HOME  ⁄  Nasional

Program SMK Go Global Dibuka hingga 31 Oktober 2026, Pemerintah Siapkan 500 Ribu Pekerja Migran ke Luar Negeri

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Program SMK Go Global Dibuka hingga 31 Oktober 2026, Pemerintah Siapkan 500 Ribu Pekerja Migran ke Luar Negeri
Foto: Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dalam pertemuan dengan perwakilan pemerintah daerah dan perguruan tinggi di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Selasa 27 Oktober 2026 (sumber: KP2MI)

Pantau - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengajak pemerintah daerah dan perguruan tinggi memperluas sosialisasi Program SMK Go Global untuk menyiapkan 500.000 tenaga kerja Indonesia memasuki pasar kerja internasional secara bertahap hingga 2029.

Ajakan tersebut disampaikan Mukhtarudin saat menerima audiensi perwakilan pemerintah daerah dan perguruan tinggi di Kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Program SMK Go Global diarahkan untuk mempersiapkan calon pekerja migran Indonesia yang memiliki keterampilan, kompetensi teknis, dan kemampuan sesuai dengan kebutuhan serta persyaratan negara tujuan penempatan.

"Kementerian P2MI mendorong Program SMK Go Global sebagai salah satu langkah strategis menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan sesuai kebutuhan pasar internasional," kata Mukhtarudin.

Mukhtarudin menilai perluasan sosialisasi menjadi langkah penting karena masih banyak peluang pekerjaan di luar negeri yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh tenaga kerja Indonesia.

Berdasarkan data Sistem Informasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) per 25 Oktober 2026, terdapat 278.848 posisi peluang kerja yang tersedia di berbagai negara tujuan penempatan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 72.924 posisi telah terserap, sedangkan 205.924 posisi lainnya masih tersedia dan berpotensi diisi oleh pekerja migran Indonesia.

Besarnya jumlah lowongan yang belum terisi menjadi peluang bagi tenaga kerja Indonesia untuk meningkatkan partisipasi dalam pasar kerja global dengan memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan.

Pemerintah Targetkan Penempatan 500 Ribu Pekerja Migran hingga 2029

Mukhtarudin menjelaskan bahwa Program SMK Go Global merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan 500.000 tenaga kerja Indonesia yang dapat ditempatkan secara bertahap di luar negeri.

Pemerintah telah menetapkan target penempatan selama periode 2026 hingga 2029 dengan jumlah yang disesuaikan berdasarkan tahapan pelaksanaan program.

Pada 2026, pemerintah menargetkan penempatan sebanyak 40.000 tenaga kerja Indonesia melalui program tersebut.

Target tersebut kemudian meningkat menjadi 140.000 orang pada 2027 dan 180.000 orang pada 2028.

Sementara itu, pada 2029 pemerintah menargetkan penempatan sebanyak 140.000 tenaga kerja sehingga keseluruhan target selama empat tahun mencapai 500.000 orang.

Mukhtarudin menegaskan bahwa pencapaian target tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam keterampilan, kompetensi teknis, dan kesiapan menghadapi kebutuhan pasar kerja internasional.

Salah satu faktor yang membuka peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia adalah fenomena penuaan penduduk atau aging population di sejumlah negara maju.

Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah negara Eropa disebut sebagai wilayah yang menghadapi fenomena tersebut sehingga berpotensi membutuhkan tambahan tenaga kerja dari luar negeri.

Di sisi lain, Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif yang besar dan dapat dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja internasional.

Pemerintah memandang pemanfaatan bonus demografi sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional sekaligus mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Pendaftaran SMK Go Global Tahap Kedua Dibuka hingga 31 Oktober 2026

Mukhtarudin mengingatkan bahwa pendaftaran Program SMK Go Global tahap kedua atau Batch II masih berlangsung hingga 31 Oktober 2026.

Dengan masa pendaftaran yang masih terbuka, pemerintah daerah dan perguruan tinggi diminta aktif menyebarluaskan informasi program kepada masyarakat, khususnya calon pekerja migran yang memiliki potensi bekerja di luar negeri.

Keterlibatan pemerintah daerah dinilai penting untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah yang membutuhkan informasi mengenai peluang kerja internasional.

Sementara itu, perguruan tinggi diharapkan dapat berperan dalam memperluas akses informasi sekaligus mendukung peningkatan kompetensi calon tenaga kerja.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap lebih banyak masyarakat dapat memanfaatkan peluang pekerjaan di luar negeri melalui mekanisme penempatan yang sesuai dengan ketentuan.

Peningkatan keterampilan dan kesiapan tenaga kerja juga menjadi perhatian agar calon pekerja migran mampu memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan negara tujuan.

Bupati Garut Dorong Penguatan Perlindungan dan Penempatan Pekerja Migran

Dalam audiensi tersebut, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin turut menyampaikan pentingnya proses verifikasi dan penguatan kerja sama dalam penyelenggaraan penempatan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri.

Abdusy menyoroti sejumlah tantangan terkait regulasi dan perlindungan pekerja migran di negara penempatan, termasuk Republik Korea.

Menurutnya, meskipun negara tujuan telah memiliki aturan ketenagakerjaan, aspek perlindungan dan pendampingan bagi pekerja migran masih perlu diperkuat.

"Walaupun pemerintah di sana sudah memiliki regulasi, namun masih kurang terproteksi dalam penempatan kerja di luar negeri, sehingga ke depannya mereka tetap perlu arahan kerja," ujar Abdusy Syakur Amin.

Abdusy menekankan pentingnya penguatan mekanisme penempatan melalui jalur resmi antarpemerintah atau Government to Government (G2G) agar proses penempatan pekerja migran berlangsung lebih cepat dan tertib secara hukum.

Ia berharap mekanisme tersebut dapat dijalankan tanpa prosedur birokrasi yang rumit sehingga peluang pekerjaan di luar negeri dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Sebagai salah satu solusi, Abdusy mendorong peningkatan kolaborasi dengan memanfaatkan fasilitas dan lembaga ketiga yang telah tersedia untuk mendukung persiapan calon pekerja migran.

Kerja sama tersebut terutama diarahkan pada penyediaan program pelatihan kerja yang singkat, padat, dan sesuai dengan kebutuhan serta standar kompetensi pasar kerja internasional.

Melalui penguatan sosialisasi SMK Go Global, peningkatan kompetensi tenaga kerja, penyederhanaan mekanisme penempatan resmi, serta kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi, pemerintah berupaya memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja internasional.

Program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional di pasar global.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026