HOME  ⁄  Nasional

Disdik Aceh Pastikan TKA 59.810 Siswa SMA Berjalan Lancar, Sekolah Terdampak Banjir Tetap Ikut Ujian

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Disdik Aceh Pastikan TKA 59.810 Siswa SMA Berjalan Lancar, Sekolah Terdampak Banjir Tetap Ikut Ujian
Foto: Kadisdik Aceh Murthalamuddin meninjau langsung pelaksanaan TKA di SMA Negeri 12 Banda Aceh (sumber: ANTARA/M.Ifdhal)

Pantau - Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diikuti 59.810 siswa dari 798 satuan pendidikan di seluruh kabupaten dan kota berjalan lancar tanpa kendala berarti, termasuk di sejumlah wilayah yang terdampak banjir pada akhir November 2025.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA berlangsung sesuai rencana berdasarkan laporan yang diterima dari berbagai sekolah di provinsi tersebut.

"Alhamdulillah, sesuai laporan yang kami terima dari pihak SMA di seluruh Aceh, pelaksanaannya berjalan dengan lancar dan belum ada kendala sampai saat ini," kata Murthalamuddin di Banda Aceh, Senin (26/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat Murthalamuddin meninjau langsung pelaksanaan TKA di SMA Negeri 12 Banda Aceh.

Menurutnya, kelancaran pelaksanaan ujian didukung berbagai persiapan teknis, termasuk pemeriksaan perangkat komputer dan koneksi ke server TKA pusat sebelum ujian dimulai.

Disdik Aceh juga menyiapkan langkah mitigasi bencana untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat curah hujan tinggi dan risiko banjir di sejumlah wilayah.

Sebanyak 59.810 Siswa SMA di Aceh Ikuti Tes Kemampuan Akademik

Murthalamuddin menjelaskan bahwa jumlah peserta TKA jenjang SMA di seluruh Provinsi Aceh mencapai 59.810 siswa kelas XII.

Para siswa mengikuti ujian dengan jadwal yang sama seperti peserta TKA di berbagai daerah lainnya di Indonesia.

Dari total peserta tersebut, sebanyak 59.036 siswa mengikuti ujian secara mandiri di sekolah masing-masing.

Sementara itu, sebanyak 774 siswa lainnya mengikuti TKA dengan menumpang di sekolah lain yang memiliki fasilitas penyelenggaraan ujian.

Pelaksanaan TKA di Aceh melibatkan sebanyak 798 satuan pendidikan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 777 sekolah menyelenggarakan ujian secara mandiri dengan memanfaatkan fasilitas komputer yang tersedia.

Adapun 21 sekolah lainnya melaksanakan TKA dengan menumpang di lokasi sekolah lain karena keterbatasan fasilitas pendukung.

"Total satuan pendidikan yang melaksanakan TKA berjumlah 798 sekolah, terdiri atas 777 sekolah secara mandiri dan 21 sekolah menumpang di tempat lain," ujarnya.

Menurut Murthalamuddin, pengaturan tersebut dilakukan agar seluruh peserta tetap dapat mengikuti TKA meskipun sebagian sekolah belum memiliki sarana komputer yang memadai.

Disdik Aceh Periksa Komputer dan Koneksi Server Sebelum Ujian

Untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar, Dinas Pendidikan Aceh telah melakukan berbagai persiapan teknis sebelum ujian dimulai.

Salah satu langkah utama adalah memastikan perangkat komputer di seluruh sekolah penyelenggara telah terhubung dengan server TKA pusat.

Pemeriksaan koneksi tersebut dilakukan sejak malam sebelum pelaksanaan ujian untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan teknis.

Dengan pemeriksaan lebih awal, sekolah diharapkan dapat memastikan seluruh perangkat siap digunakan ketika peserta mulai mengerjakan soal.

"Artinya, semalam kita sudah memastikan semua telah tersambung dan paginya anak-anak dapat mengikuti ujian dengan lancar tanpa gangguan," katanya.

Murthalamuddin menyampaikan bahwa berdasarkan laporan dari sekolah-sekolah, pelaksanaan TKA sejauh ini belum mengalami kendala berarti.

Kesiapan perangkat dan koneksi menjadi perhatian Disdik Aceh karena ujian dilaksanakan menggunakan sistem berbasis komputer.

Selain memastikan kesiapan teknis, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan ketersediaan fasilitas teknologi di sekolah-sekolah.

