
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membantu pembangunan halte Transjabodetabek di Kota Bekasi, Jawa Barat, untuk meningkatkan pelayanan transportasi publik dan memperkuat konektivitas antara Jakarta dengan wilayah penyangganya.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono di hadapan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono seusai penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi di Balai Kota, Senin (26/10/2026).
Pramono mengungkapkan bahwa pembangunan halte Transjabodetabek di Bekasi menjadi salah satu persoalan yang banyak dipertanyakan masyarakat, terutama pengguna transportasi umum dari wilayah tersebut.
Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta pada prinsipnya siap memberikan bantuan apabila fasilitas yang dibutuhkan masyarakat belum tersedia, dengan tetap memperhatikan kewenangan masing-masing pemerintah daerah.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan pembangunan halte Transjabodetabek di wilayahnya sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada November 2026.
Kedua pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama untuk mendukung penyediaan fasilitas transportasi yang lebih baik bagi masyarakat Jakarta dan Bekasi.
Pramono Anung Siap Bantu Pembangunan Halte Transjabodetabek di Bekasi
Pramono mengatakan banyak pengguna Transjabodetabek, khususnya warga Bekasi, mempertanyakan belum tersedianya fasilitas halte yang memadai di wilayah mereka.
Menurutnya, keluhan tersebut menjadi perhatian karena halte merupakan salah satu fasilitas penting dalam mendukung kenyamanan masyarakat menggunakan transportasi umum.
Pramono menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta bersedia membantu pembangunan halte apabila fasilitas tersebut belum tersedia.
Namun, ia juga menyinggung persoalan kewenangan pemerintah daerah karena lokasi pembangunan berada di luar wilayah administratif Jakarta.
"Ada pertanyaan dari para pengguna terutama dari warga Bekasi. Kenapa haltenya enggak dibangun-bangun gitu. Sebab kalau haltenya enggak dibangun, nanti kami yang bangunin nanti salah lho malah. Tetapi kalau enggak dibangun, nanti kami yang bangunin enggak apa-apa juga sih," kata Pramono.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas transportasi publik tidak boleh dibatasi oleh perbedaan wilayah tempat tinggal masyarakat.
Menurut Pramono, warga Bekasi maupun Jakarta sama-sama membutuhkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan mampu mendukung mobilitas sehari-hari.
Karena itu, peningkatan konektivitas dan kelengkapan fasilitas transportasi menjadi bagian penting dalam memperbaiki pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antardaerah.
Pramono juga menilai kerja sama antara pemerintah daerah diperlukan untuk mendukung pengembangan layanan transportasi publik di kawasan Jakarta dan sekitarnya.
Pemkot Bekasi Targetkan Pembangunan Halte Rampung November 2026
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyampaikan bahwa pembangunan halte Transjabodetabek di wilayahnya saat ini sedang dalam proses pengerjaan.
Pemerintah Kota Bekasi menargetkan fasilitas tersebut dapat diselesaikan pada November 2026.
Penyelesaian pembangunan halte diharapkan dapat mendukung pelayanan bagi masyarakat yang menggunakan Transjabodetabek untuk melakukan perjalanan menuju Jakarta maupun sebaliknya.
Meski pembangunan telah berlangsung, Tri menyatakan pihaknya tetap membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kerja sama tersebut dapat mencakup kemungkinan pemberian bantuan untuk mendukung penyediaan fasilitas transportasi publik.
Menurut Tri, bantuan antarpemerintah daerah merupakan bagian dari semangat gotong royong dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Tidak menutup kemungkinan dalam proses kerja sama dua daerah itu ya bisa saja Pemerintah DKI memberikan bantuan kepada Pemerintah Kota Bekasi. Yang besar membantu yang kecil, saya kira itulah sikap hidup gotong royong ya," ujar Tri.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Bekasi tetap terbuka terhadap dukungan Pemprov DKI Jakarta meskipun pembangunan halte telah berjalan.
Namun, belum terdapat penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk maupun besaran bantuan yang kemungkinan diberikan Pemprov DKI Jakarta.
Penumpang Transjabodetabek dari Bekasi Capai 5.000 Orang per Hari
Pramono juga memaparkan perkembangan jumlah pengguna Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan sejumlah wilayah penyangga.
Menurutnya, jumlah penumpang layanan tersebut mengalami peningkatan seiring dengan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum.
