
Pantau - Wakil Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Oliver Sperling, menegaskan komitmen pemerintah Jerman untuk memperkuat kemitraan akademik dengan Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama baru di bidang pendidikan tinggi dan penelitian.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Presiden Layanan Pertukaran Akademik Jerman (DAAD), Joybrato Mukherjee, ke Indonesia selama beberapa hari untuk memperdalam hubungan akademik kedua negara.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, Sperling menjelaskan bahwa kunjungan Presiden DAAD menjadi bagian dari upaya memperluas hubungan antarlembaga pendidikan tinggi serta menjajaki potensi kerja sama akademik pada masa mendatang.
"Kunjungan ini menegaskan komitmen Jerman untuk memperdalam kemitraan akademik dengan Indonesia serta menjajaki berbagai peluang yang ada di masa mendatangi," kata Sperling dalam konferensi pers tersebut.
Jerman dan Indonesia Miliki 190 Kemitraan Akademik
Sperling mengungkapkan bahwa Indonesia dan Jerman telah memiliki fondasi kerja sama akademik yang kuat melalui sekitar 190 kemitraan antara institusi pendidikan tinggi kedua negara.
Kemitraan tersebut menghubungkan berbagai universitas di Jerman dengan hampir 70 perguruan tinggi di Indonesia dalam bidang pendidikan tinggi dan penelitian.
Menurut Sperling, hubungan akademik yang telah terbangun selama beberapa dekade menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi antara kedua negara.
Ia menilai peluang pengembangan kerja sama masih terbuka luas, terutama karena Indonesia memiliki wilayah yang besar, populasi muda yang dinamis, serta peran yang semakin berkembang dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi.
"Namun, mengingat luasnya Indonesia, populasi yang muda dan dinamis, serta peran Indonesia yang kian berkembang dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi, masih terdapat potensi besar untuk memperluas kerja sama ini lebih jauh," katanya.
Sperling menegaskan bahwa hubungan yang telah terjalin selama puluhan tahun memberikan dasar kuat bagi Indonesia dan Jerman untuk mengembangkan kemitraan akademik secara berkelanjutan.
"Jerman dan Indonesia telah menjalin kerja sama di bidang pendidikan tinggi dan penelitian selama beberapa dekade. Kemitraan-kemitraan ini memberikan landasan yang kokoh bagi kerja sama di masa depan," kata Sperling.
DAAD Dorong Mahasiswa Indonesia Kuliah dan Meneliti di Jerman
Sementara itu, Presiden DAAD Joybrato Mukherjee menyampaikan bahwa Jerman merupakan salah satu negara yang terbuka bagi mahasiswa dan peneliti internasional yang ingin melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan kegiatan penelitian.
Mukherjee mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 426.000 mahasiswa internasional dan calon doktor yang sedang menempuh pendidikan di berbagai universitas di Jerman.
Menurutnya, Jerman menyediakan beragam pilihan institusi pendidikan tinggi, mulai dari universitas umum, universitas ilmu terapan, hingga perguruan tinggi yang berfokus pada bidang seni dan musik.
Pemerintah Jerman melalui DAAD juga berupaya mendorong semakin banyak generasi muda Indonesia untuk memanfaatkan peluang pendidikan tinggi dan penelitian di negara tersebut.
"Kami menawarkan beragam pilihan universitas, universitas ilmu terapan, serta universitas seni dan musik. Kami ingin mendorong kaum muda dari Indonesia untuk belajar dan melakukan penelitian di Jerman," kata Mukherjee.
DAAD Telah Beroperasi di Indonesia Selama Lebih dari 70 Tahun
Layanan Pertukaran Akademik Jerman atau DAAD telah menjalankan berbagai kegiatan dan program kerja sama akademik di Indonesia selama lebih dari 70 tahun.
Kehadiran lembaga tersebut semakin diperkuat melalui pembukaan kantor perwakilan DAAD di Jakarta pada 1990 sebagai bagian dari pengembangan hubungan pendidikan tinggi antara kedua negara.
Selama beberapa dekade, kerja sama tersebut berkembang hingga mencakup sekitar 190 kemitraan akademik yang melibatkan perguruan tinggi di Jerman dan hampir 70 institusi pendidikan tinggi di Indonesia.
Melalui kunjungan Presiden DAAD ke Indonesia, pemerintah Jerman berupaya memperdalam hubungan yang telah terbangun sekaligus membuka kesempatan baru bagi mahasiswa, akademisi, dan peneliti Indonesia untuk mengembangkan pendidikan serta penelitian di Jerman.
- Penulis :
- Leon Weldrick




