
Pantau - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon akan menggelar Indonesia Expo 2026 pada 30–31 Oktober di Yangon, Myanmar, untuk memperluas kerja sama bilateral di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, dan pariwisata.
Pameran tersebut akan mempertemukan 39 perusahaan, lembaga pendidikan, dan asosiasi asal Indonesia dengan 19 perusahaan Myanmar yang tergabung dalam kelompok Friends of Indonesia.
Berdasarkan keterangan resmi KBRI Yangon, Minggu (25/10/2026), kegiatan ini terbuka gratis bagi masyarakat mulai pukul 09.00 hingga 17.00 waktu setempat.
Indonesia Expo 2026 mengusung tema “Bridging Partnerships, Building Prosperity” atau menjembatani kemitraan untuk membangun kesejahteraan.
Hari Pertama Fokus pada Perdagangan dan Investasi
Kegiatan pada Jumat (30/10/2026) akan difokuskan pada pengembangan kerja sama perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis antara Indonesia dan Myanmar.
Sejumlah sektor unggulan yang akan dipromosikan meliputi energi, pertanian, pupuk, minyak nabati, penerbangan, kendaraan listrik, konstruksi, kesehatan, dan logistik.
Produk makanan dan minuman Indonesia juga akan menjadi bagian dari pameran tersebut.
Agenda hari pertama mencakup rencana penandatanganan sejumlah kerja sama bisnis strategis.
Perusahaan yang disebut akan terlibat antara lain Perusahaan Gas Negara (PGN), RGE Energy Company, uab bank Myanmar, MDG, dan Pertamina Lubricants Thailand.
Melalui kegiatan ini, pelaku usaha kedua negara diharapkan dapat memperluas jaringan bisnis dan menjajaki peluang kemitraan baru.
Tujuh Perguruan Tinggi Indonesia Tawarkan Informasi Pendidikan
Pada Sabtu (31/10/2026), Indonesia Expo akan berfokus pada promosi pendidikan tinggi dan interaksi dengan masyarakat Myanmar.
Sebanyak tujuh perguruan tinggi Indonesia dijadwalkan hadir untuk memberikan konsultasi mengenai pilihan program studi, persyaratan penerimaan mahasiswa, dan peluang beasiswa.
Agenda pendidikan juga mencakup rencana penandatanganan kerja sama antara Universitas Widyatama dan Yangon University of Foreign Languages (YUFL).
Selain itu, terdapat rencana kolaborasi yang melibatkan uab bank, Nyarna Empowers, dan Perkasa Flight School.
Sekolah Indonesia Yangon (SIY) dan Indonesian International School Yangon (IISY) turut berpartisipasi untuk memperkenalkan pendidikan Indonesia kepada masyarakat setempat.
Indonesia Expo Hadirkan Kuliner dan Promosi Wisata Nusantara
Selain kegiatan bisnis dan pendidikan, Indonesia Expo 2026 akan menghadirkan berbagai kegiatan untuk masyarakat umum.
Pengunjung dapat menikmati kuliner khas Nusantara serta memperoleh informasi mengenai destinasi wisata Indonesia.
Penyelenggara juga menyiapkan penampilan penyanyi populer Myanmar dan pembagian hadiah melalui undian.
Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kerja sama KBRI Yangon dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia serta Union of Myanmar Federation of Chambers of Commerce and Industry (UMFCCI).
Kolaborasi itu diharapkan dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus mendorong kemitraan ekonomi yang berkelanjutan.
Perdagangan Indonesia dan Myanmar Tembus Rp16,2 Triliun
Berdasarkan data perdagangan internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN COMTRADE), nilai perdagangan Indonesia dan Myanmar pada 2025 tercatat sekitar 1,033 miliar dolar AS atau setara Rp16,2 triliun.
Ekspor Indonesia ke Myanmar mencapai 901,69 juta dolar AS dengan komoditas utama berupa minyak kelapa sawit, tembakau, peralatan elektronik, produk kaca, dan berbagai barang manufaktur.
Sementara itu, nilai impor Indonesia dari Myanmar dilaporkan berada pada kisaran 131,33 juta hingga 171,09 juta dolar AS.
Beras menjadi salah satu komoditas impor utama Indonesia dari Myanmar, dengan volume mencapai 206,4 ribu ton senilai 77,7 juta dolar AS.
Indonesia Expo 2026 dijadwalkan menjadi wadah pertemuan pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat kedua negara untuk memperluas kerja sama yang telah terjalin.
- Penulis :
- Gerry Eka




