
Pantau - Sejumlah produsen mobil Jepang, termasuk Toyota, Honda, Nissan, Suzuki, dan Mitsubishi, mempercepat proses pengembangan kendaraan baru untuk menghadapi persaingan industri otomotif China yang mampu meluncurkan model dalam waktu lebih singkat.
Berdasarkan laporan Kyodo, Minggu (25/10/2026), produsen mobil Jepang umumnya membutuhkan waktu empat hingga lima tahun untuk mengembangkan satu model kendaraan baru.
Sementara itu, perusahaan otomotif China hanya memerlukan waktu sekitar dua tahun sehingga lebih cepat menyesuaikan produknya dengan perubahan permintaan konsumen.
Perbedaan tersebut mendorong produsen Jepang melakukan perubahan strategi, mulai dari penggunaan komponen bersama hingga pemanfaatan kecerdasan buatan.
Nissan Targetkan Pengembangan Mobil Baru Hanya 2,5 Tahun
Nissan Motor Co. menyiapkan strategi pengembangan kendaraan berbasis keluarga model dengan menggunakan platform yang sama untuk sejumlah mobil berukuran serupa.
Melalui pendekatan tersebut, Nissan menargetkan pengembangan kendaraan jenis sport utility vehicle (SUV) baru dalam waktu tiga tahun satu bulan untuk peluncuran di Amerika Utara pada 2028.
Platform kendaraan tersebut kemudian akan digunakan kembali untuk mengembangkan model-model turunannya.
Strategi itu diperkirakan dapat memangkas waktu pengembangan hingga 40 persen menjadi sekitar 2,5 tahun.
Nissan juga memperkirakan pendekatan baru tersebut akan mencakup 80 persen dari penjualan global perusahaan.
Selain mempercepat produksi model baru, perusahaan menargetkan pengurangan variasi jenis suku cadang hingga 70 persen.
"Ini adalah reformasi untuk menjadi perusahaan yang responsif terhadap perubahan dan mampu menghadirkan mobil berkualitas secara tepat waktu," kata Wakil Manajer Umum Divisi Perencanaan Produk Nissan, Hidemi Sasaki.
Honda Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Pangkas Biaya
Honda Motor Co. turut menyiapkan perubahan besar melalui strategi transformasi bisnis yang disebut Triple Half.
Strategi tersebut bertujuan memangkas biaya pengembangan, waktu pengerjaan, dan beban kerja hingga setengah dari kondisi sebelumnya.
Honda akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan sistem digital untuk mencapai target tersebut.
Langkah efisiensi itu dilakukan ketika Honda berupaya memulihkan kinerja setelah mencatat kerugian bersih yang meningkat tajam pada tahun fiskal sebelumnya.
Penerapan pendekatan baru tersebut direncanakan dimulai pada model-model kendaraan yang memasuki tahap pengembangan pada 2028.
Toyota Kurangi Variasi Suku Cadang Lewat Strategi Area 35
Toyota Motor Corp. juga melakukan pembenahan proses pengembangan kendaraan dengan mengurangi variasi suku cadang.
Produsen mobil terbesar dunia berdasarkan volume tersebut berupaya menyederhanakan penggunaan komponen sesuai kebutuhan pelanggan.
Pengurangan variasi suku cadang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat pekerjaan pengembangan kendaraan.
Toyota menamai pendekatan tersebut sebagai strategi Area 35.
Melalui strategi itu, Toyota menargetkan peningkatan pemanfaatan ruang lantai pabrik sebesar 35 persen.
Suzuki dan Mitsubishi Ikut Percepat Pengembangan Kendaraan
Suzuki Motor Corp. menargetkan pemangkasan waktu pengembangan kendaraan menjadi sekitar dua tahun.
Target tersebut mendekati kecepatan pengembangan model baru yang saat ini dicapai sejumlah produsen mobil China.
Sementara itu, Mitsubishi Motors Corp. berencana memangkas periode pengembangan kendaraan sebesar 20 persen.
Dengan pengurangan tersebut, Mitsubishi menargetkan proses pengembangan model baru dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun sekitar 2030.
Berbagai strategi yang disiapkan produsen Jepang menunjukkan perubahan pendekatan industri otomotif negara tersebut dalam menghadapi persaingan global.
Percepatan pengembangan kendaraan menjadi salah satu fokus perusahaan agar model baru dapat diluncurkan lebih cepat mengikuti kebutuhan pasar.
- Penulis :
- Gerry Eka




