HOME  ⁄  Nasional

Gunung Semeru Erupsi Enam Kali dalam Sehari, Kolom Abu Capai 1,2 Kilometer dan Warga Diingatkan Bahaya Awan Panas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Gunung Semeru Erupsi Enam Kali dalam Sehari, Kolom Abu Capai 1,2 Kilometer dan Warga Diingatkan Bahaya Awan Panas
Foto: (Sumber :Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1,2 km di atas puncak pada Jumat (23/10/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG.)

Pantau - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami enam kali erupsi pada Jumat (23/10/2026) pagi dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.200 meter atau 1,2 kilometer di atas puncak.

Aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berada pada status Level III atau Siaga sehingga masyarakat diminta mematuhi batas aman yang telah ditetapkan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan enam erupsi terjadi sejak pukul 04.54 WIB hingga 08.20 WIB dengan kolom abu dominan berwarna putih hingga kelabu.

Sebaran abu vulkanik terpantau mengarah ke selatan dan barat daya dengan intensitas sedang hingga tebal.

Gunung Semeru Erupsi Enam Kali Sejak Dini Hari

Erupsi pertama Gunung Semeru terjadi pada pukul 04.54 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 800 meter di atas puncak.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah selatan.

Letusan tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 128 detik.

Erupsi kedua terjadi pada pukul 05.17 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 400 meter di atas puncak.

"Erupsi kedua terjadi pada pukul 05.17 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22.0 mm dan durasi sementara 122 detik," kata Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Tiga menit kemudian, tepatnya pukul 05.20 WIB, Semeru kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom letusan sekitar 600 meter di atas puncak.

Letusan ketiga tersebut menghasilkan abu berwarna putih hingga kelabu yang bergerak ke arah selatan dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 127 detik.

Letusan Tertinggi Capai 1.200 Meter di Atas Puncak

Aktivitas erupsi berlanjut pada pukul 05.53 WIB dengan kolom letusan yang lebih tinggi dibandingkan tiga kejadian sebelumnya.

"Erupsi kembali terjadi pada pukul 05.53 WIB dengan tinggi kolom letusan yang lebih tinggi yakni 1.200 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan," tutur Liswanto.

Erupsi kelima terjadi pada pukul 06.20 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Pada kejadian tersebut, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya.

Aktivitas erupsi kelima terekam dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi sekitar 93 detik.

Gunung Semeru kembali meletus pada pukul 08.20 WIB dengan kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu pada erupsi keenam teramati bergerak ke arah barat daya dengan intensitas tebal.

"Letusan itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi sementara sekitar 85 detik," katanya.

Status Semeru Level III Siaga, Aktivitas Dibatasi hingga 13 Kilometer

Liswanto menjelaskan bahwa status aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.

Dengan status tersebut, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Pembatasan tersebut diberlakukan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak aktivitas vulkanik, termasuk awan panas dan aliran material erupsi.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.

Masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.

Kawasan tersebut dinilai rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar akibat aktivitas erupsi.

Warga Diminta Waspadai Awan Panas dan Banjir Lahar

Petugas pengamatan gunung api mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Semeru.

Kawasan yang perlu mendapat perhatian meliputi aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujar Liswanto.

Potensi bahaya juga mencakup sungai-sungai kecil yang terhubung dengan aliran utama dari kawasan puncak.

Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diminta tetap mengikuti rekomendasi keselamatan sesuai status Siaga dan menghindari seluruh kawasan yang masuk zona larangan aktivitas.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026