait pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berketahanan. Kami ingin bekerja sama dengan Anda demi membangun kemakmuran dan menciptakan peluang baru bagi masyarakat Indonesia," kata Wong.

Pemerintah Indonesia Dorong Produktivitas dan Penguatan Modal

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Republik Indonesia Suahasil Nazara menyambut baik kelanjutan program PROSPERA melalui pelaksanaan fase kedua.

Suahasil menyampaikan bahwa kemitraan pembangunan ekonomi tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Menurutnya, peningkatan pertumbuhan ekonomi diperlukan untuk mendorong perbaikan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Ia menekankan bahwa pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi membutuhkan peningkatan produktivitas secara signifikan.

Selain produktivitas, Suahasil juga menyoroti pentingnya penyertaan modal yang lebih besar untuk mendukung kegiatan ekonomi dan pembangunan nasional.

Kedua faktor tersebut menjadi perhatian dalam upaya memperkuat kapasitas perekonomian Indonesia dan mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Pemerintah Indonesia memandang kelanjutan PROSPERA sebagai salah satu bentuk dukungan kerja sama internasional terhadap agenda pembangunan ekonomi nasional.

Suahasil juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia atas komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan pembangunan ekonomi dengan Indonesia.

"Kami menyambut baik dimulainya PROSPERA Fase II dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen berkelanjutan Australia terhadap kemitraan ini," ucap Suahasil.

Indonesia dan Australia Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga 2035

Melalui PROSPERA Fase II, Indonesia dan Australia akan melanjutkan kerja sama di bidang kebijakan makroekonomi, kebijakan finansial, reformasi ekonomi, peningkatan investasi, dan pengembangan kesempatan kerja.

Kemitraan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global dan tantangan perubahan iklim.

Dengan dukungan senilai 420 juta dolar Australia selama periode 2026–2035, kedua negara berupaya memperkuat pelaksanaan kebijakan ekonomi yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif.

Kerja sama ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas, perluasan investasi, penguatan sektor swasta, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Pemerintah Indonesia dan Australia menempatkan kelanjutan PROSPERA sebagai bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat pembangunan ekonomi dan membuka peluang baru bagi masyarakat.

Melalui pelaksanaan fase kedua tersebut, kedua negara berharap reformasi kebijakan ekonomi dan peningkatan kapasitas perekonomian dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga 2035.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026