
Pantau - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan dua pesawat angkut Hercules C-130 milik TNI Angkatan Udara (AU) untuk mengirimkan 9,58 ton logistik operasi modifikasi cuaca (OMC) ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, guna mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pengiriman logistik tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan karhutla melalui operasi modifikasi cuaca yang bertujuan meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak kebakaran.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (27/10/2026), kedua pesawat Hercules diberangkatkan dari Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin (26/10/2026).
Logistik yang diangkut berupa es kering (dry ice) dan natrium klorida (NaCl) dengan total muatan mencapai 9.581 kilogram atau sekitar 9,58 ton.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayor Jenderal TNI Muhammad Nas, menjelaskan bahwa pengiriman bahan operasi modifikasi cuaca tersebut menggunakan dua pesawat Hercules dengan nomor registrasi A-1339 dan A-1344.
Kedua pesawat masing-masing melaksanakan dua sorti penerbangan untuk memastikan seluruh kebutuhan logistik dapat dikirim ke lokasi operasi.
"Pesawat Hercules A-1339 mengangkut 2.295 kilogram dry ice dengan dua sortie. Sedangkan pesawat Hercules A-1344 mengangkut 2.286 kilogram dry ice serta 5.000 kilogram NaCl dengan dua sortie penerbangan," ujar Nas.
Dua Pesawat Hercules TNI AU Angkut Ribuan Kilogram Bahan Modifikasi Cuaca
Pesawat Hercules A-1339 mengangkut sebanyak 2.295 kilogram es kering melalui dua sorti penerbangan untuk memenuhi kebutuhan bahan operasi modifikasi cuaca di Banjarmasin.
Sementara itu, pesawat Hercules A-1344 membawa 2.286 kilogram es kering dan 5.000 kilogram natrium klorida yang juga dikirim melalui dua sorti penerbangan.
Dengan demikian, total bahan yang diangkut kedua pesawat mencapai 4.581 kilogram es kering dan 5.000 kilogram natrium klorida.
Nas menjelaskan bahwa seluruh bahan tersebut akan digunakan dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca oleh TNI AU bersama instansi terkait.
Es kering dan natrium klorida selanjutnya akan diproses dan disebarkan ke awan menggunakan pesawat untuk mendukung pembentukan hujan buatan di wilayah sasaran operasi.
Penyebaran bahan modifikasi cuaca dilakukan pada awan yang memenuhi kondisi tertentu agar dapat memengaruhi proses pembentukan presipitasi dan meningkatkan peluang terjadinya hujan.
Hujan yang dihasilkan melalui operasi tersebut diharapkan mampu membasahi kawasan terdampak karhutla sekaligus membantu petugas dalam melakukan pemadaman api.
Selain mendukung pemadaman, operasi modifikasi cuaca juga diharapkan dapat meningkatkan kelembapan lahan sehingga mengurangi potensi meluasnya kebakaran ke wilayah lain.
TNI AU Siagakan Armada Angkut untuk Penanganan Karhutla di Indonesia
Nas menjelaskan bahwa pengiriman logistik operasi modifikasi cuaca ke Banjarmasin merupakan kelanjutan dari keterlibatan TNI AU dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Sebelumnya, TNI AU telah melaksanakan kegiatan penanganan karhutla di kedua wilayah tersebut selama 11 hari sebagai bagian dari upaya pengendalian kebakaran.
Pengerahan pesawat Hercules menjadi salah satu bentuk dukungan transportasi udara TNI AU untuk mempercepat distribusi kebutuhan logistik dalam penanganan bencana.
Penggunaan pesawat angkut berkapasitas besar memungkinkan pengiriman bahan operasi modifikasi cuaca dalam jumlah besar untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Selain mengirimkan logistik, TNI AU juga terlibat dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca bersama instansi terkait guna membantu pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Nas memastikan bahwa pesawat angkut milik TNI akan terus disiagakan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di berbagai wilayah Indonesia.
Kesiapsiagaan armada tersebut bertujuan memastikan dukungan transportasi udara dan distribusi kebutuhan operasi dapat dilakukan ketika diperlukan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Melalui dukungan armada angkut dan operasi modifikasi cuaca, TNI AU diharapkan dapat terus membantu percepatan penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang membutuhkan dukungan logistik dan upaya pemadaman melalui hujan buatan.
- Penulis :
- Shila Glorya




