
Pantau - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menilai program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi wartawan senior penting untuk menjaga kesehatan sekaligus memastikan pengalaman, nilai-nilai, dan kode etik jurnalistik dapat terus diwariskan kepada generasi wartawan muda.
Hal tersebut disampaikan Meutya dalam kegiatan CKG bagi wartawan senior yang diselenggarakan di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, kesibukan pekerjaan membuat wartawan kerap mengabaikan pemeriksaan kesehatan, termasuk setelah memasuki masa pensiun.
"Sebagai wartawan kita tuh sering banget lupa ngecek. Karena wartawan tuh selalu dikejar deadline, kemudian sudah pensiun yang memang kadang-kadang sakitnya tuh gak dirasa-rasa," kata Meutya.
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 175 wartawan senior dengan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan dan tindak lanjut medis bagi peserta yang membutuhkan.
Meutya Hafid Tekankan Pentingnya Menjaga Kesehatan Wartawan Senior
Meutya mengatakan wartawan senior memiliki peran penting dalam mempertahankan nilai-nilai profesionalisme pers Indonesia.
Menurutnya, para wartawan berpengalaman telah berperan menjaga pemberitaan agar sesuai fakta dan mematuhi kode etik jurnalistik.
Selain itu, wartawan juga dituntut mempertimbangkan dampak pemberitaan terhadap masyarakat.
Meutya berharap kondisi kesehatan yang terjaga memungkinkan wartawan senior terus membagikan pengalaman dan nilai profesional kepada generasi berikutnya.
"Nah nilai-nilai ini saya rasa hadir dalam sosok beliau-beliau yang sudah senior ini yang kita harapkan dapat semangatnya terus ditularkan demi menjaga pers yang sehat di tanah air," ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa pemeriksaan kesehatan menemukan sejumlah kondisi pada peserta yang membutuhkan perhatian medis tambahan.
Menurut Meutya, Kementerian Kesehatan telah memberikan tindak lanjut terhadap temuan tersebut.
Lebih dari 175 Wartawan Senior Ikuti Pemeriksaan Kesehatan
Ketua Umum Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) Wahyu Muryadi mengatakan lebih dari 175 wartawan senior mengikuti kegiatan CKG tersebut.
Pemeriksaan yang disediakan meliputi pengukuran tekanan darah serta deteksi tuberkulosis (TBC), hepatitis, dan kanker serviks.
Wahyu menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk kerja sama Kementerian Kesehatan dengan SWSI untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi wartawan senior.
"Program CKG hari ini mengusung tagline atau semboyan Wartawan Senior Sehat Negara Lebih Kuat Program ini hadir sekali lagi sebagai wujud nyata kepedulian dan komitmen bersama antara Kementerian Kesehatan dan SWSI untuk mendekatkan akses layanan kesehatan berkualitas langsung atau di tengah-tengah masyarakat," katanya.
Ia menyebut banyak wartawan senior yang mengikuti pemeriksaan mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Peserta yang membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan lanjutan diarahkan untuk memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan.
SWSI Siap Bantu Iuran BPJS Kesehatan Selama Setahun
Wahyu mengatakan SWSI juga memberikan perhatian terhadap wartawan senior yang kepesertaan BPJS Kesehatannya tidak aktif.
Organisasi tersebut menyatakan kesiapan membantu pembayaran iuran agar anggotanya dapat kembali mengakses layanan kesehatan.
"Nah kepada seluruh anggota SWSI yang BPJS Kesehatannya mati, tidak aktif, kami siap membantu iurannya selama setahun ke depan," katanya.
Bantuan tersebut ditujukan bagi anggota SWSI yang membutuhkan kelanjutan pelayanan medis setelah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.
Dengan kepesertaan yang aktif, wartawan senior diharapkan dapat menjalani pemeriksaan dan pengobatan lanjutan sesuai kebutuhan.
Menkes Budi Gunadi Sadikin Soroti Deteksi Dini Penyakit
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan peserta tertua dalam kegiatan CKG bagi wartawan senior berusia 86 tahun.
Menurutnya, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan sejalan dengan sasaran pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Salah satu target tersebut adalah meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun.
Budi menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan dapat membantu mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Ia menyoroti empat penyakit yang menjadi penyebab utama kematian, yakni stroke, penyakit jantung, kanker, dan penyakit ginjal.
"Nah gimana caranya, kita cari penyakit apa sih yang paling banyak membuat orang meninggalnya cepet. Nomor 1 stroke, nomor 2 jantung, nomor 3 kanker, nomor 4 ginjal," katanya.
Melalui program CKG, pemerintah berupaya mendorong masyarakat, termasuk wartawan senior, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
- Penulis :
- Aditya Yohan




