
Pantau - Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Korea Selatan tengah mempertimbangkan rencana ekspor reaktor nuklir generasi baru ke Indonesia melalui kerja sama pengembangan dan produksi reaktor modular kecil atau small modular reactor (SMR).
Rencana tersebut merupakan bagian dari kolaborasi industri nuklir ketiga negara yang mendapat dukungan pemerintah untuk memperluas penggunaan teknologi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di pasar internasional.
Berdasarkan laporan Kyodo yang mengutip sumber pemerintah Jepang, Minggu (25/10/2026), Indonesia menjadi salah satu negara yang dipertimbangkan sebagai tujuan ekspor teknologi tersebut.
Selain Indonesia, Jepang, AS, dan Korea Selatan juga membidik Malaysia serta Filipina sebagai pasar potensial reaktor modular kecil.
Tiga Negara Bagi Peran dalam Pengembangan Reaktor Nuklir
Kerja sama Jepang, AS, dan Korea Selatan mencakup pembagian tanggung jawab dalam pengembangan hingga pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir.
Amerika Serikat akan memimpin pengembangan desain reaktor dengan memanfaatkan keahlian teknologi nuklir yang dimilikinya.
Korea Selatan akan mengambil peran utama dalam pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir.
Sementara itu, Jepang akan berkontribusi melalui kemampuan manufaktur peralatan utama yang dibutuhkan dalam pengoperasian pembangkit.
Pembagian tugas tersebut menjadi dasar kerja sama ketiga negara dalam mengembangkan dan memproduksi reaktor modular kecil untuk pasar internasional.
Kerja Sama Nuklir Ditujukan untuk Bersaing dengan Rusia dan China
Rencana ekspor reaktor nuklir ke Indonesia merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama trilateral yang ditandatangani para menteri luar negeri Jepang, AS, dan Korea Selatan pada Juli 2026.
Kesepakatan tersebut menjadi kerangka pengembangan dan promosi teknologi reaktor modular kecil ke berbagai negara.
Melalui kerja sama itu, ketiga negara berupaya menghadirkan pilihan teknologi nuklir selain yang ditawarkan Rusia dan China.
Inisiatif tersebut juga diarahkan untuk memperluas peluang industri nuklir Jepang, AS, dan Korea Selatan dalam pembangunan pembangkit listrik di luar negeri.
Namun, laporan tersebut belum menyebutkan jadwal ekspor maupun lokasi pembangunan reaktor modular kecil di Indonesia.
Indonesia Telah Jalin Kesepakatan Nuklir dengan Rusia
Indonesia sebelumnya telah menjalin kesepakatan dengan perusahaan nuklir milik negara Rusia, Rosatom, terkait pengoperasian dua pembangkit listrik tenaga nuklir terapung.
Kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia juga menjadi tujuan kerja sama pengembangan energi nuklir dengan Rusia.
Di sisi lain, rencana Jepang, AS, dan Korea Selatan masih berada pada tahap pertimbangan ekspor teknologi.
Belum terdapat informasi dalam laporan tersebut mengenai kesepakatan pembelian reaktor modular kecil oleh Indonesia dari konsorsium ketiga negara.
Malaysia dan Filipina Juga Masuk Pasar Potensial
Selain Indonesia, Malaysia dan Filipina turut dipertimbangkan sebagai negara tujuan pengembangan teknologi reaktor modular kecil.
Ketiga negara Asia Tenggara tersebut menjadi bagian dari penjajakan pasar internasional dalam kerja sama industri nuklir Jepang, AS, dan Korea Selatan.
Kolaborasi ini melibatkan kemampuan desain dari AS, konstruksi dari Korea Selatan, serta produksi peralatan pembangkit dari Jepang.
Rencana ekspor tersebut masih memerlukan tindak lanjut sebelum dapat diwujudkan menjadi proyek pembangunan reaktor nuklir di negara tujuan.
- Penulis :
- Gerry Eka




