
Pantau - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sejumlah strategi pengaturan transportasi darat untuk menghadapi libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), mulai dari pemeriksaan keselamatan 23 ribu kendaraan angkutan umum hingga pengaturan arus lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat selama libur akhir tahun berlangsung aman dan lancar, terutama pada periode puncak arus keberangkatan dan kepulangan.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, mengatakan pemerintah telah menyusun berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama periode Nataru.
"Dalam rangka mengantisipasi kepadatan mobilitas masyarakat di masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyusun langkah strategi untuk mengatur perjalanan masyarakat pada momen tersebut," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Aan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta Persiapan Penyelenggaraan Masa Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 yang berlangsung di Kantor Kementerian Perhubungan.
Aan menegaskan bahwa koordinasi dan komunikasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh strategi pengaturan transportasi dapat diterapkan secara efektif di lapangan.
Kemenhub Prediksi Empat Periode Puncak Arus Libur Natal dan Tahun Baru
Kemenhub memprediksi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 akan terjadi dalam empat periode utama, baik sebelum maupun setelah perayaan.
Puncak pergerakan masyarakat menjelang Natal diperkirakan berlangsung pada 23–24 Desember 2026, sedangkan arus perjalanan setelah Natal diprediksi terjadi pada 27–28 Desember 2026.
"Puncak arus pergerakan orang pra Natal diprediksi jatuh pada tanggal 23-24 Desember 2026, sementara pasca Natal diprediksi pada tanggal 27-28 Desember 2026," ujar Aan.
Sementara itu, puncak perjalanan menjelang Tahun Baru 2027 diperkirakan terjadi pada 30–31 Desember 2026, sedangkan arus perjalanan setelah Tahun Baru diprediksi berlangsung pada 3–4 Januari 2027.
Menghadapi potensi lonjakan tersebut, Kemenhub melakukan pemetaan lokasi rawan kecelakaan dan titik-titik yang berpotensi mengalami kemacetan di sejumlah ruas jalan utama.
Pemerintah juga menyiapkan skema pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas untuk mengendalikan kepadatan kendaraan dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan.
Pengawasan kendaraan angkutan barang turut menjadi perhatian untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat, khususnya pada ruas jalan yang diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan.
Dalam pelaksanaannya, Kemenhub memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pengelola jalan tol, serta pemerintah daerah.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan di ruas jalan utama, kawasan industri, terminal, stasiun, pelabuhan, hingga akses menuju bandara.
Kemenhub Targetkan Pemeriksaan 23 Ribu Bus Mulai November 2026
Untuk memastikan keselamatan perjalanan masyarakat, Kemenhub akan melaksanakan pemeriksaan keselamatan atau rampcheck terhadap armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan bus pariwisata.
Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung mulai 10 November 2026 hingga 3 Januari 2027 dengan target sekitar 23.000 kendaraan angkutan umum.
Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada kondisi teknis kendaraan, tetapi juga mencakup kesiapan pengemudi dan fasilitas terminal sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan transportasi darat.
Kemenhub mengimbau seluruh operator transportasi memastikan armada yang digunakan selama periode Nataru memenuhi standar kelayakan operasional.
Operator juga diminta mematuhi ketentuan kapasitas angkut kendaraan serta melaksanakan pemeriksaan keselamatan secara konsisten untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Dalam mendukung penyelenggaraan angkutan Nataru, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyiapkan 115 Terminal Tipe A dan 32.398 armada bus untuk melayani kebutuhan perjalanan masyarakat.
Selain itu, sebanyak 51 Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) disiapkan untuk difungsikan sebagai area istirahat bagi pengguna jalan.
Pemanfaatan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan perjalanan sekaligus memberikan kesempatan bagi pengemudi untuk beristirahat selama menempuh perjalanan jarak jauh.
Kemenhub Siapkan Mudik Gratis untuk 2.882 Penumpang
Selain memperkuat pengawasan keselamatan, Kemenhub kembali merencanakan program mudik gratis untuk membantu mobilitas masyarakat selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Program tersebut disiapkan dengan kuota sebanyak 2.882 penumpang menuju 10 kota tujuan yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Penyediaan layanan mudik gratis menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan selama libur akhir tahun.
Untuk mendukung pengamanan dan pelayanan angkutan Nataru, pemerintah juga menyiapkan sebanyak 12.558 personel yang akan ditempatkan di berbagai unit kerja dan fasilitas transportasi.
Personel tersebut tersebar di kantor pusat, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Danau Toba, Balai Pengelola Transportasi Darat, serta sejumlah terminal.
Penempatan personel dilakukan untuk memperkuat pengawasan operasional, pelayanan penumpang, dan koordinasi penanganan kondisi lalu lintas selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru.
Aplikasi MitraDarat Digunakan untuk Pantau Angkutan Nataru
Kemenhub juga akan mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi MitraDarat sebagai sarana pendukung pengelolaan informasi dan pemantauan transportasi darat selama periode Nataru 2026/2027.
Aplikasi tersebut akan dilengkapi fitur peta tematik Natal dan Tahun Baru untuk menyajikan informasi mengenai kondisi serta pengelolaan transportasi selama masa liburan.
Selain itu, MitraDarat akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan keselamatan kendaraan dan pengelolaan data hasil pemeriksaan armada angkutan umum.
Kemenhub turut menyiapkan dashboard posko pusat yang terintegrasi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui aplikasi tersebut.
Sistem terintegrasi itu diharapkan dapat memperkuat koordinasi, mempercepat pemantauan kondisi transportasi, serta mendukung pengambilan keputusan selama penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru.
Melalui kesiapan puluhan ribu armada bus, fasilitas terminal, personel pengamanan, pemeriksaan keselamatan, serta pemanfaatan teknologi informasi, Kemenhub berupaya memastikan mobilitas masyarakat selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 tetap aman, tertib, dan lancar.
- Penulis :
- Shila Glorya




