HOME  ⁄  Nasional

Sebanyak 900 Santri Ponpes Darul Ulum Batang Kehilangan Pasokan MBG, Pemkab Siapkan Pengalihan ke SPPG Terdekat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sebanyak 900 Santri Ponpes Darul Ulum Batang Kehilangan Pasokan MBG, Pemkab Siapkan Pengalihan ke SPPG Terdekat
Foto: (Sumber :Wakil Bupati Batang Suyono. ANTARA/Kutnadi.)

Pantau - Sebanyak 900 santri Pondok Pesantren Darul Ulum di Desa Tragung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) segera dilanjutkan setelah pasokan makanan terhenti akibat penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanganom oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Pemerintah Kabupaten Batang kini mengkaji pengalihan distribusi makanan ke SPPG terdekat agar kebutuhan gizi para santri dapat kembali terpenuhi.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum, Zainul Iroqi, mengatakan penghentian pasokan MBG menimbulkan keresahan di kalangan santri yang sebelumnya rutin menerima makanan dari program tersebut.

"Penghentian MBG tersebut menjadi perhatian serius pengasuh mengingat antusiasme tinggi dari para santri," kata Zainul di Batang, Senin (26/10/2026).

Sementara itu, Wakil Bupati Batang Suyono memastikan pemerintah daerah sedang berkoordinasi untuk mencari solusi agar distribusi makanan bergizi gratis dapat segera dilanjutkan.

SPPG Karanganom Ditutup Sementara, Pasokan MBG Terhenti

Zainul menjelaskan bahwa sekitar 900 santri Pondok Pesantren Darul Ulum sebelumnya menerima pasokan makanan bergizi gratis dari SPPG Karanganom.

Namun, penyaluran makanan terhenti setelah unit pelayanan tersebut dikenai sanksi penghentian sementara oleh BGN.

Zainul yang juga menjabat Ketua Majelis Ulama Kabupaten Batang menyebut program MBG mendapat sambutan positif dari para santri.

"Makanan dari Program MBG telah menjadi sajian favorit yang selalu disambut antusias oleh anak-anak asuh," katanya.

Menurutnya, penghentian distribusi makanan menjadi perhatian pengasuh pondok pesantren karena para santri berharap program tersebut dapat kembali berjalan.

Pemkab Batang Kaji Pengalihan Distribusi ke SPPG Terdekat

Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan pemerintah daerah tengah mengkaji kemungkinan pengalihan pasokan MBG ke unit pelayanan gizi lainnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sekitar 900 santri tetap dapat memperoleh manfaat program meskipun SPPG Karanganom belum beroperasi kembali.

"Penghentian pasokan makanan bergizi gratis ini terjadi, karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanganom sedang sanksi suspend oleh BGN," katanya.

Suyono menjelaskan bahwa pemerintah daerah sedang berkoordinasi dengan pengelola program MBG di tingkat daerah.

Koordinasi tersebut difokuskan pada penyesuaian rute distribusi makanan dari SPPG terdekat menuju Pondok Pesantren Darul Ulum.

Pemkab Batang berharap pengalihan tersebut dapat mempercepat pemulihan pasokan makanan bagi para santri.

Evaluasi SPPG Dilakukan untuk Menjaga Keamanan Pangan

Suyono yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Percepatan MBG Kabupaten Batang menegaskan bahwa evaluasi terhadap penyedia layanan merupakan bagian dari upaya menjaga standar keamanan pangan.

Menurutnya, pelaksanaan program harus tetap memperhatikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

Penutupan sementara SPPG Karanganom merupakan sanksi yang diberikan BGN terhadap unit penyedia makanan tersebut.

Meski demikian, pemerintah daerah berupaya agar penghentian operasional satu unit pelayanan tidak mengganggu pemenuhan gizi santri dalam waktu lama.

Pengalihan distribusi menjadi salah satu opsi yang sedang dibahas untuk menjaga keberlanjutan program MBG di pondok pesantren.

Pemkab Janji Segera Pulihkan Pasokan untuk 900 Santri

Suyono menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat penyelesaian persoalan distribusi MBG di Pondok Pesantren Darul Ulum.

Ia mengakui bahwa program tersebut memberikan manfaat bagi para santri yang selama ini menerima makanan bergizi gratis.

"Kami berjanji segera mengambil langkah cepat agar pasokan gizi untuk sekitar 900 santri di Ponpes Darul Ulum bisa kembali mengalir. Anak-anak pondok ini berharap dan merasa terbantu dengan asupan gizi yang diterima," katanya.

Pemerintah Kabupaten Batang masih melakukan koordinasi dengan pengelola program untuk menentukan unit pelayanan pengganti yang dapat memasok makanan ke pondok pesantren.

Hingga Senin (26/10/2026), belum disebutkan jadwal pasti dimulainya kembali distribusi MBG bagi sekitar 900 santri tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026