
Pantau - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin meminta prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) tidak hanya menjalankan tugas pertahanan, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan daerah melalui penguatan ketahanan pangan, pertanian, peternakan, dan infrastruktur desa.
Arahan tersebut disampaikan Sjafrie saat mengunjungi markas Yonif TP 817/Aoba di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Menurut Sjafrie, keberadaan satuan teritorial pembangunan harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah penugasannya.
"Satuan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan ketahanan pangan, pertanian, peternakan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Sjafrie.
Ia menegaskan bahwa satuan YTP memiliki komponen yang dapat mendukung pelaksanaan program pembangunan wilayah tanpa mengesampingkan tugas utama menjaga pertahanan negara.
Prajurit YTP Didorong Kembangkan Pertanian dan Peternakan
Sjafrie menjelaskan bahwa Yonif Teritorial Pembangunan memiliki kompi-kompi khusus yang diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah pengembangan sektor pertanian melalui pembangunan dan pengelolaan perkebunan sayur serta buah-buahan.
Selain pertanian, satuan tersebut juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan kegiatan peternakan.
Hasil dari perkebunan dan peternakan diharapkan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat maupun menjadi sumber kegiatan ekonomi.
Menurut Sjafrie, keterlibatan prajurit dalam sektor produktif merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan warga di sekitar markas.
Dengan kemampuan tersebut, satuan YTP diharapkan dapat membantu mengoptimalkan potensi wilayah tempat mereka bertugas.
Yonif Teritorial Pembangunan Juga Bertugas Membantu Infrastruktur Desa
Selain mengembangkan sektor pangan, YTP memiliki kompi yang diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di kawasan perdesaan.
Kegiatan tersebut mencakup perbaikan jalan, jembatan, dan berbagai fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat.
Sjafrie menilai dukungan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu bentuk kontribusi satuan teritorial terhadap kemajuan daerah.
Keberadaan prajurit dengan kemampuan pembangunan diharapkan dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan akses terhadap fasilitas dasar.
Program tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan pertahanan yang melibatkan hubungan erat antara TNI dan masyarakat.
Kemampuan Tempur Prajurit Tetap Menjadi Prioritas
Sjafrie memastikan bahwa keterlibatan YTP dalam pembangunan daerah tidak mengurangi fungsi utama satuan sebagai kekuatan pertahanan.
Menurutnya, Yonif Teritorial Pembangunan tetap diperkuat personel yang memiliki kemampuan tempur untuk melindungi masyarakat dan mempertahankan wilayah negara.
Kemampuan militer tersebut tetap diperlukan meskipun prajurit juga menjalankan kegiatan pertanian, peternakan, dan pembangunan infrastruktur.
Ia berharap kedua fungsi tersebut dapat berjalan beriringan sehingga kehadiran TNI memberikan manfaat dalam bidang pertahanan maupun pembangunan masyarakat.
Menhan Tekankan Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Sjafrie mengatakan keberadaan satuan YTP merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Ia mengaitkan peran tersebut dengan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), yang menempatkan keterlibatan rakyat sebagai unsur penting pertahanan negara.
"Kehadiran TNI harus menjadi bagian dari solusi bagi rakyat, sejalan dengan semangat Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), bahwa kekuatan pertahanan negara bertumpu pada kemanunggalan TNI dan rakyat," terang Sjafrie.
Melalui penguatan fungsi pertahanan dan pembangunan, Menhan berharap prajurit YTP dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keamanan wilayah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