Pramono menyebut jumlah pengguna Transjabodetabek dari wilayah Bogor telah mencapai sekitar 8.000 hingga 10.000 penumpang setiap hari.
Sementara itu, jumlah penumpang Transjabodetabek dari Bekasi berada pada kisaran 4.000 hingga 5.000 orang per hari.
Angka tersebut menjadi salah satu gambaran tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang menghubungkan Jakarta dengan daerah sekitarnya.
Pramono meyakini peningkatan konektivitas dan kelengkapan fasilitas dapat mendorong lebih banyak masyarakat menggunakan angkutan umum.
"Bekasi antara 4.000–5.000 (penumpang). Tetapi dengan konektivitas yang semakin baik, pasti orang akan menggunakan transportasi umum lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan pribadi," kata Pramono.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas pendukung seperti halte menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kemudahan masyarakat mengakses transportasi publik.
Pembangunan halte di Bekasi diharapkan dapat memperkuat pelayanan Transjabodetabek sekaligus mendukung mobilitas masyarakat yang beraktivitas di Jakarta.
Pramono Klaim Transportasi Publik Jakarta Peringkat Ke-15 Dunia
Selain membahas pembangunan halte di Bekasi, Pramono menyampaikan perkembangan kualitas transportasi publik Jakarta.
Ia mengklaim Jakarta saat ini menempati peringkat ke-15 sebagai kota dengan sistem transportasi terbaik di dunia.
Untuk kawasan Asia Tenggara atau ASEAN, Pramono menyebut Jakarta berada di posisi kedua setelah Singapura.
Menurutnya, kualitas transportasi publik Jakarta telah melampaui sejumlah kota besar di kawasan Asia Tenggara, termasuk Bangkok, Kuala Lumpur, dan Manila.
Pramono juga menyampaikan penilaiannya mengenai posisi Jakarta dibandingkan dengan sejumlah ibu kota negara besar di Asia.
"Di ASEAN kita nomor 2 setelah Singapura. Jadi, kita jauh lebih baik daripada Bangkok, Kuala Lumpur, Manila, dan sebagainya. Sementara di Asia sendiri, di ibu kota-ibu kota negara besar kita nomor satu. Karena bandingannya kalau dengan Beijing, Tokyo, New Delhi kita lebih baik. Jadi, untuk di Asia sendiri sekarang Jakarta transportasi publiknya sudah cukup baik," ujar Pramono.
Pernyataan tersebut merupakan klaim Pramono mengenai perkembangan kualitas transportasi publik Jakarta.
Ia menilai peningkatan kualitas layanan perlu terus dilanjutkan melalui penguatan konektivitas antara Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Pengembangan layanan Transjabodetabek menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut karena melayani perjalanan masyarakat lintas wilayah administratif.
Kerja Sama Jakarta dan Bekasi Diharapkan Tingkatkan Penggunaan Angkutan Umum
Pramono menegaskan bahwa peningkatan pelayanan transportasi publik harus memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa membedakan wilayah tempat tinggal.
Menurutnya, fasilitas yang semakin lengkap dan konektivitas yang semakin baik dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum dibandingkan kendaraan pribadi.
Dalam konteks tersebut, pembangunan halte Transjabodetabek di Bekasi menjadi salah satu kebutuhan yang mendapat perhatian kedua pemerintah daerah.
Pemprov DKI Jakarta menyatakan kesiapan membantu pembangunan, sedangkan Pemkot Bekasi memastikan pengerjaan halte sedang berlangsung.
Pemerintah Kota Bekasi juga membuka peluang bantuan dari Pemprov DKI Jakarta melalui mekanisme kerja sama antardaerah.
Dengan jumlah pengguna Transjabodetabek dari Bekasi mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 penumpang per hari, keberadaan halte diharapkan dapat meningkatkan kemudahan akses dan kenyamanan masyarakat.
Sementara itu, target penyelesaian pembangunan pada November 2026 menjadi bagian dari upaya Pemkot Bekasi mempercepat penyediaan fasilitas pendukung transportasi publik.
Melalui kerja sama kedua pemerintah daerah, pengembangan halte Transjabodetabek diharapkan dapat memperkuat konektivitas Jakarta-Bekasi dan mendorong peningkatan penggunaan angkutan umum dalam aktivitas sehari-hari.
- Penulis :
- Arian Mesa