Sebanyak 21 Sekolah Masih Menumpang, Disdik Targetkan Komputer Terpenuhi pada 2027

Dinas Pendidikan Aceh telah menyalurkan bantuan perangkat komputer kepada sejumlah sekolah untuk mendukung pelaksanaan ujian berbasis teknologi.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di berbagai wilayah.

Meski demikian, Murthalamuddin mengakui bahwa kebutuhan perangkat komputer di seluruh sekolah Aceh belum sepenuhnya terpenuhi.

Kondisi tersebut menyebabkan masih terdapat 21 sekolah yang harus menyelenggarakan TKA dengan menumpang di sekolah lain.

Selain itu, sebanyak 774 siswa juga harus mengikuti ujian di lokasi berbeda karena fasilitas sekolah asal mereka belum memadai.

Disdik Aceh menargetkan seluruh sekolah di provinsi tersebut sudah memiliki perangkat komputer yang mencukupi pada 2027.

Pemenuhan fasilitas tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung penyelenggaraan ujian, tetapi juga meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar berbasis teknologi.

"Saat ini komputer belum seluruhnya terpenuhi sehingga masih ada yang menumpang. Kita targetkan 2027 seluruh sekolah telah memiliki komputer guna memudahkan pelaksanaan ujian serta kegiatan belajar mengajar," katanya.

Dengan peningkatan fasilitas tersebut, pemerintah daerah berharap seluruh sekolah dapat menyelenggarakan ujian secara mandiri pada masa mendatang.

Sekolah di Wilayah Rawan Banjir Diminta Siapkan Relokasi Ujian

Selain kesiapan teknologi, Dinas Pendidikan Aceh memberikan perhatian terhadap potensi bencana alam yang dapat mengganggu pelaksanaan TKA.

Langkah antisipasi tersebut dilakukan karena sejumlah wilayah Aceh sedang menghadapi curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir.

Disdik Aceh meminta sekolah-sekolah, terutama yang berada di daerah rawan bencana, memastikan lokasi ujian berada di tempat yang aman.

Sekolah juga diminta menyiapkan langkah cepat apabila terjadi bencana yang dapat menghambat pelaksanaan ujian.

Langkah tersebut dapat berupa pemindahan lokasi ujian ke tempat yang lebih aman maupun penyesuaian teknis penyelenggaraan sesuai kondisi di lapangan.

"Kami telah sampaikan kepada sekolah-sekolah di daerah rawan bencana khususnya, untuk dapat mengambil langkah secara cepat dan tepat seperti relokasi tempat ujian atau penyesuaian, jika terjadi bencana," katanya.

Murthalamuddin menjelaskan bahwa kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh peserta tetap dapat mengikuti TKA dengan aman.

Menurutnya, pengalaman menghadapi bencana yang sebelumnya melanda Aceh turut meningkatkan kesiapan sekolah dalam menghadapi situasi darurat.

Sekolah-sekolah diharapkan mampu mengambil keputusan secara cepat apabila kondisi cuaca atau bencana mengancam keselamatan peserta ujian.

Disdik Aceh Harapkan Siswa Raih Nilai TKA Terbaik

Murthalamuddin berharap kelancaran pelaksanaan TKA dapat dipertahankan hingga seluruh rangkaian ujian selesai.

Ia menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan TKA tidak hanya diukur dari kesiapan fasilitas dan tidak adanya gangguan teknis.

Menurutnya, capaian nilai dan prestasi akademik para peserta juga menjadi bagian penting dari hasil pelaksanaan ujian.

Karena itu, Disdik Aceh berharap seluruh siswa kelas XII dapat mengikuti TKA dengan baik dan memperoleh hasil akademik yang memuaskan.

Pemerintah daerah juga terus mendorong sekolah mempertahankan kesiapan perangkat komputer, koneksi server, serta langkah mitigasi bencana selama ujian berlangsung.

Dengan melibatkan 59.810 siswa dari 798 satuan pendidikan, Disdik Aceh berupaya memastikan pelaksanaan TKA berjalan aman, tertib, dan lancar di seluruh wilayah provinsi.

Target pemenuhan perangkat komputer pada 2027 juga diharapkan dapat memperkuat kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan ujian sekaligus mendukung pembelajaran berbasis teknologi.

Melalui kesiapan teknis dan antisipasi bencana, Dinas Pendidikan Aceh berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan TKA tanpa hambatan serta memperoleh hasil akademik terbaik.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026