HOME  ⁄  Nasional

Kemenpora Dorong Penguatan Karakter Anak Lewat Kompetisi Codero 2026, Sebanyak 450 Peserta Adu Kemampuan Coding dan Robotik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenpora Dorong Penguatan Karakter Anak Lewat Kompetisi Codero 2026, Sebanyak 450 Peserta Adu Kemampuan Coding dan Robotik
Foto: (Sumber :Instultur mengarahkan pelajar dalam mengenalkan robotik dalam ajang National Competition (CNC) 2026 di Tangerang, Banten pada Sabtu (24/10/2026). ANTARA/Azmi Samsul M.)

Pantau - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendorong penguatan karakter, literasi digital, dan daya saing generasi muda melalui ajang Codero National Competition (CNC) 2026 yang diikuti sekitar 450 peserta berusia 4–17 tahun di Tangerang, Banten, pada 24–25 Oktober 2026.

Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora Hendro Wicaksono menilai kompetisi pemrograman dan robotika tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan teknologi anak sejak usia dini.

Namun, ia mengingatkan bahwa penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan kemampuan bersosialisasi.

"Kami mengapresiasi ajang ini (CNC) karena mampu meningkatkan pengetahuan dan daya saing anak-anak. Namun, kepada para orang tua pendamping, kami ingatkan untuk tidak melupakan pembangunan karakter. Karakter sangat mendukung seorang anak untuk tumbuh menjadi inovator unggul," kata Hendro di Tangerang, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, kemajuan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.

Kemenpora Ingatkan Pentingnya Karakter di Era Digital

Hendro mengatakan pengembangan literasi digital dan penguasaan teknologi informasi perlu diimbangi dengan pembentukan nilai-nilai positif pada anak.

Ia menggunakan konsep man behind the gun untuk menggambarkan bahwa manfaat teknologi sangat bergantung pada karakter orang yang menggunakannya.

Menurutnya, kecerdasan dan keterampilan digital harus diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Tumbuh kembang anak mencakup tiga aspek utama, yakni fisik (body), kecerdasan (mind), dan jiwa (soul)," ucapnya.

Hendro menilai pendidikan formal telah memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan pengetahuan.

Karena itu, pembentukan karakter perlu mendapat perhatian agar perkembangan teknologi tidak membuat anak kehilangan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sosial.

Orang Tua Diminta Cegah Anak Menjadi Individualis

Kemenpora juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak menggunakan teknologi digital.

Hendro mengingatkan bahwa kegiatan belajar pemrograman dan robotika tidak boleh membuat anak mengabaikan komunikasi dengan keluarga maupun teman sebaya.

"Digitalisasi harus dipastikan berdampak positif. Jangan sampai anak-anak asyik sendiri dan enggan bergaul. Di sinilah peran penting orang tua untuk terus membangun komunikasi dan jiwa sosial anak, bahwa manusia tetap membutuhkan sesamanya," tuturnya.

Menurutnya, kemampuan bersosialisasi menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak di tengah perkembangan teknologi.

Orang tua diharapkan dapat membantu anak menjaga keseimbangan antara aktivitas digital, pembelajaran, dan interaksi sosial.

Hendro menambahkan bahwa Kemenpora terus mendukung pengembangan minat dan bakat generasi muda di bidang sains serta teknologi.

Dukungan tersebut mencakup kegiatan yang berkaitan dengan Persatuan Robotik Seluruh Indonesia maupun ekosistem olahraga elektronik.

"Ini sejalan dengan visi Indonesia Emas yang membutuhkan pemuda berkarakter kepemimpinan kuat, adaptif, dan berorientasi sosial," kata dia.

Kompetisi Codero 2026 Diikuti 450 Anak dari Berbagai Daerah

Sementara itu, Kepala Pemasaran dan Pertumbuhan Codero Jesslyn Catherine menjelaskan bahwa CNC 2026 berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, 24–25 Oktober 2026.

Kompetisi tersebut diikuti sekitar 450 peserta dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

Para peserta berasal dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Banjarmasin, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, serta Bekasi.

"Secara keseluruhan ada sekitar 1.000 pengunjung dan pendamping yang hadir. Peserta merupakan perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Banjarmasin, Jogja, Solo, Surabaya, hingga wilayah Jabodetabek," jelasnya.

Jesslyn mengatakan kompetisi tingkat nasional antarsekolah tersebut menjadi tempat bagi anak-anak untuk menunjukkan keterampilan dalam bidang teknologi dan kreativitas.

Sebelas Kategori Lomba Digelar, Coding dan Robotika Paling Diminati

CNC 2026 mempertandingkan 11 kategori yang mencakup pemrograman, robotika, mewarnai, dan simulasi modul elektronik berbasis Arduino.

Pada bidang robotika, peserta mengikuti tantangan robot serta lomba merakit perangkat dalam waktu tertentu atau speed building.

Menurut Jesslyn, kategori pemrograman dan robotika menjadi dua bidang yang paling banyak diminati peserta.

Kompetisi tersebut juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah melalui kegiatan praktik.

Khusus kategori speed building untuk jenjang taman kanak-kanak, penyelenggara melibatkan orang tua secara langsung dalam kegiatan perlombaan.

"Khusus kategori speed building jenjang TK, kompetisi melibatkan partisipasi langsung orang tua guna mempererat ikatan (bonding) keluarga sekaligus mengarahkan pemanfaatan teknologi secara sehat," papar dia.

Melalui keterlibatan keluarga dan kegiatan pembelajaran teknologi, CNC 2026 diharapkan menjadi sarana pengembangan keterampilan digital sekaligus pembentukan karakter anak.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026