HOME  ⁄  Nasional

Gotong Royong Warga Percepat Pemulihan Kampung Adat Sade, Hampir 55 Bangunan Dibangun Kembali dalam Dua Bulan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Gotong Royong Warga Percepat Pemulihan Kampung Adat Sade, Hampir 55 Bangunan Dibangun Kembali dalam Dua Bulan
Foto: (Sumber :Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan memperlihatkan biji kopi yang ikut terbakar dalam peristiwa kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (23/8/2026). ANTARA/Sugiharto Purnama.)

Pantau - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat hampir 55 bangunan di Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, berhasil dibangun kembali dalam dua bulan setelah kebakaran yang melanda kawasan tersebut pada Agustus 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan mengatakan percepatan pemulihan tersebut didukung gotong royong masyarakat adat, keterlibatan generasi muda, serta bantuan pemerintah dan pihak swasta.

"Dalam waktu dua bulan, kami berhasil membangun kembali Sade hampir 55 (bangunan)," kata Ihwan di Mataram, Senin (26/10/2026).

Dinas Kebudayaan NTB menargetkan jumlah bangunan yang selesai dibangun dapat mencapai 75 unit sebelum proses kurasi atau penyesuaian dengan ketentuan adat pada Desember 2026.

Gotong Royong Warga Jadi Kunci Pemulihan Kampung Adat Sade

Ihwan menjelaskan bahwa masyarakat adat Sade berperan langsung dalam pembangunan kembali rumah-rumah tradisional yang terdampak kebakaran.

Keterlibatan warga dinilai menjadi faktor penting yang mempercepat proses pemulihan kawasan tersebut.

Generasi muda juga ikut bekerja bersama masyarakat dalam membangun kembali rumah adat menggunakan keterampilan tradisional.

"Dalam gotong royong itu ternyata keterampilan membuat rumah masih ada. Regenerasi terlihat di sana dan anak-anak muda ikut berpartisipasi gotong royong," ujar Ihwan.

Menurutnya, keterlibatan anak muda menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan membangun rumah adat masih diwariskan antargenerasi.

Proses pembangunan kembali Kampung Adat Sade juga mendapat dukungan dari kerabat masyarakat setempat yang tinggal di luar dusun.

Mereka menyumbangkan kayu-kayu tua berusia ratusan tahun untuk digunakan sebagai penopang bangunan rumah adat.

Disbud NTB Targetkan 75 Bangunan Rampung Sebelum Desember

Dinas Kebudayaan NTB menargetkan pembangunan kembali rumah adat dapat terus bertambah dari hampir 55 unit menjadi 75 unit.

Target tersebut ditetapkan agar proses kurasi bangunan dapat dilakukan pada Desember 2026.

Kurasi dilakukan untuk memastikan bangunan yang telah dibangun kembali sesuai dengan ketentuan adat masyarakat Sade.

Ihwan menegaskan bahwa rekonstruksi kawasan tidak hanya bertujuan mengembalikan kondisi bangunan seperti sebelum kebakaran.

Pemerintah juga ingin memastikan hasil pembangunan menghasilkan kawasan yang lebih baik tanpa menghilangkan identitas budaya masyarakat setempat.

"Kenapa pembangunan Sade begitu cepat? Itu karena kombinasi antara pemerintah, organisasi swasta, dan masyarakat Sade," ujar dia.

Bantuan Pemulihan Kampung Sade Dilaporkan Capai Rp4,7 Miliar

Berdasarkan data sementara yang diberitakan sebelumnya, sumbangan untuk pemulihan rumah adat di Kampung Sade mencapai sekitar Rp4,7 miliar.

Bantuan tersebut berasal dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, perusahaan, tokoh publik, dan organisasi sosial.

Sapo Development Indonesia tercatat memberikan bantuan sebesar Rp2 miliar, sedangkan Raffi Ahmad menyumbang Rp1 miliar.

Kementerian Pariwisata memberikan bantuan Rp800 juta, sementara PT Otsuka menyumbang Rp500 juta.

Yayasan Chili Community House juga tercatat memberikan bantuan Rp410 juta.

Donatur lainnya meliputi Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati sebesar Rp200 juta, Bank BTN Rp75 juta, serta Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri Rp60 juta.

Bantuan tersebut menjadi salah satu sumber dukungan bagi pembangunan kembali kawasan adat yang terdampak kebakaran.

Pemerintah Berupaya Pertahankan Keaslian Budaya Sade

Kampung Adat Sade merupakan kawasan permukiman tradisional di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Kawasan tersebut mengalami kebakaran pada Agustus 2026 sehingga sejumlah bangunan adat membutuhkan pemulihan.

Ihwan menekankan pentingnya mempertahankan identitas budaya masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan kembali.

Keterlibatan warga dan generasi muda diharapkan dapat memastikan teknik pembangunan tradisional tetap digunakan serta diwariskan.

Pemerintah Provinsi NTB menargetkan proses pembangunan dan penyesuaian bangunan dengan ketentuan adat dapat dilanjutkan hingga Desember 2026.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026